
"Bi, ini malam terakhir kita di Barcelona dan besok kita akan kembali ke Jakarta.. Gimana rencana kamu setelah ini?" tanya Nicholas sambil menyuap sepotong kentang goreng ke mulutnya. Hari ini mereka seharian di luar, berjalan-jalan ke berbagai tempat hingga kelelahan dan memutuskan untuk makan malam di kamar hotel saja.
"Hmmm... aku gak tahu Nic tapi mungkin aku akan coba memaafkan Fritz. Bukan hanya Fritz yang berselingkuh dalam pernikahan kami.." ucap Bianca merasa malu dengan Nicholas.
"Bi... apa yang terjadi antara kita... itu..." Nicholas berusaha menjawab tetapi ia juga bingung harus berkata apa.
"Itu apa Nic?" tanya Bianca, mencari jawaban dari Nicholas.
Nicholas lalu menghela napas panjang, ia tahu apa yang Bianca katakan benar adanya.
"Mungkin aku gila tapi entahlah rasa begitu natural dan alami bagaimana tubuhku merespon setiap kali berdekatan denganmu Bi.. Aku menginginkan kamu dan selalu begitu Bi tapi seperti katamu, perselingkuhan..." ucap Nicholas menatap Bianca penuh cinta.
Jantung Bianca berdegup dengan kencang, ia tahu betul jika dirinya merasakan hal yang sama terhadap Nicholas. Bahkan tubuhnya juga merespon hal yang sama setiap ia berdekatan dengan Nicholas.
"Aku.... aku..." ucap Bianca kelabakan, tidak terpikirkan satu kata pun untuk menjawab Nicholas.
Nicholas beranjak dari kursinya lalu mendekat ke arah Bianca. Nicholas dapat merasakan napas Bianca di wajahnya, ia memberanikan diri mendekat ke arah Bianca dan mencium bibir Bianca dengan lembut. Bianca memejamkan mata, menikmati kecupan Nicholas pada bibirnya. Lidahnya menyeruak masuk ke dalam mulut Bianca dan lidah mereka saling beradu. Nicholas mengecup tengkuk dan leher Bianca, menyapunya dan menyesapnya lembut.
Bianca mengeluarkan de*ahan dari bibirnya, Nicholas benar-benar membuat dirinya lepas kendali. Saat tangan Nicholas masuk ke dalam bajunya, Bianca bahkan membuka pakaiannya menyisakan pakaian dalamnya saja.
"Nic, i want you" ucap Bianca menggila saat Nicholas menc*umi dan menj*lati puncak dadanya yang berwarna merah muda. Ia sadar ini salah tetapi ia berpikir jika Fritz bisa, ia juga bisa terlebih ia melakukannya dengan Nicholas.
"I want you too Bianca.." jawab Nicholas. Membiarkan dirinya dikuasai oleh napsu.
Nicholas melepas semua penutup atas dan bawah milik Bianca lalu melepas semua pakaian dan penutup dirinya.
Jil*tan Nicholas turun ke tubuh bagian bawah milik Bianca, mendengar Bianca mengerang membuat Nicholas semakin cepat memainkan lidahnya disana. Jarinya pun mulai menyeruak masuk ke dalam sana sambil terus menjil*ti titik lemah bagian bawah milik Bianca.
__ADS_1
"Nicccc......" des*h Bianca lalu menumpahkan cairan yang membasahi bagian bawahnya.
Nicholas lalu naik ke atas Bianca dan mengarahkan senjata miliknya yang sudah berdiri tegak ke dalam inti tubuh Bianca.
"Arrrgghhhh" des*h keduanya.
Nicholas terus memompa tubuhnya dengan cepat, Bianca benar-benar hanyut dalam permainan Nicholas. Ia mencari ujung bantal untuk diremas dan berpegangan, Nicholas yang menyadari hal itu lalu menggenggam tangan Bianca.
"Nic.. aku hampir sampaii.... " ucap Bianca tidak tahan lagi.
"Aku juga Bi..." jawab Nicholas lalu mempercepat tempo gerakannya dan keduanya melakukan pelepasan bersamaan.
Nicholas jatuh ke samping Bianca lalu menciumi Bianca dan memeluknya. Mereka tidur sambil berpelukan malam itu, tanpa benang apapun yang menutupi keduanya.
"Morning Bi" ucap Nicholas mengelus pipi Bianca.
Mereka berdua beranjak ke kamar mandi untuk mandi bersama dan disana mereka kembali mengulang permainan yang tidak kalah daripada semalam.
