Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
The Night


__ADS_3

Berada dalam posisi ini membuat Nicholas dapat menghirup aroma tubuh Bianca. Belaian lembut di rambutnya membuat Nicholas merasa damai. Ia memejamkan matanya sambil memeluk wanita yang ia cintai dan menghirup wangi tubuh Bianca yang membuatnya tergila-gila.


"Nic, feel much better now?" bisik Bianca ke telinga Nicholas.


Nicholas lalu menganggukan kepalanya tanpa berbicara. Air matanya perlahan mengering seiring dengan rasa damai yang menyelimuti hatinya. Entah bagaimana Bianca mampu membuat Nicholas begitu tenang.


Bianca yang melihat Nicholas sudah lebih tenang lalu melepas pelukannya dan mundur menjauh dari Nicholas. Ia sungguh-sungguh harus menjaga jarak dari Nicholas, berdekatan dengan Nicholas membuatnya semakin sulit mengendalikan diri dan perasaannya.


"Nic, kalau kamu butuh tempat untuk cerita aku ada buat dengerin kamu" ujar Bianca lembut sambil menatap mata Nicholas.


"Thank you bi, aku mau cerita ke kamu tapi saat ini aku masih mencerna apa yang terjadi" jawab Nicholas. Ia masih ingin memeluk Bianca, menghirup aroma feromon dari tubuh Bianca membuat hasratnya bangkit dan ingin mengecup bibir mungil itu tetapi apa daya, akal sehatnya berkata itu akan menjadi sebuah kesalahan dan mungkin membuatnya kehilangan Bianca lagi.


Nicholas dan Bianca lalu memutuskan untuk kembali menemui Simon dan Lita, membantu mereka mempersiapkan acara untuk nanti malam.


***


Makan malam pun tiba, Lita dan Simon memberikan serangkaian ucapan terima kasih kepada kerabat mereka yang hadir malam ini dan juga kepada Nicholas dan Bianca sebagai pengiring pengantin pria dan pengiring pengantin wanita.


Sepanjang makan malam baik Nicholas dan Bianca yang duduk berhadapan mereka saling melempar senyum dan saling menatap. Nicholas mengagumi kecantikan Bianca bukan hanya fisik tetapi juga sifat dan sikapnya, sementara Bianca seakan tidak mampu untuk tidak melihat ketampanan Nicholas. Mereka tau setelah pesta pernikahan Simon dan Lita usai, mereka tidak punya alasan untuk sering bertemu dan berkomunikasi lagi.

__ADS_1


Selepas makan malam, para pelayan langsung menyingkirkan meja-meja yang ada di area tengah. Lampu juga dibuat redup dan gemerlap, DJ langsung memainkan musik dengan kencang membuat pada muda-mudi langsung asik berjoget di tengah-tengah ruangan.


Simon dan Lita sengaja membuat pesta ini sebelum pesta dan bukan sesudah pesta seperti orang-orang karena mereka ingin menghindari gugup malam sebelum menikah dan supaya besok selepas acara resepsi mereka bisa langsung beristirahat.


Simon dan Lita tampak asik berjoget di tengah-tengah kerumunan tamu sementara Bianca memilih untuk duduk di samping ruangan sambil menikmati minuman yang ditawarkan oleh pelayan.


"Hey, kok kamu sendirian disini?" tanya Nicholas. Ketika sedang asik berjoget, Nicholas melihat Bianca sedang asik sendirian sehingga ia memutuskan untuk menghampiri Bianca.


"Rasanya aku -judah terlalu tua untuk party-party gini Nic hahaha" ucap Bianca.


"Oke kalo party terlalu tua buat kamu, sini ikut aku!" ujar Nicholas sambil menarik tangan Bianca dan ingin mengajaknya pergi dari pesta, tetapi baru beberapa langkah berjalan Nicholas malah bertabrakan dengan pelayan yang membawa minuman.


"Kalo gitu aku ganti baju dulu terus kita cari tempat buat hangout yang cocok buat kamu, yang kamu gak ngerasa tua hahaha" ucap Nicholas sambil terus berjalan dan menggandeng tangan Bianca.


