
Sesampainya Simon, Lita dan Nicholas di rumah Bianca, ART pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam dan menunggu Bianca yang sedang di kamar mandi.
Ini pertama kalinya Nicholas masuk ke dalam rumah Bianca. Rumahnya cukup luas walaupun tidak sebesar rumah Nicholas. Bangunan bernuansa klasik modern didominasi dengan warna putih dan hitam menampilkan kesan bersih.
Nicholas melihat dibalik pintu kaca tepat di hadapan mereka, terdapat taman outdoor yang cukup luas dengan beberapa tanaman hijau, gazebo dan juga beberapa permainan anak-anak.
Matanya teralihkan pada lemari besar di sisinya duduk, berisikan banyak foto-foto keluarga Bianca. Ketika mereka menikah, honeymoon di Lombok, family trip ke berbagai kota dan belahan dunia. Nicholas mengakui Fritz dan Bianca tampak serasi. Fritz tidak kalah tampan dan gagahnya dengan Nicholas. Ada rasa perih di hatinya melihat susunan foto-foto itu.
"Hi mon, hi ta... oh hi, Nic... " sapa Bianca kaget melihat Nicholas berada di dalam rumahnya.
"Gimana bi anak kamu?" tanya Nicholas.
"Oh baik-baik aja, kata dokter semua aman kok Nic. Ini sekarang anaknya lagi main di atas, bentar lagi juga turun kok" jawab Bianca berusaha tenang.
"Ada siapa sayang?" tanya Fritz yang sedang menuruni tangga menuju lantai bawah.
"Ini ada temen-temenku sayang" jawab Bianca.
"Oh hi mon, hi ta dan yang inii.... oh iya Nicholas kan?!" sapa Fritz, menghampiri Nicholas.
"Loh kok kamu bisa tau ini Nicholas?" tanya Lita heran.
"Kami pernah ketemu di lift, Bianca bilang namanya Nicholas. Cinta monyetnya Bianca ya hehehe kenalin namaku Frits" ujar Fritz ceria dan sedikit meledek Nicholas.
"Hi, Nicholas" ucap Nicholas lalu menjabat tangan Fritz.
"Coba sayang dipanggil turun Karen biar ketemu nih sama semuanya" ujar Fritz.
Tak lama Karen pun turun setelah mendengar suara Bianca memanggilnya.
"Hi om Simon, tante Lita dan om... hhmm... yang ini Karen gak tau siapa pa" ujar Karen.
__ADS_1
"Ini namanya om Nicholas, teman mama juga" jawab Fritz.
"Halo Karen, ini om Nicholas panggil aja om Nic ya" sapa Nicholas.
"Halo om Nic" sapa Karen.
Lita lalu menghampiri Karen dan memberikan sebuah boneka teddy untuk Karen, ia lalu menerimanya dengan senang sekali dan memohon ijin untuk kembali ke kamarnya untuk bermain dengan boneka barunya ditemani pengasuhnya.
"Sayang, aku harus keluar sebentar ada beberapa hal kantor yang harus aku urus. Gak terlalu lama, sebelum makan malam aku pulang. Oh iya sekalian aja kalian makan malam disini nanti" ucap Fritz. Ia sangat menghargai kedatangan teman-teman Bianca ke rumahnya untuk menjenguk Karen.
"Bisa sih Fritz eh tapi aku dan Nic ada meeting kecuali Nic bersedia ubah jadwalnya hehehe..." ucap Simon melirik ke Nicholas.
Nicholas lalu melihat jam sudah menunjukkan hampir pukul empat sore, lantas ia pun menyetujui ucapan Simon untuk mengubah jadwal meeting mereka lalu mengabarkan assistantnya dan juga Raina kalau ia tidak makan malam di rumah hari ini.
" Oke kalau gitu aku berangkat dulu ya sayang, nanti aku take away makanan ya kamu gak usah repot-repot masak" ucap Fritz lalu memeluk sambil mengecup bibir istrinya dan pamit kepada yang lainnya.
Wajah Nicholas terasa panas melihat pemandangan di hadapannya. Jantungnya berdetak kencang, ia terkobar api cemburu. Betapa Nicholas sangat mendambakan Bianca dalam dekapannya tetapi ia malah melihat lelaki lain yang mendekap bahkan mencium Bianca.
