
"Rai, kamu yang kuat ya..Cepet pulih seperti semula" ucap Lita, menjenguk Raina di rumahnya.
"Makasih ta...Maaf aku gak bisa ke bawah karna aku masih proses pemulihan" ujar Raina.
"Gak apa-apa Rai, kamu istirahat aja pokoknya. Aku tinggal ke bawah ya Rai" ucap Lita.
Nicholas dan Raina masih berduka seminggu setelah bayi mereka meninggal. Lita juga sengaja baru datang hari ini bersama Simon, ia ingin memberikan waktu untuk Nicholas dan Raina beristirahat dan bersedih.
Lita lalu meninggalkan Raina di kamar dan turun ke bawah untuk berbincang-bincang dengan Nicholas. Simon harus menghadiri rapat di kantor jadi ia tidak sempat mengobrol dan langsung berangkat ke kantor.
"Nic, kamu yang sabar ya.. temenin Raina..." ucap Lita.
"Iya ta, makasih ya. Ini semua salah aku, seandainya aku gak pergi pasti gak seperti ini keadaannya.." ucap Nicholas terus menyalahkan dirinya.
"Nic, apapun yang terjadi pasti itu rencana Tuhan buat kamu dan Raina, bukan salah siapa-siapa. Gak ada yang tahu kan akan seperti ini kejadiannya juga" ucap Lita.
"Bukan ta, ini salahku, ini karma untukku karena..." ucap Nicholas ragu.
"Aku udah tau semuanya Nic, Bianca udah kasih tau aku... semuanyaa...Nic, Bianca dan Fritz memutuskan untuk membuka lembaran baru, aku harap kamu juga bisa buka lembaran baru sama Raina. Berhenti ngeliat ke belakang Nic. Kamu sama Bianca harus berakhir, terlepas dari apapun yang kalian rasain!!!" ucap Lita tegas.
Nicholas terdiam, ia setuju dengan ucapan Lita. Apa yang terjadi antara dirinya dan Bianca, tidak seharusnya terjadi terlebih ia merasa dirinya yang terlebih dahulu memulai semuanya.
"Ta.. masalah ini jangan sampai Raina tahu ya. Aku akan berusaha jadi suami yang lebih baik lagi untuk Raina. Masalah Bianca, aku akan kubur dalam-dalam" akhirnya Nicholas menjawab perkataan Lita.
"Iya Nic, aku akan simpan ini. Kamu gak perlu pikirin Bianca, dia wanita yang kuat. Dia udah putusin untuk kembali ke Fritz dan mereka saling memaafkan kesalahan masing-masing. Fokus kamu cuma Raina pokoknya sekarang" ucap Lita.
Lita menceritakan ke Nicholas jika Fritz tahu ia dan Bianca berhubungan badan di Barcelona dan tetap memaafkan Bianca. Hal itu membuat Nicholas sangat malu terhadap dirinya sendiri. Jelas Fritz sangat mencintai Bianca mungkin lebih dari dirinya sendiri tetapi ia malah mencari celah masuk ke antara mereka.
__ADS_1
"Ini saatnya Bi.. aku harus menghapus kamu dari hidupku.. Hiduplah bahagia bersama Fritz dan Karen, Bianca. Maafin aku, caca kesayanganku... Goodbye" batin Nicholas.
Ia benar-benar berjanji pada dirinya, ia akan melanjutkan hidupnya dengan baik bersama Raina dan mengucapkan selamat tinggal pada Bianca.
****
Alan dan Rena sudah tiba di Jakarta. Mereka menghabiskan beberapa malam di Jakarta sebelum ke Palembang karena keluarga Alan ada di Jakarta, termasuk nenek Ayu, nenek kesayangannya.
"Hi nek, kenalkan ini Rena tunanganku dan di dalam sini ada calon cicit nenek" ucap Alan, memperkenalkan Rena pada neneknya.
"Halo nek" sapa Rena.
"Halo Rena, kamu cantik sekali. Sehat-sehat ya cicit nenek juga" sapa nenek lalu memeluk Rena dan mengelus perut Rena.
"Cantik dong nek, selera Alan gak mungkin salah hehe" ucap Alan terkekeh.
