Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
First meeting


__ADS_3

"bi, besok kita fitting dress yuk biar nikahan aku. Sorry mendadak banget soalnya rencana pernikahan aku dimajuin bi jadi bulan depan. Mamaku kondisinya semakin menurun bi, kalau nunggu 3 bulan lagi jujur aku juga gak tau akan gimana." kata Lita dalam sambungan telfon. Mama Lita sudah setahun ini terkena diabetes dan beberapa bulan ini kondisinya semakin menurun memang.


" Iya ta gak apa-apa kok, sekolah Karen juga masih libur pergantian term selama dua minggu dan dia minta nginep di rumah mamaku jadi aku free. Nanti kamu chat aku ya jam berapa dan lokasinya dimana" jawab Bianca, lalu menyudahi telfon Lita dan memberitahukan Fritz.


"Iya sayang, kamu ga harus ijin aku kok aku percaya kamu bisa atur waktu kamu. Di rumah juga bosen pasti, apalagi Karen mau nginep di rumah mama" kata Fritz


Bianca memandang mata Fritz lalu memeluknya erat, pelukan yang saat ini ia butuhkan untuk menenangkan pikirannya yang kacau sejak nama Nicholas kembali di telinganya.


"Manja amat sih istri aku, aku mandi dulu sayang nanti abis mandi baru kita lanjut bergulat-gulatnya ya hehehe" goda Fritz


"Ih kamu yang genit, ya udah sana mandi dulu kalo gitu. Aku nemenin Karen bobo dulu ya sayang. I'll be backkk.. " goda Bianca balik dan berjalan menuju kamar Karen lalu membacakan dongeng dan menemaninya hingga tertidur baru Bianca kembali ke kamarnya.


Fritz sudah menunggu Bianca kembali, ia menepuk bantal di sisinya memberi tanda pada Bianca untuk berbaring bersamanya. Lalu Bianca menghampirinya dan berbaring di sebelah suaminya sambil memeluk manja. Fritz kemudian mengelus pipi istrinya itu sambil memuji kecantikan istrinya itu dalam hati. Fritz menatap istrinya dalam-dalam lalu mencium bibir Bianca dengan lembut.


Bianca menyambut ciuman suaminya itu, beberapa detik kemudian ciuman itu menjadi ciuman yang panjang dan penuh dengan gairah. Bibir Fritz lalu menciumi tengkuk istrinya, membuat Bianca semakin bergairah. 5 tahun menikah, Fritz tau dimana titik-titik kelemahan istrinya itu.


Tangannya dengan lembut membuka pakaian Bianca lalu Bianca membantu Fritz membuka pakaiannya. Fritz menciumi tubuh istrinya yang tidak terbalut apapun, membuat Bianca tidak tahan lagi lalu mereka berdua menuntaskan gairah di antara mereka lalu tertidur sambil berpelukan.


Keesokan paginya Bianca terbangun saat Fritz menciumi pundaknya, " Morning sayang" sapa Bianca.


"Morning sayang, thank you for last night" balas Fritz, lalu bangun untuk mandi dan bersiap berangkat kerja.


Bianca lalu menyalakan handphonenya dan melihat chat dari Lita yang mengabarkan kalau nanti Lita dan Simon akan menjemput Bianca jam 9.00 pagi dan mereka akan pergi bersama menuju bridal.

__ADS_1


Ia bertanya dalam hatinya akankah Nicholas ikut hari ini? Dan jika iya, ia harus bagaimana menghadapi Nicholas mengingat terakhir kali mereka berbicara, mereka berdebat hebat dan seketika hati Bianca terasa sakit mengingat malam itu, malam sebelum pernikahan Nicholas dan Raina.


Tak ingin terlarut lebih dalam, Bianca lalu bangun dari ranjang dan bergegas mandi setelah Fritz selesai mandi. Kemudian ia menyiapkan cereal untuk Fritz sarapan dan secangkir susu hangat.


"Sayang, nanti Simon dan Lita yang jemput aku ya jadi aku gak bawa mobil" kata Bianca.


"Oke sayang, be good! I trust you" kata Fritz lalu melanjutkan sarapan dan berangkat kerja. Lalu Bianca mengantarkan Karen untuk menginap ke rumahnya mamanya yang hanya berjarak 5 rumah dari rumah Bianca.


