Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
First Kiss


__ADS_3

"Pulau F??" tanya Bianca kaget, ia kaget Nicholas ingat ketika tiga bulan lalu Bianca mereka sedang melihat acara traveling di TV yang menjelajahi Pulau F dan ia berkata bagus sekali Pulau F.


"Iya ca, kan kamu pernah bilang bagus jadi aku putusin ajak kamu kesini. Yah walaupun aku gak bisa jajan sebulan nih ca demi kamu hehehe" canda Nicholas. Tentu saja ia sudah menyisihkan uang jajannya selama beberapa bulan ini untuk ulang tahun Bianca.


"serius co?? ya udah gimana kalo setiap hari aku bawain bekal buat kamu co?" ucap Bianca.


"Becanda ca, aku udah sisihin uang jajan aku buat hari ini kok.. eh tapi kalo kamu mau bawain aku bekal tiap hari sih aku gak nolak asal kamu yang masak ya ca hehehe" jawab Nicholas.


"Iya iya nanti aku masakin hehehe" ucap Bianca.


Setelah tiga puluh menit menunggu, kapal yang akan membawa mereka menyebrang ke Pulau F siap untuk berlayar. Menurut informasi petugas kapal, perjalanan hanya sekitar empat puluh lima menit menuju Pulau F.


****


Setibanya di pulau F, mereka melihat resto yang berjejer di sepanjang pesisir pantai dan merasa bingung memilih yang mana sementara perut mereka mulai keroncongan.


"co, mau pilih yang mana ya restonya banyak gini?!" tanya Bianca.


"Iya bingung ya ca, kita liat yang penjualnya mukanya paling ramah aja ca hahaha" jawab Nicholas.


"Paling ramah? atau cari yang paling ramai aja co?" jawab Bianca


"Kalo yang ramai pasti penjualnya kurang ramah ca soalnya tanpa kita juga udah ramai, nah kalo yang ramah artinya dia bener-bener pengen kita makan di tempat dia ca. Siapa tau kedatangan kita bisa membantu penjualnya" ujar Nicholas menjelaskan pemikirannya.


"Bener juga ya co, aku gak kepikiran. Yuk kita cari yang paling ramah co hehe" ajak Bianca, setuju akan pemikiran kekasihnya.


Mereka lalu berjalan bergandengan tangan menyusuri pinggir pantai, melewati beberapa tempat makan hingga akhirnya pilihan mereka jatuh kepada sebuah resto yang tidak terlalu besar, bangunannya sebagian besar dibuat dari kayu dengan atap yang cukup tinggi sehingga udara tidak terlalu pengap. Hiasan-hiasan khas laut seperti kulit kerang banyak dipajang sebagai ornament untuk mempercantik tempat itu.


Seperti kata Nicholas mereka memilih tempat itu karena penjualnya seorang ibu-ibu yang ramah ketika menyambut mereka dan mereka lihat resto tersebut hanya dikunjungi oleh dua orang lainnya.


Resto itu juga menyediakan layanan piknik di tepi pantai, jadi mereka akan menyiapkan tikar di atas pasir dengan meja kecil di tengah tikar untuk meletakan makanan dan minuman. Nicholas dan Bianca memilih untuk piknik di tepi pantai sambil menikmati nasi goreng seafood and es kelapa muda.

__ADS_1


"Gimana ca, enak juga kan nasi gorengnya?" tanya Nicholas.


"Iya enak co, padahal sepi begini aku kira gak enak hehehe" jawab Bianca.


"Habis makan aku mau ajak kamu ke suatu tempat ca" ucap Nicholas.


"Oke co, hari ini aku ikut aja sama kamu" jawab Bianca sambil melahap nasi goreng di hadapannya.


Selesai makan, mereka berdua berjalan bergandengan tangan menyusuri pantai lalu Nicholas meminta Bianca untuk menutup matanya sejenak dan jangan membukanya sebelum Nicholas memintanya untuk membuka mata. Lagi-lagi Bianca pasrah dan menurut pada Nicholas.


"oke sekarang kamu boleh buka mata kamu ca" ucap Nicholas setengah berteriak.


Bianca lalu membuka matanya dan melihat Nicholas tengah berdiri beberapa meter darinya sambil tersenyum manis.


"tadaaa.." kata Nicholas sambil membuka kedua tangannya ke samping. Di hadapannya terdapat tulisan Nicholas ❤ Bianca forever yang cukup besar di atas pasir. Nicholas menulisnya dengan menggunakan ranting pohon yang jatuh di tepi pantai. Hal itu membuat Bianca tidak sanggup menahan senyumnya. Ia merasa Nicholas sangat manis dan tulus, dalam hatinya berharap Nicholas akan selalu manis seperti ini dan tidak pernah menyakitinya.


