Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Bantuan untuk Rena


__ADS_3

"Selamat ya Nic.. papa sangat senang program kalian langsung berhasil. Papa titip jaga Rena ya Nic dan juga cucu papa.. " ucap Robby kepada Nicholas. Pagi ini Robby sengaja mampir ke rumah Nicholas dan Raina untuk melihat keadaan putri kesayangannya.


"Iya pa, makasih. Papa gak usah khawatir, Nicholas pasti jaga Raina dan cucu papa.. Raina juga masih bedrest pa di kamar, Nicholas juga banyakan kerja dari rumah sekarang buat temenin Raina" jawab Nicholas. Ia sangat memahami jika Robby pasti bersikap sangat protektif terhadap anak dan calon cucunya.


"Oke papa cek Raina dulu ya Nic.. Oh iya satu hal lagi, mengenai perjanjian kita... Kita lupakan aja ya karena Raina juga sudah mengandung sekarang" ucap Robby.


"Baik pa.." jawab Nicholas dan membiarkan Robby naik ke atas untuk bertemu Raina sementara ia menuju ke ruang kerja.


Ia membuka ponselnya dan melihat-lihat instagram, melihat Bianca sedang berlibur bersama Fritz dan Karen ke Barcelona membuat Nicholas sedikit cemburu. Namun sama seperti Bianca, Nicholas juga tidak ingin menatap masa lalu lagi. Ia hanya ingin fokus kepada istri dan calon anaknya dan membangun sebuah keluarga bahagia, sama seperti yang Bianca dan Fritz miliki.


***


Fritz sudah rapih dan siap untuk menyusuri Barcelona hari ini. Ia sedang menanti Bianca yang sedang mandi, sementara Karen sedang asik bermain dengan bonekanya.


Fritz teringat akan Rena dan segera mengambil kartu nama yang diberikan Rena, lalu mengirim pesan untuk Rena. "Ren, ini aku Fritz. Kapan kita bisa bertemu dengan ayah dari bayi kamu?" pesan Fritz.


Rena yang sedang duduk santai sambil membaca buku kehamilan mendengar ponselnya berbunyi. Ia melihat pesan masuk dari Fritz yang menanyakan tentang pertemuan mereka. Ia lalu melihat daftar kontak di ponselnya, melihat sosial medianya dan berpikir apa ada laki-laki yang bisa membantunya.


Tiba-tiba ia teringat akan temannya Vicky. Vicky adalah teman Rena saat kuliah, ia sudah menikah dan ikut suaminya yang orang asing menetap di Barcelona. Rena bahkan meminta bantuan pada Vicky untuk mencarikannya apartment. Dua hari setelah ia tiba di Barcelona, Vicky mengundangnya untuk datang ke ulang tahunnya. Saat itu salah satu teman Vicky sempat mengajaknya berkenalan dengannya. Namanya Alan, seorang blasteran Indonesia dan Italia, tentu saja ia sangat tampan tetapi Rena yang teringat akan kehamilannya menolak saat Alan mengajaknya makan malam berdua.


Ia percaya Alan hanya tertarik dengan penampilan Rena tetapi jika Alan tau ia sedang hamil terlebih dari laki-laki yang sudah berkeluarga pasti Alan akan menjauhinya.


Tetapi kali ini ia benar-benar butuh bantuan Alan, hanya Alan laki-laki single dan cukup meyakinkan untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Rena yang sedang kalut lalu menghubungi Alan dan mengajaknya untuk makan siang bersama. Alan yang sangat tertarik dengan Rena tentu saja langsung menyanggupi permintaan Rena.

__ADS_1


"APAAA?!!!! Pura-pura jadi kekasih kamu??" tanya Alan terkejut. Ia ingin jadi kekasih sungguhan Rena tetapi Rena malah memintanya untuk berpura-pura.


"Iya Al, please help me.." bujuk Rena memelas.


"Oke, sebenarnya ada apa sih Ren? Can you tell me truth?" tanya Alan lagi, ia ingin tahu ada apa sebenarnya dengan Rena.


