
Setelah berhasil memurnikan bola hitam pucat, Guan Jing akhirnya bisa menerobos batasan yang selama ini telah menghambat perkembangannya.
Begitu Guan Jing menerobos batasan fisik tubuhnya yang selama ini menghambat perkembangannya selama puluhan tahun. Itu membuatnya menjadi sangat bahagia sampai-sampai air matanya terus bercucuran.
"Terimakasih, terimakasih ... Aku sangat berterimakasih..."
Guan Jing terus mengucapkan hal yang sama berulang kali. Ia sungguh merasa sangat bahagia karena beban di pundak nya selama ini telah membuatnya tertekan telah menghilang.
"Saudara Zhukai, aku pasti akan membalas kebaikan ini di masa depan."
Dengan mata di penuhi dengan tekad, Guan Jing segera menstabilkan energi yang meluap di tubuhnya kemudian mengambil istirahat selama lima menit hingga akhirnya keluar.
Meski rasa sakit yang di rasakan oleh Guan Jing cukup membuatnya hampir kehilangan kesadaran diri. Tetapi jika harus di bandingkan dengan rasa sakit yang Kai rasakan ketika mengolah teknik penempaan sembilan tahap tribulasi.
Sementara itu di depan pintu perpustakaan sekte tujuh pedang, seorang pemuda tampan berhenti berjalan sambil menatap begitu besarnya pintu di depannya.
"Oh, awalnya aku kira ini hanyalah sebuah perpustakaan kecil menyadari betapa terpuruk nya sekte ini. Tetapi aku tidak menyangka perpustakaan ini akan menjadi sangat besar."
Setelah cukup puas mengamati ukiran yang ada di pintu perpustakaan, Kai meletakkan kedua telapak tangannya di pintu itu.
Setelah mengirim sedikit tenaga dan mendorong pintu itu masuk, pintu besar itu akhirnya terbuka.
"Berhenti, seorang murid dalam tidak diperbolehkan memasuki perpustakaan."
Seroang pria setengah baya tiba begitu saja dan menghentikan langkah Zhukai.
"Hmm, tetua mengatakan bahwa bakat berwarna hitam boleh memasuki perpustakaan, atau ... apakah perkataan tetua itu salah."
Begitu mendengar ucapan itu dari Zhukai, tubuh penjaga perpustakaan itu seketika berubah pucat.
"Aahh, jadi ini adalah jenius yang di bicarakan oleh para tetua baru-baru ini. Maaf aku tidak menyadarinya." ucap tetua itu sedikit membungkuk sambil menyatukan kedua tangannya.
Meski statusnya saat ini lebih tinggi dari Zhukai, tetapi dengan bakat Zhukai yang memiliki warna hitam. Tidak butuh waktu lama bagi Zhukai untuk melampaui dirinya.
Begitulah apa yang ada di pikiran penjaga perpustakaan.
Zhukai juga tidak terlalu memikirkan masalah itu. Dia tahu bahwa pria setengah baya itu hanya menjalankan tugas dari ketua sekte.
"Terimakasih tetua karena mengijinkan ku masuk kedalam."
Zhukai membungkuk dengan hormat setelah itu berjalan masuk kedalam perpustakaan.
Setelah Kai melangkah masuk, pemandangan di depannya saat ini benar-benar membuatnya sedikit kagum.
Itu adalah sebuah perpustakaan yang sangat luas dengan ratusan– ribuan rak buku yang ada di lantai satu sampai lantai dua.
__ADS_1
"Hmm, haruskah aku mulai sekarang?"
Zhukai menyeringai lebar sambil berkata dala. hatinya. Dia segera berlari ke rak pertama dan dengan cepat mencari buku-buku tentang sejarah tiga dunia.
Tetapi karena cara yang Kai lakukan saat ini cukup menghabiskan banyak waktu, dia akhirnya memutuskan untuk membuat seratus Klon tubuhnya untuk memeriksa setiap rak yang ada mulai dari lantai satu hingga lantai dua.
"Ayoo, mulai cari dengan cepat."
Dengan bantuan seratus Kloning nya, membaca buku yang awalnya membutuhkan seharian penuh, kini hanya membutuhkan lima jam untuk selesai membaca habis seluruh buku yang ada di perpustakaan.
Dia menarik kembali seluruh kloning dan berbagai macam ingatan terus bermunculan di dalam benak Zhukai.
"Ha Ha Ha... Akhirnya setelah berdiam diri selama satu minggu lebih, aku mendapatkan informasi yang ku inginkan."
Zhukai tertawa puas setelah mendapat
informasi yang dia butuhkan.
Benar saja, seperti yang telah Kai duga bahwa sekte tujuh pedang akan memiliki informasi yang Kai inginkan.