Tiba-tiba muncul seorang bapak-bapak separuh baya mendekati mereka. "permisi dek, sini saya foto mau? Nanti adek tinggal pilih aja mau yang mana, saya bantu cetak fotonya. Murah dek hanya dua puluh ribu aja satunya" ucap bapak itu.


"Ini dek hasilnya, gimana suka gak?" tanya sang bapak.


"bagus pak, keliatan ganteng dan cantik hehehe ini saya minta dicetak dua lembar ya" ucap Nicholas. Ia ingin dirinya menyimpan satu lembar foto dan satunya lagi untuk Bianca simpan.


"oke dek, ditunggu ya sekitar sepuluh menit sampai lima belas menit dek. Nanti saya kembali lagi" ujar bapak tukang foto.


Lima belas menit kemudian foto sudah di tangan mereka, lalu Nicholas menyimpan miliknya di dalam jaket dan ia memberikan satu lagi untuk Bianca.


"Ini ca, kamu simpen ya foto kita ini. Buat kenang-kenangan kita nanti" kata Nicholas.


Bianca lalu memperhatikan foto itu, ia merasa dirinya dan Nicholas sangat sepadan. Apalagi Nicholas di foto ini sangat tampan namun disisi lain senyumnya sangat manis sekali.


"Kita cocok banget ya ca di foto ini" ucap Nicholas.

__ADS_1


"Iya co, kamunya ganteng banget hehe" kata Bianca sambil menyimpan foto mereka di tasnya.


"Makanya kamu mau sama aku ca hahaha" ledek Nicholas. Bianca lantas hanya tersenyum mendengar perkataan pacarnya.


"Ayuk bi, ikut aku lagi sebelum sore kita udah harus balik ke kapal lagi soalnya bi" kata Nicholas.


****


Mereka berjalan menyusuri hutan di pulau itu, mereka melintasi pepohonan yang tinggi di kiri kanan mereka. Tetapi hutan itu tidak berbahaya karena ada papan petunjuk ke tempat yang ingin mereka tuju.


"Nah ini dia tempatnya ca, ayo kita masuk ke dalam" ucap Nicholas.


Mereka telah sampai di bibir goa, Bianca kali ini dapat menebak ini adalah goa stalaktit. Ia melihat dalam acara tv yang mereka tonton, host acara tersebut menyusuri goa ini dan terdapat stalaktit di dalamnya. Bianca sangat excited ia akhirnya bis melihat langsung goa stalaktit.


Mereka berjalan beberapa meter ke dalam goa sampai mereka melihat banyak sekali stalaktit yang menggantung dari atap goa ke arah bawah. Di dalam goa sudah dipasang lampu-lampu sorot sehingga terang sepanjang mereka berjalan.


Bianca tidak mampu berkata-kata, ia terlalu terpesona dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Stalaktit yang terkena pantulan lampu terlihat seperti kristal yang berkilau, sangat cantik..


"Thank you co, this is so beautiful" ucap Bianca.


"Iya ca. Kamu tau kan pertumbuhan stalaktit sampai seperti ini sangat lama. Bahkan yang aku baca pertumbuhan rata-rata stalaktit hanya 0,13mm oer tahun dan yang tercepat bisa sampai 3mm per tahun. Bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai bisa seperti sekarang ya ca?!" ujar Nicholas.


"Mungkin ini yang dinamakan worth to wait co. Sangatt lama pasti waktu yang diperlukan tapi kamu liat hasilnya secantik ini co" timpal Bianca.


"Kayak kamu ca, mungkin sekarang ini kamu masih takut mencintai aku sepenuh hatimu tapi seiring berjalannya waktu cinta itu akan makin bertambah ca sekalipun hanya sedikit-sedikit. Kamu itu stalagtit dalam hidup aku ca, worth to wait" ucap Nicholas yang sedang berdiri berhadapan dengan Bianca sambil berpegangan tangan.


Bianca tau tembok pertahanannya perlahan runtuh, mendengar Nicholas berkata seperti itu ia mulai merasa percaya kalau Nicholas tidak akan menyakitinya kelak.


"Iya co, aku akan berusaha atasin rasa takut ini buat kamu. Thank you buat hari ini ya co, I'm so happy. This is the best ever!" ucap Bianca.


Nicholas merasa jerih payahnya untuk hari ini tidak sia-sia setelah mendengar perkataan Bianca. Ia yakin suatu saat Bianca akan mencintainya 100% tanpa rasa takut lagi.

__ADS_1


Mereka saling bertatapan, lalu Nicholas mendekatkan wajahnya ke wajah Bianca sambil memeluk pinggangnya. Jantung Bianca berdegup kencang seakan-akan ingin meledak, ia tau Nicholas ingin menciumnya. Lalu ia memejamkan matanya dan merasakan bibir Nicholas bertemu dengan bibirnya...


__ADS_2