Bianca spontan melirik ke arah Nicholas setelah suaminya beranjak pergi. Tatapan Nicholas sangat tajam, jelas ia marah.
Benar saja sebelum makan malam Fritz sudah pulang dengan dua kantung besar berisi makanan.
"I'm home" sapa Fritz lalu menghampiri Bianca dan kembali mencium bibir istrinya.
Kali ini Nicholas memalingkan wajahnya, berusaha tidak melihat itu walaupun dalam hatinya ia sangat cemburu.
Lalu mereka semua makan bersama, tidak terkecuali Karen. Mereka menyantap makanan yang dibawa oleh Fritz sambil bercengkrama.
"Tolong dong yang udah senior, kasih wejangan-wejangan ke aku sm Simon yang mau nikah. Kaya gimana sih kehidupan setelah nikah?! terutama buat Simon nih biar belajar jadi suami yang baik hehehe" ujar Lita.
"Nah bener, coba dong dari Nicholas dulu yang paling senior nih nikahnya duluan" ucap Simon menimpali.
__ADS_1
Nicholas menatap mata Bianca yang duduk di hadapannya lalu berkata "hmmm... gimana ya, itu semua tergantung pasangan masing-masing menurutku.. bingung juga jelasinnya gimana.." ujar Nicholas. Ia bingung harus menjawab apa sementara dalam pernikahannya ia pun merasa hatinya kosong. Hanya menjalankan perannya sebagai suami dan memenuhi tuntutan Raina.
Simon lalu meminta pendapat dari Fritz. Walaupun Simon tidak terlalu akrab dengan Fritz tetapi ia bisa melihat Fritz sebagai suami yang sangat baik. Terlebih Fritz dan Bianca tampak harmonis bahkan ia tidak pernah mendengar Lita bercerita hal yang kurang baik tentang rumah tangga Bianca.
"Kalo aku sih ya paling penting jalanin kewajiban sebagai suami. Pegang komitmen plus belajar romantis ya gak sayang?hehehe kan cewek-cewek suka kalo pasangannya romantis ya hehehe " ujar Fritz lalu memegang tangan istrinya.
Lagi-lagi Nicholas harus merasakan sakit di hatinya. Ia tau Bianca bersama orang yang tepat, Nicholas bisa melihat Fritz sangat mencintai Bianca tetapi hatinya sulit berkompromi.
Ponsel Nicholas bergetar, ia mendapat pesan dari Raina yang isinya omelan Raina karena Nicholas tidak makan malam dengannya di rumah.
"Pasti udah dicariin Raina ya Nic?" tanya Simon. Ia hafal betul setiap mereka keluar pasti Raina bolak-balik menghubungi suaminya itu.
"Iya mon" jawab Nicholas.
"Selesai makan kita langsung pulang ya Fritz, Bi soalnya cinderella dikejar waktu hahaha" ledek Simon.
"Ih bukan gitu dong Mon, kan cinderella mau ultah besok jadi mau disuruh cepet-cepet pulang" ujar Lita menimpali. Mereka berdua memang pasangan yang jauh dari kata romantis, sukanya melucu terus.
"Kamu besok ikut kan bi?" tanya Simon polos.
Bianca kaget ditanya seperti itu oleh Simon, ia ingat waktu Nicholas memintanya untuk seharian menghabiskan waktu bersama.
"Bianca bilang gak bisa mon" jawab Nicholas.
"Kalau kamu mau pergi boleh kok sayang" ujar Fritz.
"Tapi kan besok malam kamu ada jamuan makan malem sayang" ujar Bianca mencari alasan.
"Aku bisa sendiri sayang, gak apa-apa. Lagian ada Simon dan Lita yang jagain istri aku hehehe" jawab Fritz.
Lita lalu meyakinkan Bianca untuk ikut saja besok. Hingga akhirnya Bianca pun terpaksa menyetujui untuk pergi ke acara ulang tahun Nicholas.
__ADS_1
Mereka pun lalu berpamitan pulang. Ada perasaan gusar yang menghantui pikiran Nicholas. Ia sangat senang Bianca akan datang besok tetapi ia bingung bagaimana memberitahu Raina terutama setelah ia mengaku tidak kenal dengan Bianca setelah kejadian di lift tempo hari.
Ia yang jadi terbayang akan Bianca lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Bianca untuk mengucapkan terima kasih telah bersedia hadir di acara ulang tahunnya besok.