"Rena, nenek senang sekali denger kabar Alan ingin menikah. Setelah mantan tunangan Alan meninggal, dia sangat terpukul dan fokusnya hanya kerja. Nenek titip jaga Alan ya.. Sejak kecil Alan paling dekat dengan nenek bahkan lebih daripada mamanya sendiri. Nenek yakin kamu akan bahagia sama Alan, dia laki-laki yang sangat baik dan perhatian. Kalo sampe Alan aneh-aneh bikin kamu sedih, kamu bilang ke nenek nanti nenek yang turun tangan hehehe" ucap nenek lembut.
"Iya nek, Rena sangat bersyukur bisa kenal dan menjadi istri Alan kelak. Rena janji akan selalu jaga Alan nek. Dia laki-laki terbaik yang Rena pernah kenal nek..tapi maaf nek, soal kehamilan Rena yang mengejutkan semua orang" ujar Rena merasa tidak enak, mengingat nenek Ayu orang Indonesia asli dan pasti memegang ke-Timuran.
"Rena.. nenek paham dunia anak muda sekarang hehe kamu jangan pikirin itu, nenek senang mau dapet cicit pokoknya. Kamu jaga kandungan kamu biar sehat ya Ren sampai lahiran" ucap nenek.
Rena melihat guratan-guratan di wajah nenek Ayu, menunjukkan usianya yang sudah senja tetapi tutur katanya sangat lembut dan juga tenang. Ia merasa tidak enak hati karena harus berbohong tentang kehamilannya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Alan maupun keluarga besar Alan.
"Iya nek, makasih nek.." ucap Rena.
Nenek Ayu ternyata sudah menyuruh pelayan di rumahnya untuk menyiapkan sarang burung walet untuk Rena minum dan berbagai jenis makanan Indonesia yang menggugah selera. Maklum di Barcelona Alan dan Rena jarang menemukan makanan Indonesia yang sesuai dengan selera mereka.
__ADS_1
Mereka bertiga lalu menyantap hidangan yang sudah nenek Ayu siapkan. Alan dan Rena masing-masing sampai menghabiskan dua piring nasi, menikmati sayur asem, ayam goreng, ikan asin, sambal dan juga ikan bakar buatan nenek Ayu, kesukaan Alan.
"Nek... ini enak banget. Alan udah kangen banget masakan nenek" ucap Alan.
Alan dan Rena menginap di rumah nenek selama mereka di Jakarta karena mereka ingin menemani nenek Ayu.
"Honey, nenek baik banget ya.. tapi aku jadi merasa bersalah bohongin semua orang...." ucap Rena tertunduk.
"Gak boleh bilang gitu honey.. aku yakin banget sama kamu dan sama anak kita. Sampai kapanpun anak ini adalah keturunanku!" ucap Alan dengan tatapan tajam, membuat Rena sedikit takut.
Alan yang menyadari perubahan wajah Rena, seakan takut dengannya lalu memeluk Rena dan mengelus perutnya.
"Dek, papa akan selalu jadi papa kamu dan akan melindungi kamu" ucap Alan berbisik di perut Rena.
Rena menitikkan air mata melihat sikap Alan yang semanis ini.
"Sekarang kamu tidur ya, kamarku sebelahan aja jadi kalau ada apa-apa kamu panggil aku ya honey" ucap Alan.
"Kamu gak boleh temenin aku tidur disini?Aku masih ingin di dekat kamu honey..." rengek Rena manja. Baru kali ini Rena bisa bersikap manja terhadap seorang laki-laki.
"Ya udah, aku cuma jaga-jaga takut kita kebablasan honey hehehe tapi kalo kamu mau tidur ditemenin aku ya udah boleh aja, siniii..." ucap Alan lalu membawa Rena masuk ke dalam pelukannya.
Mereka berdua tertidur pulas sambil Alan memeluk Rena, memberikan kenyamanan untuk keduanya.
*****Bab berikutnya, author bakalan posting ilustrasi foto masing-masing pemeran utama yaaa****
Minta like dan komennya dong biar thor makin semangat juga nulisnya 😁😁😁
__ADS_1