Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Handuk


__ADS_3

"Halo, Rena?" suara di ujung ponsel Rena.


"Iya betul, ini siapa ya? kenapa punya nomor pribadiku?" tanya Rena bingung.


"Kenalkan aku Raina, ada hal penting yang harus aku omongin ke kamu" ucap Raina di ujung telepon. Raina mendapatkan nomor telepon Rena bukanlah hal yang mudah. Maya asisten Rena di Indonesia adalah sahabat salah satu orang kepercayaan Raina. Untuk membujuknya memberi nomor Rena sangat sulit tetapi ia akhirnya berhasil mendapatkannya setelah berdalih bahwa ada hal yang sangat penting menyangkut kerjasama yang ingin Raina bahas dengan Rena secara personal. Maya tahu betul sifat bosnya yang selalu mengutamakan pekerjaan, jadi ia memberikan nomor Rena.


"Iya, tentang apa?" tanya Rena kembali.


Raina lalu menjelaskan pada Raina jika ia adalah teman dari Fritz dan Bianca. Ia menghubungi Rena dengan tujuan mencari tahu tentang kehamilan Rena apakah anak dari Fritz atau bukan.


"Saat ini Bianca sudah dalam perjalanan menuju Barcelona. Ia pasti ingin menemui kamu Ren, ia ingin tahu hubungan kamu dan Fritz. Ia ingin dengar langsung dari kamu sekaligus meyakinkan diri jika benar kamu dan Fritz tidak sengaja berhubungan malam itu. Jujur saja, rumah tangga mereka sedang di ujung tanduk saat ini Ren" ucap Raina.


"Benar, hubungan aku dan Fritz hanya terjadi malam itu saja bahkan itu pun karena kita berdua mabuk. Aku gak ingin rumah tangga mereka hancur karena aku Rai..." ucap Rena lirih. Ia tidak menyangka semua akan seperti ini jadinya.


"Ren maaf sebelumnya tapi apa kamu hamik anak Fritz? karena ini akan menjadi fakta yang sangat penting untuk Fritz dan Bianca" tanya Raina.


"bukannnn" jawab Rena. Ia kembali berbohong karena ia sudah bertekad untuk menutup kebenaran ayah dari bayinya, terlebih karena adanya Alan dalam hidupnya kini.


"Raina, aku memang sedang mengandung tetapi ini bukan anak Fritz. Ini anak dari pacarku, Bianca dan Fritz juga sudah bertemu dengannya jadi aku rasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan kehamilanku. Kalau aku perlu menjelaskan semuanya kepada Bianca, aku bersedia kok..." jelas Rena.


Ia bahkan untuk berpikir untuk menghubungi Bianca setelah mendengar ucapan Raina. Bagaimanapun Rena tidak mau Fritz dan Bianca sampai bercerai karena kebodohan satu malam yang terjadi. "Bianca berhak mendapat penjelasan" pikir Rena.


Mendengar ucapan Rena, Raina menjadi lebih tenang. Ia hanya berharap Bianca dan Fritz segera berbaikan dan jangan mengusik kehidupannya lagi dengan Nicholas.

__ADS_1


"Oke kalau begitu, terima kasih Ren untuk waktunya. Aku berharap Fritz dan Bianca bisa segera berbaikan lagi" ucap Raina.


"Sama-sama Rai... Oh ya kalau ada perkembangan apa-apa, kamu bisa hubungi aku Raina. Hhmmm.... tolong kirimkan nomorku untuk Bianca ya, supaya aku bisa bertemu dengannya jika ia sudah di Barcelona" ucap Rena.


Raina mengirimkan nomor Rena pada Fritz dan memintanya untuk memberikan pada Bianca. Raina juga menyampaikan pada Fritz ucapan Rena jika kehamilannya adalah hasil hubungannya dengan kekasihnya.


Fritz merasa lega mendengar penjelasan Raina. Ia langsung saja mengirimkan nomor Rena pada Bianca dan meminta Bianca untuk menghubungi Rena. Ia berharap Bianca dapat segera bertemu Rena.


