
"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya. See you tonight". Bianca yang masih setengah sadar kemudian membuka matanya mendengar suara suaminya berpamitan untuk kerja. Bianca melihat ke jam di dinding kamarnya, menunjukkan pukul 07.30 pagi.
"Kok kamu gak bangunin aku sayang?" tanya Bianca. "Iya tadi aku gak tega bangunin kamu. Oh iya aku udah siapin roti pakai selai coklat di meja makan, nanti kamu makan ya. Bye sayang" ucap Fritz sambil mengecup kening istrinya lalu mengambil kunci mobil dan pergi.
Bianca yang sudah terbangun, tersenyum tipis melihat tingkah suaminya yang pagi ini mendadak sweet. Fritz memang cukup sempurna menjadi suami, dibalik wajahnya yang tampan dan tubuh yang atletis, Fritz sangat lucu dan konyol sampai-sampai Bianca sering "ngambek" karena keisengan suaminya.
Dalam pekerjaannya juga Fritz tergolong cukup sukses saat ini, mengingat Fritz bukanlah dari keluarga berada, bisa berada di titik ini sungguh sangat membanggakan. Lulus kuliah Fritz langsung bekerja pada perusahaan export & import, sampai akhirnya ia mengerti dan mulai membuka usahanya sendiri dengan modal pas-pasan. Berhubung bisnisnya sudah berjalan dengan baik, Bianca yang sebelumnya bekerja sebagai karyawati Bank swasta pun sekarang sudah bisa full di rumah sebagai ibu rumah tangga mengurus suami dan Karen, putrinya yang berusia 3 tahun.
Teringat Karen yang biasa jam segini sedang sarapan, Bianca lalu bangun dari ranjang, mencuci muka, ganti pakaian dan turun ke ruang makan.
"Hi Karen, anak mama sayang" sapa Bianca sambil mencium pipi putrinya dan dibalas dengan kecupan di pipinya " mwuachhh i love you mama" balas Karen. Bianca lalu melihat roti yang sudah disiapkan suaminya dan memakannya sambil menyeruput secangkir teh hangat.
Dalam hatinya, ia merasa bahagia mempunyai suami yang tidak banyak menuntut apapun dan juga anak yang cantik. Karen . memang mewarisi kecantikan Bianca. Matanya yang bulat, alis yang cukup tebal dan rapih, bulu mata yang lentik sampai rambut yang tebal dan sangat halus.
Bianca memang sangat pandai merawat kecantikannya, bahkan sejak SMP pun sudah banyak lelaki yang mendekatinya tetapi Bianca sangat berhati-hati terhadap laki-laki karna sejak kecil Bianca hidup tanpa sosok ayah. Ketika Bianca berusia 4 tahun, ayahnya pergi meninggalkan ibunya untuk menikah lagi dengan wanita lain. Beruntung saat itu ibunya mempunyai jabatan yang cukup tinggi di kantor hingga bisa membesarkan Bianca dan Laura kakaknya dengan kehidupan yang cukup mewah.
Dering ponsel Bianca tiba2 memecah lamunannya, ternyata Lita sahabatnya sejak SMA yang menelponnya.
" Halo ta" sapa Bianca.
" Bi, kamu dimana? Nanti siang lunch yuk, sekalian ngemall, kebetulan hari ini aku lagi off kerja. Mau ya? pleaseeee" ajak Lita. "Oke ta boleh, nanti kita ketemuan di XM mall ya" jawab Bianca. " Okay, see you nyonya Bianca! " ledek Lita menyudahi telepon mereka.
__ADS_1
Bianca lalu menyiapkan makan siang untuk Karen lalu bermain sebentar dengannya. Bianca adalah sosok yang lembut dan perhatian, jadi ia selalu memastikan suami dan anaknya makan dengan gizi seimbang. Disamping itu, ia juga cukup handal di dapur karna sejak SD sudah sering di dapur membantu mbok Ani, pengasuhnya dulu.
Selesai memasak dan bermain dengan Karen, Bianca mengirim pesan ke suaminya untuk mengabarkan rencananya makan siang dengan Lita dan Fritz memberi ijin untuk istrinya pergi.
Setelah mandi, Karen mulai membuka lemari pakaiannya dan memilah milih baju apa yang akan ia pakai hari ini. Ia lalu mengambil dress model a-line berwarna khaki, yang panjangnya sedikit di bawah lutut. Warnanya sangat cocok dengan kulitnya yang putih dan mulus, kakinya terlihat cukup jenjang walaupun Bianca hanya 157 tingginya. Ia lalu memadukan tampilannya dengan make up yang tipis dan manis. Ia melihat dirinya di kaca, dalam hatinya pun mengakui ia masih cantik dan terawat sekalipun sudah mempunyai anak bahkan bulan depan ia akan merayakan ulang tahunnya yang ketiga pulun tahun, tapi pasti orang-orang tidak menyangka ia sudah mau kepala tiga. Ia sering dikira anak kuliahan jika pergi tanpa membawa anak dan berpenampilan casual.