Tepat jam 9 pagi Simon dan Lita sudah sampai di depan rumah Bianca. Ia mendengar suara klakson mobil Simon dan bergegas untuk keluar. Bianca membuka pintu mobil Simon, bertanya dalam hati apakah ada Nicholas di dalam mobil lalu ia melihat tidak ada Nicholas di dalam mobil. Ntah harus merasa lega atau kecewa, dalam batin Bianca. Ia lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang.


"Hi love birds, langsung nih kita ke bridal?" sapa Bianca


"Hi bi, lama nih kita gak ketemu kayanya ya. Ada kali hampir setahun ya, terakhir ketemu pas ulang tahun Lita tahun lalu" kata Simon


"Ya maklum bi, kumpulin modal nikah hehehe" kata Simon


Kendaraan pun meluncur diiringi dengan obrol mereka bertiga seputar kehidupan keseharian mereka. Sampai akhirnya mereka tiba di One Bridal. Bridalnya cukup besar dan komplit, dari gaun wedding, gaun pesta sampai jas untuk pria juga ada. Interiornya juga sangat modern dan berkelas. Sementara itu, Lita dan Simon sibuk melihat-lihat gaun dan jas untuk mereka. Bianca melihat sekeliling bridal sampai ia mendapati sosok yang tampak tak asing dari belakang. "That's him... " batinnya berkata


"Bianca!" suara Lita terdengar memanggil Bianca excited


" Iya ta, aku kesana" jawab Bianca, teriakan Lita yang menyebut nama Bianca menyadarkan sosok laki-laki yang sedang berdiri di pojok ruangan dan kemudian berjalan mengikuti Bianca.


"Bi, this is the dress!" teriak Lita penuh bahagia saat berhasil menemukan wedding dress yang ia suka. Lalu mereka berdua tertawa bahagia bersama, bak dua anak kecil yang mendapatkan boneka baru.

__ADS_1


"Bianca " suara yang tak asing itu memanggil Bianca


Bianca lalu menoleh dan menjawab "ohhh hi Nicholas.. " berusaha tetap tenang, ia merasa asing dengan Nicholas saat ini. Bahkan mereka tak lagi memanggil satu sama lain dengan panggilan kesayangan mereka dulu Coco dan Caca.


"Eh Nic kamu udah sampe? Itu Simon lagi coba jas, gimana kamu udah dapet jas yang cocok belum?" tanya Lita berusaha mencairkan suasana.


"Iya udah sekitar 15-20menit tadi aku sampe, jas yang aku mau lagi diambil sama pegawai disini. Tadi sambil nunggu aku denger suara kamu panggil2 Bianca jadi aku kesini. Nice dress by the way" ujar Nicholas.


"Thanks Nic, jangan sampe Simon liat nih aku pake wedding dress pamali kata orang dulu mah. hehehe aku ukur yang harus di-adjust dulu ya sama mbaknya. Bi, kamu cari aja dressnya yang bagian warna silver ya bi" kata Lita lalu melengos pergi


Bianca yang cangguh dengan keberadaan Nicholas lalu pamit untuk melihat-lihat dress.


"Aku kesana ya Nic" kata Bianca sambil menunjuk ke arah rak yang penuh dress berwarna silver dan Nicholas pun mengangguk lalu pergi untuk mencoba jas yang ia suka.


Dari puluhan dress berwarna silver, Bianca menemukan satu yang paling ia sukai lalu meminta pegawai bridal untuk membawakannya ke ruang fitting. Lantas ia mencoba gaun yang ia sukai, pas sekali seakan gaun itu dirancang untuknya. Gaun panjang model halter neck berwarna silver, dengan payet dibagian bawah membuat gaun itu nampak simpel tapi sangat elegant dan cantik. Memperlihatkan lekuk pinggang Bianca yang ramping dan sedikit mengekspose kulit putihnya.


Ia memanggil Lita yang nampaknya sudah selesai fitting dan sudah menunggunya di depan.


"Oke bi, sini keluar biar aku liat" jawab Lita


Bianca membuka pintu fitting room dan melangkah keluar untuk memperlihatkan gaun pilihannya.


"Cantik.. " puji Nicholas

__ADS_1


__ADS_2