Rena terdiam, ia menjadi ragu untuk menceritakan yang sebenarnya pada Alan terlebih ia tidak mengenal Alan dan tidak tahu kepribadian Alan. Kehamilannya seakan membuat seorang Rena kehilangan wibawanya sebagai seorang pemimpin, ia merasa begitu tidak percaya diri karena hamil di luar nikah.


Alan yang melihat Rena tertunduk dan diam dengan wajah sedih merasa bersalah karena sepertinya ia terlalu memaksakan Rena.


"Sorry Ren aku terlalu memaksa kamu ya. Oke aku mau bantu kamu, kamu sampe hubungin aku dan minta bantuan, aku yakin pasti kamu benar-benar butuh bantuan" ucap Alan.


"Al, aku sedang mengandung..." ucap Rena dengan mata berkaca-kaca.


Rena lantas menceritakan semuanya kepada Alan dari perkenalannya dengan Fritz lalu malam dimana mereka mabuk sampai terjadilah hal terlarang itu dan ia mengandung janin hasil hubungannya dengan Fritz.


"Lantas kenapa kamu gak mau Fritz tau kalau ini anaknya?" tanya Alan.


"Karena.... Fritz sudah berkeluarga Al.." ucap Rena.


Rena menjelaskan kalau ia ke Barcelona untuk menutupi kehamilannya dari teman dan keluarganya, bahkan Alan ada orang pertama yang Rena beritahu. Ia tidak menduga kalau Fritz dan keluarganya berlibur ke Barcelona dan tidak sengaja bertemu dengannya.


Alan dapat memahami situasi Rena saat ini, Rena tidak ingin merusak keluarga yang dimiliki oleh Fritz. Tanpa berpikir panjang Alan pun menyetujui rencana Rena dan akan siap membantu Rena.

__ADS_1


Rena tidak dapat menutupi rasa senangnya, ia tersenyum ke arah Alan, membuat Alan semakin menyukainya.


"Aku setuju Ren tapi ada syaratnya" ucap Alan.


"Syarat apa Al?" tanya Rena bingung.


"Kamu kan dulu nolak dinner bareng aku, jadi syaratku adalah kamu mau dinner sama aku.. Oh iya aku salah, bukan kamu tapi kamu dan bayi di perut kamu.." ucap Alan sambil tertawa kecil.


"Oke deal" kata Rena sambil mengulurkan tangannya ke Alan dan mereka pun bersalaman tanpa sepakat dengan perjanjian lisan mereka.


"Kamu bilang ke Fritz, besok malam aku bisa makan malam bersamanya" ucap Alan.


Rena lantas mengirimkan pesan untuk Fritz, mengajaknya untuk bertemu besok malam dan memintanya untuk mengajak anak dan istrinya sekalian. Rena tidak ingin merasa kaku jika hanya bertiga lagipula jika ada Bianca, Fritz pasti tidak banyak bertanya yang membuat Bianca curiga akan hubungan mereka.


"Sekarang kita susun skenario kita Ren, jaga-jaga seandainya Fritz tanya kita kenal dimana. Oh iya sebelumnya kita harus saling mengenal dulu satu sama lain. Kepribadian kita, kesukaan kita, background kita seperti apa dan banyak lagi" ucap Alan.


"Apa perlu sedetail itu Al?" tanya Rena bingung harus memulai dari mana.


"Harus itu!! Sekalipun kita pura-pura tapi setidaknya chemistry kita tuh dapet banget loh Ren. Supaya Fritz yakin dan kita emang keliatan kayak pasangan bahagia yang sedang jatuh cinta, plus gak sabar menanti kelahiran anak kita" jelas Alan. Ia benar-benar ingin menolong Rena, ia merasakan getaran yang sangat kuat saat ini, saat ia bersama Rena.


"Bener juga kata kamu ya Al" ujar Rena setuju dengan perkataan Alan.


"Sekarang ayo kita berkeliling Barcelona sambil kita mengenal satu sama lain! Kencan sehari bersama Alan Jefferson" ucap Alan sambil berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng tangan Rena untuk pergi bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2