Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
I'm fine


__ADS_3

Nicholas...Mendengar namanya membuat pikiran Bianca kalut, jantungnya pun berdegup lebih kencang dari biasanya. Ya, dia sosok lelaki yang pertama kali menyentuh hatinya. "Dia yang mengajariku artinya CINTA, he is my first love..." batin Bianca berbisik.


"Oh iya gak apa-apa ta I'm fine. Kita juga udah lama banget ga contact2an, dia juga udah berkeluarga ta. We're good. Eh tapi kok bisa Simon jadiin dia bestman? Sejak kapan mereka deket deh ta?!" ucap Bianca, berusaha untuk tetap tenang walaupun ia gelisah.


"Oh iya setahun belakangan ini mereka akrab banget bi, sejak mereka ada project bareng. Jadi kantor tempat Simon kerja lagi cari vendor kerjasama untuk security ousourcing eh ternyata itu punyanya Nicholas bi. Kan kamu tau sendiri Simon temennya tuh bisa diitung jari hahaha jadi dia minta Nicholas aja. Duh, tapi beneran gak apa-apa bi? " Lita mulai meragukan kesiapan Bianca.


" Gak apa-apa ta, we're adult now.. Tapi dia gak apa-apa? Dia tau ga? " tanya Bianca


" Iya dia udah tau bi, oke aja sih dia juga. Tapi kamu tanya Fritz dulu ya bi, takut dia cemburu nanti aku ga enak juga" saran Lita dan Bianca mengiyakan.


Selepas pertemuannya dengan Lita, Bianca lalu bergegas pulang dan memilih menghabiskan waktu dengan berendam di bathup kamar mandinya. Tidak lupa menyalakan lilin aroma terapi untuk membuat suasana lebih relax. Ia masih gugup memikirkan harus bertemu dengan Nicholas. Jangankan bertemu, mereka bahkan sudah 5 tahun tidak berkomunikasi.


Nicholas dan Bianca, mereka couple favorit ketika masih di SMA. Nicholas salah satu cowok terpopular di sekolah, tinggi, putih dan memiliki senyum yang manis. Tingkah mereka dulu pacaran membuat banyak cewek-cewek di sekolah merasa iri dengan Bianca.


Nicholas selalu siaga mengantar pulang Bianca, bahkan suatu ketika tali sepatu Bianca terlepas dan Nicholas tidak segan-segan untuk berjongkok dan mengikatnya. Dimanapun ada Bianca, disitulah ada Nicholas. Mereka bagaikan tidak terpisahkan..


Bianca memejamkan matanya dan pikirannya membawanya ke dalam ingatan masa lalu, ketika Nicholas memintanya menjadi pacarnya.


Saat itu mereka sedang study tour ke pulau seribu, Nicholas yang sudah menyukai Bianca selama beberapa bulan terakhir berniat untuk menjadikan Bianca sebagai kekasihnya. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mendapatkan Bianca karna ia tau beberapa laki-laki juga sedang mendekati Bianca dan ia tidak suka akan itu.


Jadi saat guru mengumumkan para siswa-siswi mendapatkan free time, Nicholas pun segera menjalankan rencananya. Ia lantas memanggil Bianca untuk ikut dengannya ke pantai yang sepi. Hati Bianca saat itu berdegup kencang karna ia tau Nicholas pasti punya surprise untuknya, tapi ia tidak berani untuk menebak-nebak apa rencana Nicholas. Ia menyukai Nicholas tapi ia sangat berhati-hati dan tidak mau gegabah dengan laki-laki.


Dari kejauhan Bianca melihat setangkai bunga lily berwarna putih tergeletak diantara pasir pantai. Nicholas menarik tangan Bianca dengan lembut dan menggenggamnya. Bianca yang belum pernah sedekat itu dengan laki-laki ingin melepas genggaman tangan Nicholas tapi entah mengapa ia malah membiarkan Nicholas menggenggam tangannya. Ada rasa hangat menjalar di tubuhnya, mungkin kalau ada cermin di pantai ini ia bisa melihat bahwa pipinya sudah merona kemerahan.

__ADS_1


Nicholas yang menyadari pipi Bianca merona malah tersenyum manis, lalu ia mengambil bunga lily itu dan memberikannya untuk Bianca. Bianca lantas menerimanya dan tertunduk malu.


Lalu Nicholas mengajaknya duduk di pantai dan tampak sedikit salah tingkah juga, Nicholas juga merasa gugup karna belum pernah ia menyatakan perasaannya kepada wanita. Ia memperhatikan wajah Bianca dengan seksama, menatap mata Bianca yang bulat dan wajahnya yang cantik.