Sesampainya di XM mall, Bianca menuju resto tempatnya janjian dengan Lita dan melihat Lita sudah lebih dulu di sana. "Tumben kamu udah sampe duluan, biasa selalu jam karet" ucap Bianca. "Hmmmm... iya bi, aku lagi ga ada kesibukan hari ini jadi biasa cepet sampe. Lagian ada hal penting yang mau aku kasih tau ke kamu bi. " balas Lita.
" Apa sih ta, kok kayanya penting banget sampe dateng lebih awal?? hehehe" tanya Bianca sambil setengah meledek.
" Duh gimana ya bi, bebanku berat banget makanya mau cepet-cepet ketemu kamu!!" jawab Lita sambil memasang muka serius
"Hahh??!! kamu kenapa ta? kamu beban kenapa? cepet cerita ke aku deh ta! " Bianca menjawab dengan penuh emosi dan khawatir akan sahabatnya itu. Persahabatan mereka berawal dari masa orientasi siswa dimana Bianca adalah anak baru di SMA Buana dan bingung ketika diharuskan membuat group berjumlah tiga orang. Bianca sangat pemalu dan introvert sejak kecil makanya membuat group bertiga bisa sangat menyulitkan baginya. Jangankan tiga, ajak satu orang aja sulit. Akhirnya Lita yang melihat Bianca duduk sendirian di pojokan mengajak Bianca untuk bergabung dengannya dan Nicholas..
" Ya ampunnnn... congrats Lita sayanggg, akhirnya dihalalin juga kamu ya setelah 11 tahun taa. Lama banget loh itu ta, aku doain lancar ya sampai hari H nanti. Eh iya gimana ceritanya Simon ngrlamar kamu? Trus kamu perlu bantuan apa ta? Masa aku nikahan kamu super sibuk, sekarang gantian dong aku yang bantuin nikahan kamu! " jawab Bianca excited dan ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya itu.
" Thank you bi, jadi semalem Simon ajak aku dinner buat ngerayain anniversary kita yang kesebelas, kalah kan umur pernikahan kamu bi sama anniversary pacaran aku?hahahaha ya tau-tau disana udah ada keluarga aku dan dia disana, dia berlutut di hadapan semua and asked me marry him hehehe" kata Lita.
" Bisa romantis juga ya kalian berdua ta ahaha" jawab Bianca. Memang selama ini Lita dan Simon buka pasangan yang romantis, cenderung casual, apalagi Lita yang bawel dan ceria anaknya. Bertolak belakang dengan Bianca tetapi itu yang membuat Bianca nyaman dengan Lita.
"Iya aku juga ga nyangka, berhubung tiap anniversary berharap dilamar tapi ga juga eh giliran aku ga mikir kesana malah dilamar hahahaha oh iya bi, aku butuh bantuanmu nih makanya aku ajak kamu ketemuan" balas Lita
__ADS_1
"Apa ta yang bisa aku bantu? " tanya Bianca
" Jadi bridesmaid aku ya bi? mau kan? gantian kita" kata Lita balas bertanya. Dulu waktu Fritz dan Bianca nikah, Lita yang jadi bridesmaidnya. Jadi sekarang Lita berharap Bianca mau jadi bridesmaidnya.
"Tapi aku udah nikah, udah emak-emak loh ta.. Yakin kamu gak pilih yang masih single temen-temen kantor kamu gitu? " tanya Bianca
"Yakin bi, kamu yang paling tau perjalanan aku sama Simon. Jadi please mau ya? Lagian liat kamu gini, masih cantik, gak ada aura emak-emaknya biii hahaha" bujuk Lita
"Ya udah aku mau dong ta, aku happy bangettt" jawab Bianca
"... tapi bi, kamu gak keberatan kan kalo..hhmmm.. kalo... " lanjut Lita
"Kalo apa ta? kok susah amat mau ngomongnya, kalo apa? bikin gregetan deh ta! " tanya Bianca penasaran
" kalo... bestmannya bukan Fritz" sambung Lita
" Iya gak apa-apa nanti aku ijin ke Fritz ya harusnya dia ijinin kok ta lagian.... "jawab Bianca
" tapi Nicholas bi" Lita memotong perkataan Bianca
"Nicholas?! Nicho, coco maksudmu ta?" tanya Bianca
__ADS_1
"Iya ta, Coco mantanmu" jawab Lita.