Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Raina


__ADS_3

Raina yang sedang asik membereskan koleksi parfumnya mendengar ponselnya berbunyi. Nicholas mengirim pesan, memberitahukan kalau dia tidak makan malam di rumah karena masih bersama Simon dan Lita.


Raina menghela napas panjang lalu melemparkan ponselnya ke atas ranjang. Ia kesal sekali, ia merasa teman-teman Nicholas selalu mengganggu waktunya dengan Nicholas. Apalagi Lita yang sudah berteman lama dengan Nicholas, Raina berpikir Lita pasti tau banyak tentang masa lalu Nicholas terutama dengan mantannya yang membuat Nicholas terpuruk. Ia tidak tau bahwa saat ini Nicholas malah sedang berada di kediaman mantannya itu.


Ia lalu mencoba menghubungi Karina, sahabatnya. Raina orang yang tidak suka bergaul, ia cenderung ketus dan egois sehingga tidak banyak juga yang tahan berteman dengannya. Karina adalah sahabatnya sejak SMP, Karina juga yang mengenalkan Raina dengan Nicholas. Sebenarnya Karina sering jengkel dengan sikap Raina yang terkadang seenaknya tetapi papa Raina adalah karyawan di perusahaan papa Raina.


Sejak papa Raina tau tentang persahabatan anaknya dengan Karina, sedikit banyak mempengaruhi karir papa Karina di perusahaan. Bahkan sekarang jabatan papa Karina sudah lumayan tinggi.


Karina sampai sekarang belum menikah, bukan karena ia tidak menarik tetapi ia senang dengan pesta-pesta dan ingin bersenang-senang. Pernikahan bukan agenda penting dalam hidupnya. Bahkan ia bertahan berteman dengan Raina karena Karina saat ini bekerja di perusahaan Nicholas sebagai salah satu staff marketing.


"Halo, rin kamu dimana? aku mau curhat nih!" ujar Raina.


"Iya kenapa lagi sama Nic sih?!" tanya Karina. Ia hafal betul Raina pasti ingin menceritakan masalah dia dan Nicholas.


"Akhir-akhir ini ya dia tuh sering banget keluar sama temen-temennya, terutama setelah Simon minta dia jadi bestman di weddingnya nanti" oceh Raina.


"Ya wajar lah Rai, masa di rumah terus. Cowok kan juga perlu waktu sama temen-temennya" ucap Karina.


"Aku tau tapi kapan dong waktu sama aku?! Sekarang aja masa malem-malem meeting sama Simon, urusan kerjaan katanya. Kamu tau soal itu rin?" tanya Raina. Raina menempatkan Karina di perusahaan Nicholas, berharap Karina bisa membantunya mengawasi Nicholas.

__ADS_1


"Gak tau aku Rai, aku kan marketing taunya cari client aja. Soal meeting-meeting gitu gak ikutan aku sih. Coba kamu sesekali pergi sama temen-temennya Nic juga Rai, biar bisa ikut hangout bareng. Jadinya gak bete kaya gini terus" ujar Karina. Ia merasa Raina sedikit keterlaluan dengan sikapnya ini.


Karena tidak mendapatkan informasi apapun dan malah mendapat ceramah dari Karina, Raina lantas malas melanjutkan obrolan mereka dan menyudahinya.


Raina sadar ia tidak pintar bergaul, bagaimana ia harus berteman dengan teman-teman Nicholas?! Untuk acara ulang tahun Nicholas besok saja Raina sudah berencana untuk tidak banyak bergaul dengan teman-teman Nicholas, hanya menyapa seperlunya saja. Ia merasa saran dari Karina sangat tidak masuk akal untuknya.


Ia lalu melanjutkan merapikan koleksi parfumnya ke dalam lemari kaca di kamarnya. Merasa bosan dan kesal, Raina lalu mengirim pesan ke Nicholas yang isinya ia sangat kesal Nicholas pergi-pergi terus dan meeting sampai malam, tidak menemaninya makan malam di rumah.


