
"Iya betul cantik bi, cocok banget sama kamu" puji Lita
" Thank you, ya udah aku yg ini aja ya ta gaunnya" ucap Bianca lalu kembali masuk ke ruang fitting. Ia merasa pipinya hangat karena mengingat-ingat pujian Nicholas untuknya.
Tiba-tiba Lita mengetok pintu ruangan fitting dengan panik
"bi, bi, sorry aku duluan ya barusan kakakku telfon katanya mamaku pingsan dan dibawa ke rumah sakit sekarang jadi aku langsung ke rumah sakit ya. Nanti kamu pulang sama Nicholas ya bi. Sorry banget ya bi" kata Lita
"Iya ta, udah kamu gak usah pikirin aku pulang. Kamu langsung ke rumah sakit, semoga mama kamu cepet sadar dan pulih ya ta. Kamu kabarin aku ya" jawab Bianca dari dalam ruang fitting.
Selesai mengganti pakaian dan mengurus surat untuk penyewaan gaun, Bianca bersiap untuk pulang. Ia tidak melihat sosok Nicholas di bridal dan beranggapan Nicholas sudah pergi. Ia mengeluarkan handphone miliknya untuk order taksi online, tepat saat ia ingin menyentuh layar dengan tulisan order, Nicholas dengan sigap merebut handphone Bianca lalu memencet layar cancel dan mengembalikan handphone milik Bianca.
"kamu pulang sama aku" perintah Nicholas
"aku bisa naik taksi online" jawab Bianca ketus
"aku tau kamu bisa tapi Lita udah titipin kamu ke aku jadi aku harus pastiin kamu aman sampai rumah" kata Nicholas. Bianca tau percuma ia berdebat dengan Nicholas, akhirnya ia setuju untuk pulang bersama Nicholas.
Nicholas membukakan pintu mobil untuk Bianca, baru ia masuk ke mobil untuk mengantar wanita yang pernah mengisi hari-harinya itu. 5 menit dalam perjalanan terasa begitu lama bagi Bianca, mereka hanya saling diam, hanya ditemani suara radio dari mobil Nicholas. Akhirnya Nicholas memecah keheningan dan mengajak Bianca berbiaca "gimana kabar kamu bi?" tanyanya, karena ia tau kalau ia diam sepanjang perjalanan Bianca tentunya juga tidak akan mengajaknya bicara terlebih dahulu.
"baik.. " jawabnya singkat
__ADS_1
"bi, aku laper kita mampir kesini dulu ya" tiba-tiba Nicholas membelokan mobilnya memasuki area parkir S Cafe. Bianca bahkan belum menjawab apapun dan mereka sudah parkir di sana.
"Ayo bi, lunch as friend okay?" bujuk Nicholas. Sebagai teman, miris sekali rasanya Bianca harus mendengar Nicholas menyebutnya dengan teman..
Akhirnya mereka memilih untuk duduk di area outdoor dimana pemandangannya sangat cantik, menghadap ke arah danau dan terdapat beberapa ekor bebek sedang berenang di danau. Mereka lantas memesan makanan dan kembali hening ketika pelayan pergi usai mencatat pesanan mereka.
Bianca tau Nicholas mengajaknya kesini tiba-tiba pasti ada yang mau ia sampaikan. Ia memandang wajah Nicholas yang sedang membalas pesan di handphonenya. Pria ini masih tetap sama seperti terakhir kali ia melihatnya. Nicholas yang tampan dan tenang. Namun Bianca segera mengalihkan pandangannya ketika melihat Nicholas meletakan handphonenya.
"bi, aku dengar kamu udah punya anak ya?" tanya Nicholas
"Iya, namanya Karen sekarang udah umur 3 tahun Nic" jawab Bianca, "pasti ia cantik seperti kamu bi" timpal Nicholas. Mereka memang tidak saling tau berita satu sama lain karna Bianca memblokir nomor ponsel dan juga semua media social Nicholas.