Ia lantas menarik napas panjang dan berkata "Jadi kamu tau kan bi beberapa bulan ini kita deket, teman curhat iya, makan & apapun itu. Jujur aku punya perasaan untuk kamu bi, makin hari aku makin besar & aku mau kita lebih dari teman bi".


Bianca yang mendengar perkataan Nicholas pun bingung harus berkata apa, ia juga punya perasaan nyaman dan sayang terhadap Nicholas yang lebih dari teman tetapi ia juga takut suatu saat Nicholas akan melukai hatinya.


" hhmm... aku aku, aku bingung harus bilang apa ke kamu. Kamu juga tau kan aku gak mau sakit hati, mungkin gak sekarang tapi nanti siapa yg tau... " jawab Bianca, berusaha jujur dengan Nicholas.


" Iya aku tau itu bi, tapi percaya aku gak akan nyakitin hati kamu dan aku janji gak akan ninggalin kamu kecuali kamu yg minta aku untuk pergi. I promise bi... " kata Nicholas sambil menggenggam tangan Bianca.


Bianca tau dia tidak akan sanggup menolak Nicholas, ia sangat, menyukai Nicholas. Ia pikir tak mengapa mencoba menjalin hubungan dengan Nicholas. Bahkan ia berkata dalam batinnya untuk jangan 100% memberikan hatinya kepada Nicholas.


"Thank you bi, pokoknya kamu bisa pegang kata-kata aku. I will never leave you, unless you ask me to.. So, we're a couple now hehehe" balas Nicholas.


Bianca lantas tersenyum, membayangkan dirinya sebagai kekasih Nicholas padahal beberapa bulan lalu saat belum mengenal Nicholas, ia sangat takut jatuh cinta tapi Nicholas datang sebagai seorang teman, perlahan memasuki hatinya dan merobohkan benteng pertahanannya selama ini.


" Sayang, aku pulang" tiba-tiba suara Fritz memecah lamunan Bianca, kemudia ia bangkit berdiri dari *bat*hup dan meraih jubah mandinya dan kembali ke kamar, mendapati suaminya sedang menyimpan jam yang sudah ia pakai ke dalam laci.


"Hi sayang, how's your day?" sapa Bianca


"Ya seperti biasa aja sayang, oh iya aku laper banget nih aku makan dulu ya baru mandi, boleh ya?? " kata Fritz manja

__ADS_1


" Iya boleh, ayo makan sayang" kata Bianca sambil menggandeng tangan suaminya.


Mereka berdua lalu bergandengan tangan jalan menuju ruang makan dan Karen sudah siap untuk makan bersama papa dan mamanya. Mereka lantas mencium pipi Karen dan duduk makan bersama.


"Oh iya tadi gimana kamu ketemuan sama Lita?" tanya Fritz


"Dia ternyata abis dilamar kemarin malam sama Simon sayang" jawab Bianca


"Wah, akhirnyaaa.. aku kira mereka bakalan pacaran seumur hidup hahaha" ejek Fritz


"Tapi sayang, Lita minta aku jadi bridesmaidnya.. " sambung Bianca


"Oh iya boleh dong, biar gantian kamu sm Lita" jawab Fritz


"Cumaaa...Nanti Nicholas yang jadi bestmannya sayang. Makanya aku ijin dulu ke kamu" kata Bianca


"Hmmmm... aduh boleh gak ya?! Nanti istri aku ketemu sama mantan pacarnya lagi hehehe" ejek Fritz


"Ihhh kamu tuh bercanda terus, aku serius tauuu.. Boleh gak nih?" tanya Bianca dengan sedikit ngambek


"Boleh sayang, lagian kan Nicholas cuma cinta monyet kamu jaman SMA apalagi kamu udah jadi istri aku kan. Aku percaya sama kamu kok tapi awas kalo dia berani genit sama kamu ya" jawab Fritz.


"Makasih sayang, ya udah nanti aku bilang ke Lita ya" kata Bianca. Fritz tau kalau Nicholas adalah pacar pertama Bianca tapi ia tidak tau seberapa dalam perasaan yang Bianca punya untuk Nicholas dan bagaimana sulitnya Bianca untuk melupakan Nicholas, bahkan ia masih kesulitan memaafkan dirinya sendiri karna telah kehilangan Nicholas.

__ADS_1


Bianca sadar ini sangat berbahaya untuk perasaannya tetapi ia juga tidak mau mengecewakan Lita sahabatnya. Bianca sangat senang saat Lita memintanya menjadi bridesmaidnya. Ia berkata pada dirinya sendiri untuk mengontrol dirinya, terutama perasaan yang sudah ia kubur dalam-dalam selama sepuluh tahun ini. "I'm fine and i will be fine..." kata Bianca dalam batinnya.


__ADS_2