****


Bianca dan Nicholas baru saja tiba di Barcelona dan tiba di penginapan mereka. Kali ini mereka memutuskan untuk menginap di kamar yang berbeda tetapi dengan connecting door supaya memudahkan mereka untuk berkomunikasi. Nicholas takut ia tidak dapat menahan dirinya jika setiap malam harus melihat Bianca tertidur tanpa dapat menyentuhnya. Bianca juga merasakan getaran melihat Nicholas berlalu-lalang di kamar dengan boxer dan sesekali bertelanjang dada memperlihatkan dadanya yang bidang dan perutnya yang ramping berotot.


Baru saja Bianca ingin istirahat sejenak, ia dikejutkan dengan pesan dari Fritz yang mengirimkan nomor telepon Rena. Ia langsung membuka pintu yang menghubungkan kamar mereka dengan semangat sambil memanggil nama Nicholas.


"Biiii jangan masukkkkkk" teriak Nicholas.


Nicholas baru saja selesai mandi dan ketika Bianca membuka pintu, bertepatan dengan Nicholas sedang membuka handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya. Melihat Nicholas tanpa sehelai benang di tubuhnya, pipi Bianca memerah dan memanas. Ia dapat melihat dengan jelas bagian bawah Nicholas.


Nicholas dengan terburu-turu kembali memakai handuk dan menutupi daerah pribadinya.


"Udah Bi kamu boleh buka mata kamu.." ucap Nicholas berusaha tenang.


"Maaf Nic, aku tadi gak ketuk pintu dulu" jawab Bianca dengan wajah merah.

__ADS_1


"Gak apa-apa Bi, lagipula ini bukan kali pertama kan kamu lihat punyaku hehehe" goda Nicholas setelah melihat wajah merah Bianca dan membuatnya semakin salah tingkah. Sebagai wanita dewasa yang sudah menikah, wajar jika Bianca juga merasakan sedikit dorongan di bagian bawahnya setelah melihat Nicholas tadi, terlebih ia sudah cukup lama tidak melakukannya sejak ia tahu perselingkuhan Fritz.


"Nic, aku dapet nomornya Rena. Aku gugup harus bilang apa ya?" oceh Bianca mengalihkan.


"Ajak ketemuan langsung, kapan ia sempat?" ucap Nicholas.


Bianca lalu duduk di samping ranjang Nicholas lalu mengetikan pesan untuk Rena. Ia meletakkan ponselnya lalu melihat Nicholas sudah memakai boxer dan duduk di sampingnya, ia juga tidak sabar menunggu balasan dari Rena.


Jantung Bianca berdetak cepat, bukan karena gugup menunggu balasan Rena tetapi karena ia melihat Nicholas telanjang dada dan hanya memakai boxer. Nicholas merasakan tegangan diantara mereka berdua, entah mengapa ia rasanya hampir tidak sanggup lagi menahan gelora dalam dirinya.


Ia lalu bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyeka wajahnya dengan air. Ia harus menghapuskan pikiran-pikiran tentang Bianca dalam dirinya.


Saat ia membuka pintu kamar mandi, ia mendapati Bianca sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Nic, sentuh aku..." ucap Bianca lalu membuka kancing depan pakaiannya memperlihatkan dadanya yang membusung.


"Bi, kamu kenapa tiba-tiba gini sih?" tanya Nicholas.


Tetapi Bianca langsung menciumi Nicholas dan membuatnya kewalahan karena ia juga terbuai dalam permainan Bianca. Bianca mengelus milik Nicholas di bawah sana dengan tangannya.


"Bianca.. kamu jangannnn eehhh... jangan begini" erang Nicholas saat Bianca memainkan senjatanya dengan mulutnya lalu menjauh dari Bianca.


Nicholas tahu Bianca melakukan ini karena ia pasti ingin membalas perbuatan Fritz padanya, bukan karena ia benar-benar ingin melakukannya dengan Nicholas.

__ADS_1


"Nic, maaf... aku pikir jika Fritz boleh melakukan itu maka aku juga bisa dengan kamu.. Maaf, aku egois banget Nic" ucap Bianca.


"Gak apa-apa Bi.. kamu jangan lakuin hal ini atau kamu akan menyesal seumur hidup Bi" ucap Nicholas berusaha membuat Bianca tenang sekalipun dalam hati kecilnya, ia ingin melanjutkan permainan mereka.


__ADS_2