"bi, aku gak pengen suasana diantara kita jadi canggung gini bi. Kamu tau kan sebulan ini kita bakalan ketemu buat bantu persiapan nikahan Simon dan Lita?" ujar Nicholas.
" Aku baik bi, kerjaan juga cukup oke sekarang. Aku belum punya anak, yang ada cuma ikan koi di rumah bi hehehe" kata Nicholas
"Dari dulu kamu masih aja suka ikan koi ya Nic hehehe" balas Bianca
"Kamu kan tau aku kalo udah suka sesuatu ya suka aja terus gitu. Sampai sekarang juga aku masih suka touring motor sebulan sekali atau dua kali. Tergantung kapan aku free aja" jawab Nicholas
Lalu pelayan datang dan mengantarkan pesanan mereka. Mereka pun makan sambil berbincang-bincang layaknya dua orang sahabat yang lama tidak bertemu.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang Nicholas menyodorkan ponselnya ke arah Bianca, Bianca mengambil ponsel Nicholas dengan bingung. "Simpan nomormu di ponselku, aku tau kamu blokir nomorku dan sekarang kamu udah ganti nomor baru. Jangan diblokir lagi ya bi" ucap Nicholas.
Bianca lalu menyimpan nomor ponselnya di ponsel Nicholas.
"Nic, ini nomor ponselku tapi please kalau kamu gak penting-penting amat jangan hubungin aku ya. Kamu kan tau aku udah.... " ucap Bianca
"punya suami, maksudmu? " Nicholas dengan cepat melanjutkan perkataan Bianca dan Bianca mengangguk. Mereka pun kembali terdiam sepanjang perjalanan pulang, hanya sesekali Bianca mengarahkan jalan menuju rumahnya ke Nicholas.
Sesampainya mereka di depan rumah Bianca, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Nicholas karena telah mengantarnya pulang dan mentraktir makan siang tadi. Lalu ia turun dari mobil.
Nicholas melihat Bianca berjalan menuju rumahnya dan ia menunggu sampai Bianca masuk ke rumahnya, baru ia melanjutkan perjalanannya pulang.
Bianca masuk ke dalam rumah dan bersandar di pintu ketika ia melihat Nicholas sudah pergi. Ia merasa bahagia melihat Nicholas hari ini bahkan mereka bisa kembali berbicara walaupun masih kaku, namun di sisi lain ia sedih karena luka yang berusaha ia kubur selama sepuluh tahun ini malah kembali ke permukaan dengan satu pertemuan.
Ia lantas berdiri di depan foto keluarga yang terdapat di ruang keluarga dan menatap foto itu, hatinya merasa terhibur melihat suaminya yang tidak kalah ganteng dari Nicholas bahkan Fritz lebih easy going dibanding Nicholas. Ia teringat bagaimana suaminya memperlakukannya dengan sangat istimewa selama ini. Mengingat betapa bahagianya ia dengan suami dan anaknya. Bianca merasa malu terhadap dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia membiarkan pertemuan singkatnya dengan Nicholas malah membuat dirinya merasa begitu sedih.
Bianca berkata kepada dirinya sendiri bahwa ia harus fokus terhadap suami dan anaknya. Biarlah Nicholas menjadi bagian dalam hidupnya yang lalu.
Bianca mendengar suara klakson mobil Fritz, ia membukakan pintu untuk Fritz dan menyambut suaminya dengan hangat. "Hey sayang" sapa Fritz lalu mencium bibir istrinya.
"Sayang, berhubung Karen lagi nginep di rumah mama gimana kalau malam ini kita ngedate aja sayang. Jadi kamu juga gak usah siapin dinner sayang. Aku sengaja pulang lebih awal loh buat ajak kamu pacaran" ucap Fritz
__ADS_1
"Iya yuk sayang tapi aku masih belum laper, masih sore. Gimana kalau kita jalan-jalan dulu di mall baru dinner sayang?" tanya Bianca
"Iya apa aja asal kamu happy deh boss aku" ucap Fritz lalu merangkul pinggang istrinya dan bersiap untuk ngedate dengan Bianca.