Selain mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi jutaan abad yang lalu, Kai juga mendapat informasi lain tentang benua lain yang ada di luar benua naga biru.
Waktu itu, ketika Jabar tentang kematian Shura menyebar ke tiga alam, berbagai ras dan juga Klan serta keluarga merayakan perasaan damai dari ancaman Shura.
Meski mereka telah kehilangan keluarga dan orang terdekat, senyum di wajah sebagai orang masih belum menghilang.
Jika bukan karena perjuangan dari tiga penguasa dan kematian Milyaran ras, pembantaian Shura akan terus berlanjut sampai sekarang.
Satu juta tahun yang lalu semenjak meninggalnya satu-satunya murid dari ketua sekte sebelumnya. Kekuatan sektr tujuh pedang secara lambat terus menurun hingga mereka menjadi sekte tingkat rendah tanpa sumberdaya untuk murid-muridnya.
"Hah Hahaha... Pak tua itu ternyata masih menjadi penguasa sampai sekarang. Aku tidak berani membayangkan seberapa kuat dia saat ini, mungkinkah dia akan mencapai penguasa tertinggi tidak lama lagi? semua itu masih menjadi misteri sebelum aku benar-benar bertemu dengannya."
Zhukai mengangguk beberapa kali, karena banyaknya informasi yang masuk kedalam kepalanya. Itu membuat Zhukai sedikit merasakan rasa sakit yang cukup menusuk.
Setelah berselang hampir lima jam memahami semua informasi dalam kepalanya, Zhukai akhirnya bisa mendapatkan satu kesimpulan.
"Perubahan yang terjadi di tiga alam benar-benar sangat besar."
Setelah kematian Shura, peperangan di antara ras-ras kuat berakhir tidak lama. Ketiga benua yang ada di Holy Realms mulai membentuk aliansi.
Kediaman itu masih terus berjalan hingga saat ini. Meski begitu, Zhukai yakin akan ada saatnya perang akan terjadi kembali.
"Hmm, meski kedamaian saat ini terasa sangat nyaman tetapi keserakahan manusia pasti akan membuat perang kembali pecah."
Dengan sedikit senyum terukir di wajahnya Kai Zhukai kembali bergumam, "Jika perang benar-benar terjadi di masa depan, akankah aku kembali menjadi Shura?"
__ADS_1
Dia berjalan keluar dari perpustakaan dan berjalan ke halaman pelatihan para murid luar.
"Hmm, ada banyak yang berlatih ... Tapi mengapa aku tidak menemukan pria tadi?" Zhukai berkata dari balik ranting pohon, matanya menyapu kearah murid luar yang sedang mempelajari teknik pedang dasar sekte tujuh pedang.
"Ah, itu dia..."
Melihat Guan Jing yang berjalan keluar dari asrama, Zhukai sedikit mengagumi seberapa kuatnya tekad pemuda itu.
"Dia benar-benar monster yang mengerikan..."
Zhukai melesat keluar dari balik dedaunan dan segera menemui tetua untuk meminta misi Klan.
Setelah mempelajari semua hal dalam perpustakaan, Zhukai di haruskan untuk menyelesaikan misi Klan agar bisa di promosikan.
"Butuh 2.000 poin kontribusi sekte untuk di promosikan menjadi murid dalam."
Zhukai segera memberitahu tetua bahwa dia sudah menguasai teknik pedang dasar dan mengatakan niatnya untuk mengambil misi sekte.
"Baiklah, meskipun aku terkejut dengan kejeniusan mu. Kamu memiliki hak untuk mengambil misi."
"Pergilah ke aula misi, di sana akan ada banyak misi dari sekte dengan nilai poin kontribusi yang berbeda-beda."
Setelah mengangguk, Zhukai berbalik dan hendak berlari menuju ke aula misi. Sebelum dia pergi, Guan Jing datang kepadanya sambil memberi ucapan terimakasih.
"Tidak perlu berterimakasih saudara Jing, ini mungkin adalah takdir mu bisa bertemu dengan ku."
Zhukai menepuk pundak pemuda itu dan segera berlari ke aula misi.
***
Bersambung..
(Tingkat Kultivasi)
• Holy Lord : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan. → Zhukai.
• Holy God : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.
• Holy God Venerable : Tingkat Pertama – Tingkat ke-tiga.
• God of Destiny : Roh, Fana, Abadi.
• Supreme God : ???
*Maaf banget buat para pembaca karena alur di seri kedua ini cukup lambat jika dibandingkan dengan seri pertamanya.
__ADS_1
Dan maaf karena kemarin ga bisa update, lagi sibuk banget soalnya (╯︵╰,)