Setibanya mereka di depan pintu kamar Nicholas, ia mengundang Bianca untuk masuk ke dalam sambil menunggunya mengganti baju dan membilas kemejanya yang basah. Awalnya Bianca ragu ingin berduaan saja dengan Nicholas di dalam kamar tetapi ia cukup percaya diri akan memampuannya mengontrol diri sehingga ia tidak menolak ajakan Nicholas.


Selagi menunggu Nicholas di dalam kamar mandi untuk membersihkan kemejanya, Bianca lantas berjalan menuju balkon kamar dan Bianca mendapati pemandangan yang sangat indah. Ia dapat melihat pegunungan dan juga lampu berkelap-kelip di sekelilingnya. Udaranya pun lebih dingin dibandingkan dengan di cafe tadi, Bianca lalu mengusap lengannya dengan menyilangkan kedua tangannya.


Nicholas yang keluar dari dalam kamar mandi melihat Bianca di teras balkon sedang kedinginan. Ia yang masih setengah telanjang tanpa kemejanya lalu berjalan menuju balkon menghampiri Bianca.

__ADS_1


"Nic, liat disini cantik banget viewnya" ucap Bianca tanpa memperhatikan Nicholas yang ternyata sudah berada di belakangnya. Nicholas mendekatkan diri ke tubuh Bianca lalu memeluknya dari belakang. Bianca kaget, ia dapat merasakan hangatnya nafas Nicholas di telinganya. Ia lalu berusaha melepaskan pelukan Nicholas walaupun tubuhnya merasa begitu hangat dalam pelukan Nicholas.


"Bi, don't go.. Selepas pernikahan Simon dan Lita kita mungkin jarang bahkan mungkin gak akan ketemu lagi. Ijinin aku memeluk kamu malam ini bi..." ujar Nicholas memelas dan membuat Bianca tidak sanggup berkutik lagi.


Bianca benar-benar merasakan kehangatan dari tubuh Nicholas lalu terbelalak kaget saat menyadari Nicholas belum memakai pakaian.


"Nic, pake baju dulu dong.. Dingin gini, bisa sakit kamu nanti" ucap Bianca sambil memperhatikan tubuh Nicholas yang sangat seksi dan kekar. Ingin rasanya ia memeluk dan menyusuri tiap sentimeter tubuh kekar itu.


Nicholas lalu menuruti perkataan Bianca, ia tersenyum mendapati wajah Bianca yang memerah sambil memeperhatikan tubuhnya.


"Nih aku udah pake baju" ucap Nicholas sambil memeluk Bianca kembali. Bianca rasanya ingin menyerah dengan dirinya sendiri, ia tidak sanggup menahan keinginan tubuhnya yang haus akan Nicholas.


Tepat saat itu bunyi kembang api yang dinyalakan oleh Simon dan Lita, mereka berdua melihat pesta kembang api itu sambil berpelukan, membuat suasana semakin panas diantara mereka.


Nicholas lalu membalikan tubuh Bianca dan mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Bianca. Nicholas sudah tidak sanggup menahan gejolak dalam dirinya, sementara Bianca pasrah dengan apa yang akan terjadi antara dirinya dan Nicholas.


Nicholas mendaratkan ciumannya di bibir mungil milik Bianca, membuat Bianca seakan terbang ke langit. Ia pun membalas ciuman Nicholas. Tubuhnya seakan bergetar hebat saat Nicholas membelai punggungnya sambil terus menghujani bibirnya dengan ciuman. Ciuman yang semakin panas bahkan mereka sudah saling beradu lidah.


Nicholas lalu menuntun Bianca masuk ke dalam kamar dan membaringkan Bianca diatas ranjangnya lalu kembali menciumi Bianca. Ia menyusuri titik lemah Bianca, di tengkuknya dan menyesapnya dalam-dalam membuat Bianca semakin tidak terkendali. Ia mengerang merasakan keni*matan dalam tiap ciuman dan hisapan Nicholas.

__ADS_1


Nicholas lalu menanggalkan pakaiannya dan juga menanggalkan pakaian Bianca. Ia terkagum-kagum akan tubuh Bianca yang indah dan terawat. Nicholas kembali menciumi tubuh Bianca dan tangannya menyusuri bulatan kenyal Bianca. Ia menyesap ujung bulatan itu kuat-kuat dan memainkannya hingga Bianca tidak sanggup menahan des*han yang keluar dari mulutnya.


__ADS_2