
***Flash back ketika Bianca masih berpacaran dengan Nicholas***
Sebentar lagi hari ulang tahun Bianca dan Nicholas yang sudah menjadi kekasihnya selama enam bulan terakhir ingin merayakan ulang tahun yang istimewa untuk Bianca.
Sejujurnya Nicholas sangat bingung ingin mempersiapkan apa tetapi ia sudah membulatkan tekadnya untuk menjadikan hari ini tidak terlupakan untuk Bianca.
Hari itu Nicholas berputar-putar seharian di dalam mall untuk mencari hadiah tetapi tentu saja ia bingung. Bianca adalah pacar pertamanya dan ia belum pernah membelikan hadiah untuk seorang wanita.
Ketika ia hampir menyerah Nicholas melewati sebuah toko buku, ia melihat artikel sebuah majalah remaja yang berjudul "MERAYAKAN ULTAH PACAR YANG UNFORGETABLE". Tanpa pikir panjang ia lalu mengambil majalah tersebut dan membayarnya.
Malam itu Nicholas membaca artikel tersebut dan mengambil selembar kertas dan pen untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam artikel tersebut. " Seperti mau ujian sekolah aja"pikir Nicholas
Pertanyaan pertama adalah seputar tipe seperti apa pacar kalian, apakah kalem dan romantis, periang dan penjelajah atau pendiam dan kaku? Nicholas dengan lancar memilih kalem dan romantis. Awal-awal hubungan mereka Bianca memang pendiam dan kaku tetapi lama-lama ia tau Bianca adalah sosok yang romantis hanya saja "tembok pertahanan" Bianca terhadap lelaki membuatnya kaku dan sangat berhati-hati.
Di artikel terdapat beberapa pilihan tempat yang bisa menjadi pilihan dan ada satu tempat yang terbayang oleh Nicholas. Ia seakan mendapat pencerahan dan langsung tau apa yang akan ia lakukan untuk Bianca.
***
Tibalah hari ulang tahun Bianca dan ia sangat penasaran dengan apa yang akan Nicholas lakukan hari ini. Nicholas sudah memberitahunya kalau hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama tetapi tidak mau memberikan bocoran apapun kepada Bianca tentang hari ini.
Bianca merasa gugup hari ini, walaupun mereka pernah pergi kencan berdua tetapi hanya sebatas menonton bioskop, makan bersama, ke mall atau belajar bersama di rumah Bianca. Sedangkan kali ini Nicholas mengisyaratkan bahwa hari ini akan sangat istimewa.
Ia sudah mengeluarkan seluruh isi lemarinya tetapi tidak menemukan pakaian yang pas untuknya, semua seakan jelek dipakai. Ia menghela nafas kesal lalu mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya, "Bi... ini aku Lita" ucap Lita dari balik pintu. Bianca sangat senang mendengar Lita datang, berarti ia bisa meminta bantuan Lita memilihkan pakaian untuknya.
"iya ta" jawab Bianca sambil membuka pintu untuk Lita
"Happy birthday Bi, semua yang terbaik buat kam.....ya ampun bi, ini kenapa baju bertebaran di ranjang sih?" tanya Lita kaget sampai ia tidak menyelesaikan ucapan ulang tahunnya untuk Bianca.
__ADS_1
"hehehe... makanya aku bersyukur banget kamu dateng ta hehehe aku butuh bantuan kamu buat pilihin baju untukku" jawab Bianca sambil memasang wajah manisnya
"cieee yang mau ngedate special hari iniiii.. " ledek Lita sambil membongkar dan mengambil tumpukan baju yang memenuhi ranjang Bianca
"ih kamu malah ngeledek aku hehehe, ayo cepettt ta coco pasti dateng sebentar lagii" ujar Bianca
"iya iyaaa.. ini kayaknya bagus bi, kamu coba dulu sana" kata Lita sambil menyerahkan pakaian yang ia rasa cocok untuk Bianca
Lalu Bianca memakai pakaian yang disarankan Lita, atasan crop berwarna soft pink dan celana jeans high waist berwarna biru.