****


Sesampainya di rumah, Nicholas mendapati Raina sedang di kamarnya dan tidak mengajak Nicholas berbicara sama sekali.


"Aku cuma mau jadi prioritas kamu!!! Punya waktu itu sama istri bukan sama temen-temen!! belom lagi semua hobi kamu yang nyita waktu!" ujar Raina marah.


"Ya ampun Raiiii, aku ke Bali nemenin kamu loh! Kamu suruh matiin ponsel juga aku turutin! Aku perlu waktu bebas juga Rai!" ucap Nicholas kesal.


"Oh iya mungkin selama ini temen-temen kamu itu ya yang bantuin kamu dari nol! Yang bantu kamu cari client, bantu kamu sampe bisa sukses kayak sekarang!" bentak Raina.


Nicholas merasa ucapan Raina sudah kelewat batas malam ini. Ia selalu membahas masalah ini jika marah, seakan Nicholas hanya menumpang pada harta keluarga Raina. Padahal ia sendiri juga bersusah payah, bukan hanya mengandalkan papa Raina saja. Ia lalu memilih untuk keluar dari kamar dan tidur di kamar tamu malam ini.

__ADS_1


Nicholas tidak mampu menahan emosinya malam ini. Ia masih kesal mengingat kejadian di rumah Bianca, melihat berkali-kali Fritz memeluk, mencium Bianca di depan matanya. Sampai di rumah pun ia disambut dengan ocehan Raina yang kali ini sudah keterlaluan dan sangat menyinggung perasaannya.


Ia membayangkan seandainya saja ia dan Bianca menikah pasti keadaannya sekarang tidak seperti ini. Nicholas akan sangat bahagia bersama cinta sejatinya. Ia dapat melihat dan menyentuh Bianca kapanpun ia mau.


Ia berusaha mati-matian mencintai Raina semenjak ia dan Raina mengikat janji suci tetapi entah mengapa sulit rasanya, apalagi sejak menikah Raina jadi semakin posesif, pengatur dan pemarah. Makin lama pun kata-katanya jadi semakin berani dan merendahkan Nicholas.


****


Pagi-pagi sekali Nicholas sudah berangkat ke kantor sebelum Raina bangun. Nicholas memutuskan sarapan di luar sebelum ke kantor. Ia bahkan tidak peduli dengan ulang tahunnya hari ini sampai ponselnya bergetar dan isinya ucapan selamat ulang tahun serta doa dari Bianca.


Mood Nicholas berangsur membaik setelah membaca ucapan dari Bianca. Ia pun membalasnya dengan ucapan terima kasih dan tidak sabar untuk bertemu dengan Bianca nanti di pesta ulang tahunnya, yang akan ia rayakan dengan diam-diaman dengan Raina.


****


Saat Raina bangun, ia mendapati Nicholas sudah pergi meninggalkan rumah. Raina merasa semakin kesal dengan Nicholas yang tidak mau mengalah seperti biasanya. Raina merasa ucapannya benar dan tidak berpikir itu akan menyinggung perasaan Nicholas. Ia ingat hari ini adalah hari ulang tahun suaminya tetapi ia masih emosi dan enggan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Nicholas.


Seperti biasanya Raina tidak akan pernah mengucapkan maaf pada Nicholas, tidak semenjak mereka menikah. Ia hanya akan menunggu sampai Nicholas meminta maaf duluan. Raina sangat menyayangi dan mencintai Nicholas tetapi egonya sangat tinggi.


Jauh di lubuk hatinya ia selalu merasa Nicholas bisa sukses berkat dirinya dan papanya. Jadi ia merasa lebih tinggi posisinya daripada Nicholas. Ia tidak menyadari Nicholas tidak mencintainya karena dalam benaknya ia merasa sudah berhasil mendapatkan Nicholas dan meningkatkan derajat hidup Nicholas.

__ADS_1


Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi vendor-vendor untuk acara nanti sore. Ia yakin Nicholas akan meminta maaf padanya...


__ADS_2