Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Maaf


__ADS_3

Siang itu Nicholas sudah duduk di kedai kopi tempatnya biasa duduk santai dengan Simon, tetapi hari ini kedatangannya bukan untuk bertemu Simon melainkan bertemu dengan Lita.


Nicholas ingin mencari tau mengenai hubungan Fritz dan juga Rena atau siapapun yang kemungkinan menerima alat test kehamilan dari Fritz. Nicholas sengaja bertemu dengan Lita karena Lita bisa mendapat informasi yang ia butuhkan, lagipula status Lita sebagai sahabat Bianca pasti membuatnya ingin membantu Nicholas, demi Bianca.


"Hi Nic, tumben kamu ajak aku ketemuan berdua aja. Ada apaan nih?!" tanya Lita bingung lalu menarik bangku dan duduk berhadapan dengan Nicholas.


"Iya sesekali lah kita ngedate hahaha" goda Nicholas.


"Udah ah jangan basa basi, ayo bilang ada apaan sebenernya. Kita kenal udah belasan tahun Nic, pasti ada yang mau kamu omongin dan serius kan" ujar Lita.


"Seberapa dekat sih kamu sama Fritz ta? maksudku secara personal ya, bukan apa yang kamu tau dari Bianca" ucap Nicholas.


"Hmmm... gak terlalu deket sih Nic tapi yang aku tau dan aku liat sih Fritz itu sangat sangat sangat cinta sama keluarganya..eh tapi tunggu, sejak kapan kamu peduli sama Fritz dan Bianca? Jangan bilang kamu selama ini belum move on ya?!! Apa lagi CLBK?!" ujar Lita blak-blakan seperti biasa.


"Jadi gini ta waktu di pesta pernikahan kamu, Simon nyuruh aku ambil ponselnya jadi aku masuk ke dalam ruang keluarga buat ambil ponsel Simon. Nah begitu aku mau keluar ruangan, aku denger pria dan wanita di depan pintu lagi ngobrol jadi aku putusin tunggu di dalem biar mereka gak keganggu. Nah aku denger wanita itu nyebut nama Fritz, sedengkan Fritz memanggilnya Ren. Mereka membicarakan sesuatu yang terjadi antara mereka di Palembang dan mereka mabuk dan ia juga tidak ingin Bianca tahu. Seingatku sekitar sebulan yang lalu Fritz baru aja dari Palembang kan" ucap Nicholas.


"Sebentar... Fritz, Ren dan Palembang?!" tanya Lita.


"Iya ta, sayangnya aku gak tau wajah wanita itu yang mana dan nama lengkapnya siapa..Makanya aku ajak kamu ketemuan ta, mungkin kamu tau" ucap Nicholas.


"Ren dan Palembang....hmmm...Palembang pasti keluarga Simon karena sebagian besar keluarga Simon tinggal di Palembang dan yang bernama ren ada dua orang Rena dan Irene!!" pekik Lita.


Lita lalu menjelaskan ke Nicholas kalau Rena adalah sepupu Simon. Seorang milyuner di usia muda, memimpin perusahaan dan sangat cantik. Tapi Lita yakin Rena tidak mungkin berhubungan dengan suami orang, ia pasti sangat menjaga reputasinya. Terlebih dengan kecantikannya ia mudah mendapatkan laki-laki manapun yang ia mau.


Irene juga sepupu Simon yang lainnya, ia seorang fashion designer di Palembang dan statusnya juga masih lajang tetapi orang tuanya sedang berusaha menjodohkannya dengan pengusaha dari Kalimantan. Hanya itu yang Lita tau dan Lita ragu baik Rena ataupun Irene adalah selingkuhan Fritz.

__ADS_1


"Dan kemarin waktu aku ke apotik, aku liat Fritz di apotik membeli banyak alat test kehamilan ta. Aku juga denger dia bilang ke seseorang di telpon untuk tetap di kamar, ia segera kesana. Sedangkan saat itu aku liat di instagram Bianca, ia sedang di mall sama Karen...Ya aku harap kecurigaanku gak bener ta.." lanjut Nicholas.


Lita bingung dan kaget dengan informasi yang baru ia dengar dari Nicholas. Fritz yang ia kenal benar-benar sosok suami idaman dan rasanya tidak mungkin ia berselingkuh dari Bianca, tetapi alibi Nicholas juga masuk akal.