"Bi.. kita harus gimana sekarang?" tanya Nicholas sambil memeluk tubuh Bianca dari belakang.
"Entahlah Nic, rasanya bersamamu begitu tepat sekalipun ini salah Nic..." jawab Bianca sambil memakai pakaian.
"Aku pun merasakan hal yang sama Bi.. Aku benar-benar gak bisa lepasin kamu lagi Bi" ucap Nicholas.
"Nic, rumah tanggaku sudah hancur tapi kamu bahkan baru aja memulai semuanya. Kamu akan punya anak dari istri kamu. Aku sangat mencintai kamu Nic, sama seperti dulu.. tapi aku rasa kamu kembali ke keluargamu akan menjadi pilihan yang tepat..." lirih Bianca.
Nicholas tahu itu benar tetapi ia tidak ingin kehilangan Bianca dalam hidupnya. Menginjakan kaki dalam dua perahu juga bukan hal yg tepat mengingat ia akan mempunyai anak dari Raina.
__ADS_1
Setibanya di Jakarta, Nicholas mencium Bianca sekali lagi sebelum keduanya menuju tempat yang berbeda.
***
Bianca memutuskan untuk langsung menuju rumah dan bertemu dengan Karen. Ia membawakan banyak mainan untuk anaknya yang ia beli ketika di Barcelona.
Fritz yang menyadari kedatangan Bianca lalu mengajaknya untuk berbicara berdua di kamar. Bianca lalu mengikuti langkah Fritz ke dalam kamar.
"Fritz, aku udah denger semuanya dan aku rasa benar kamu memang tidak berniat berhubungan dengan Rena tetapi aku sepertinya tidak mungkin bisa melupakan bayangan kalian berdua. Aku rasa lebih baik jika kita berpisah Fritz, kepercayaanku udah rusak.." lirih Bianca.
Fritz begitu emosi mendengar kata-kata dari Bianca.
"Gak Bi, aku gak mau pisah... Kamu bilang kepercayaan yang rusak??!!! Gimana dengan kepercayaan aku Bi??" pekik Fritz.
Bianca tidak mengerti maksud dari perkataan Fritz.
"Maksud kamu?" tanya Bianca bingung.
"Gimana sama kamu yang udah bohong sama aku?!!Nicholas bukan sekedar cinta monyet Bi!!! Kamu ke Madrid dan Barcelona bersama siapa???? Coba jawab Bi!!! Kamu pikir aku gak tahu Bi? Kepercayaan yang mana yang kamu omongin sekarang?" ucap Fritz emosi.
Bianca kaget setengah mati mendengar ucapan Fritz. "Bagaimana ia mengetahui kepergiannya dengan Nicholas ke Madrid dan Barcelona??!!!" pikir Bianca.
"Bianca... aku tahu segalanya tapi aku diam, aku menunggu kamu pulang Bi. Aku gak bisa menyalahkan kamu atas semuanya, aku hanya ingin kita bisa memperbaiki apa yang rusak Bianca.. Aku maafin kamu dan apapun yang kamu mungkin lakuin selama ini, kamu mau kan maafin aku Bi?" ucap Fritz. Ia tidak bodoh istrinya pergi selama seminggu bersama laki-laki yang pernah ada dalam hidupnya dan tidur sekamar bersama laki-laki itu. Sesuatu mungkin saja terjadi antara mereka tapi Fritz hanya ingin memperbaiki rumah tangganya demi Karen.
"Fritz.. maaf aku gak jujur sama kamu..tapi aku benar-benar gak tahu apa aku sanggup menjalani pernikahan ini. Pernikahan kita udah rusak Fritz... aku... aku.... aku tidur dengan Nicholas..." ucap Bianca jujur, air matanya tumpah.
Mendengar itu keluar dari bibir Bianca, hati Fritz sangat terluka sekalipun ia sudah menduga hal itu mungkin saja terjadi. Ia bahkan sudah memikirkan jika itu benar terjadi, ia akan memaafkan Bianca dan menganggap kedua impas.
__ADS_1
Bianca hanya menangis dan menyadari kesalahan dan kebodohannya. Awalnya Bianca memang menganggap hubungannya dengan Nicholas untuk menghukum Fritz tetapi ia malah terjebak dalam permainan Nicholas yang membuat tubuh dan pikirannya tidak sinkron, sampai membuat mereka melakukannya lebih dari satu kali.