"Gimana ta?" tanya Bianca
"Bagus bi, casual tapi manis. Abis Nicholas gak bilang sih mau kemana, jadi ini mungkin aman bi" jawab Lita.
"Oke ta, makasih Lita sayangg" ucap Bianca sambil memeluk sahabatnya.
"Kamu bener-bener sahabat terbaik aku ta, makasih lagi ya ta" ucap Bianca sambil ngambil paperbag dari Lita.
"Ya udah aku pulang dulu ya bi, aku gak mau ganggu kencan kamu tapi jangan lupa besok ceritain aku ya hehehe" kata Lita
"Iya ta, besok aku ceritain ya hehehe" jawab Bianca
Tak lama kemudian Nicholas dengan motor hijau kesayangannya tiba di rumah Bianca. Hari ini Nicholas tampak sangat gagah dan tampan. Ia memakai kaos berwarna putih dan celana panjang jeans berwarna biru, dipadukan dengan jaket denim yang warnanya senada dengan celananya. Ia lalu masuk ke dalam rumah dan melihat Bianca sudah menunggunya di ruang tamu.
"Hi cantik kesayangan aku. Happy birthday ya ca, aku berdoa semua yang terbaik untuk kamu. Semoga apa yang kamu inginkan bisa tercapai. Yang paling penting kamu sehat, panjang umur dan kita menua bersama ya ca. I love you forever ca" ucap Nicholas sambil memeluk Bianca.
"Makasih co untuk doamu, semoga kamu juga selalu mendapatkan yang terbaik ya co" ucap Bianca.
__ADS_1
"Yang terbaik untukku sekarang udah ada di depan mataku ca hehehe" ujar Nicholas gombal sambil mengelus kepala Bianca.
Mendengar Nicholas mengatakan mereka menua bersama, perasaan Bianca bergejolak. Hatinya terasa tenang dan bahagia. Namun pikirannya memberi signal untuknya, jangan sampai tembok pertahanannya runtuh. Jangan sampai ia mencintai laki-laki dengan sepenuh hatinya.
" Eh iya gimana penampilanku co, cocok gak sama planning kamu hari ini?" tanya Bianca berusaha mengalihkan.
"Perfect kok ca, ayo kita berangkat sekarang kalo kamu udah siap" jawab Nicholas.
"Oke co, kita berangkat sekarang ya" ucap Bianca, lalu Nicholas memakaikan helm untuk Bianca. Hal-hal, kecil seperti ini yang membuat Bianca merasa special saat bersama Nicholas. Padahal ia bisa saja memakai helmnya sendiri tetapi Nicholas selalu memakaikan dan melepaskan helm untuk Bianca.
Hari itu langit sedang berawan dan udaranya sejuk, Bianca memeluk Nicholas dari belakang saat mereka berboncengan. Mereka terlihat sangat bahagia hari itu.
"Co, kamu bener-bener gak mau kasih tau aku kita kemana ya?" tanya Bianca.
"Sabar aja ca nanti juga kamu tau kita kemana" ucap Nicholas.
"Iya iya tapi awas ya kamu macem-macem co hehehe" jawab Bianca sambil mencubit lengan Nicholas.
"Eehhh aduh sakit ca...kok dicubit sih! Ya gak mungkin lah aku macem-macem ca, pokoknya aman deh tenang aja" ucap Nicholas.
Motor hijau itu melaju membawa dua sejoli yang sedang jatuh cinta dan akhirnya sampailah mereka di destinasi pertama mereka.
"Co, kamu mau bawa aku ke mana sih sebenarnya?!! Kok kita ada di sini?" tanya Bianca bingung.
"Ayo sini aku lepas dulu helm kamu ya bi, sebentar lagi kamu tau kita akan kemana" jawab Nicholas sambil melepas helm yang dipakai Bianca dan juga dirinya.
Nicholas lalu menggandeng tangan Bianca dan mengajaknya antri ke loket pembelian tiket. Bianca yang semakin bingung dengan rencana Nicholas hanya bisa pasrah dan mengikuti Nicholas.
__ADS_1
"Pagi pak, dua tiket ke pulau F ya untuk keberangkatan yang paling cepat" kata Nicholas.