"Oke Nic, kita cari tau masalah ini tapi jangan sampai Bianca dan Simon tau. Aku coba gali informasi mengenai Rena dan Irene" ucap Lita.


***


"Beib, kamu dari mana sih aku telpon kamu gak dijawab, chat gak dibaca!!Kamu lupa kita harusnya ke dokter??"ucap Raina. Ia sudah berusaha menghubungi Nicholas tapi Nicholas sedang asik berbicara dengan Lita sampai-sampai Nicholas tidak menyadari ponselnya belum diubah menjadi mode bunyi. Ponselnya tidak berbunyi dan tidak bergetar sehingga Nicholas tidak tahu Raina menghubunginya.


"Ya ampun Raina, maaf aku lupaaa.. Ayo kita berangkat sekarang, masih keburu kok setengah jam lagi" ucap Nicholas. Ia benar-benar lupa akan jadwalnya ke dokter hari ini.


"Kamu tuh kebiasaan, niat gak sih punya anak?!" oceh Raina.


Mereka pun bergegas menuju rumah sakit dan mereka konsultasi supaya cepat punya momongan. Dokter menyarankan Nicholas untuk mengkonsumsi vitamin yang diresepkan dan olahraga serta makan sehat. Dokter juga mengusulkan untuk mempertimbangkan program bayi tabung.


Raina pun bertanya panjang lebar mengenai bayi tabung, sekalipun ia tau biayanya cukup besar dan belum tentu berhasil tetapi untuk Raina yang adalah anak seorang Robby Hartanto, uang bukanlah masalah.


Membicarakan tentang bayi, membuat Nicholas akhir-akhir jadi sering mengamati bayi yang ia temui di mall atau dimanapun. Perlahan ia juga ingin memiliki keturunan, muncul sisi kebapakannya. Sehingga ia menyerahkan kepada Raina sepenuhnya untuk memilih jalan apapun demi memiliki keturunan. Ia juga tidak memikirkan perjanjiannya dengan Robby sebagai suatu beban.


***


Bianca sedang asik berendam di dalam bathup, ia mulai memikirkan malam di hotel ia bersama Nicholas. Ia selalu merasa bersalah membayangkannya tetapi tubuhnya selalu bereaksi sebaliknya. Tiap sentuhan Nicholas membuatnya sangat bergairah bahkan dengan membayangkannya saja ia merasa suhu tubuhnya meningkat.


Ia mengambil ponselnya yang ia letakkan di sampingnya, ia ingin mengirim pesan untuk Nicholas.

__ADS_1


"Nic, aku perlu bicara sama kamu" isi pesan Bianca.


Perlu waktu cukup lama sampai Nicholas membalasnya karena ia masih di rumah sakit dan baru membalas pesan Bianca saat ia sudah keluar ruangan dokter


"Akhirnya kamu bersedia ngomong sama aku bi. Sekarang bisa?Dimana?" balas Nicholas.


"Oke Nic bisa, di Garden Coffee Shop ya. Kira-kira satu jam lagi aku sampai sana" balas Bianca.


"Oke Bi, sampai ketemu nanti" jawab Nicholas.


Sejam kemudian Bianca sudah sampai terlebih dahulu, tangannya mengetuk-ngetuk meja di hadapannya. Memikirkan akan memulai dari mana untuk berbicara dengan Nicholas.


Tidak lama berselang Nicholas tiba, penampilannya cukup membuat gadis-gadis muda yang berada di coffee shop berbisik-bisik kagum. Bianca merasa sedikit cemburu melihat wanita lain seakan mengidolakan Nicholas.


Nicholas lalu duduk di hadapan Bianca dan mereka saling bertegur sapa.


"Nic, aku mau minta maaf sama kamu. Aku sadar gak seharusnya aku marah sama kamu padahal kejadian malam itu... itu juga terjadi karena aku membiarkannya terjadi..." ucap Bianca.


"Bi... it's fine.. aku juga minta maaf sama kamu karena udah berbuat terlalu jauh.." sambung Nicholas.


"Jadi kita baik-baik aja ya sekarang?" ucap Bianca sambil tersenyum.


Nicholas membalas senyuman Bianca lalu mengangguk, mereka berdua sadar sampai kapanpun cinta di antara keduanya akan selalu ada sekalipun keadaan tidak memungkinkan keduanya untuk bersatu.


Keduanya juga sepakat untuk berteman dan jangan membiarkan kejadian yang lalu terulang lagi.

__ADS_1


__ADS_2