Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Birthday Nicholas


__ADS_3

Nicholas sudah mandi dan berpakaian rapih untuk pesta ulang tahunnya. Ia belum bertegur sapa dengan Raina, ketika ia pulang Raina sedang mengurus keperluan pesta.


Pesta ulang tahun Nicholas tidak terlalu mewah, hanya diadakan di teras rumahnya yang kebetulan cukup luas. Mereka hanya mengundang sekitar empat puluh sampai lima puluh orang teman-teman dan rekan kerja Nicholas.


****


Band mulai memainkan lagu-lagu bernuansa jazz dan pop. Dekorasinya pun simpel tetapi bagus, pohon-pohon dihiasi dengan lampu-lampu dan juga beberapa meja bernuansa putih panjang untuk para tamu.




Para tamu nampak mulai berdatangan, bahkan Simon dan Lita juga sudah tiba. Nicholas mencari keberadaan Bianca tetapi tidak menemukannya, ia berusaha menghubungi ponsel Bianca juga tidak ada jawaban.


"Bianca gak jadi dateng?" tanya Nicholas ke Simon dan Lita.


"Jadi sih harusnya ya, tadi dia cuma bilang kesini sendiri. Udah kita share loc jg sih, mungkin lagi di jalan" jawab Simon.


"Nanyain Bianca, ati-ati CLBK Nic hehehe" canda Lita setengah berbisik, takut kedengaran oleh Raina.


"Eh iya nanti depan Raina jangan bilang soal masa lalu aku sama Bianca ya. Bilang aja Bianca itu bridesmaid kamu ta, aku juga baru kenal. Biar gak panjang urusannya hehehe" ujar Nicholas.


Simon dan Lita lalu terkekeh, mereka tau betul Raina seperti apa jika menyangkut masa lalu Nicholas khususnya.


Nicholas lalu duduk di pojokan taman sendirian mencari udara segar setelah menyapa beberapa tamu undangan. Ia kembali mengambil ponselnya untuk melihat apa Bianca sudah membalas pesannya tapi rupanya tidak ada pesan dari Bianca.


"Hei, kok yang birthday malah duduk sendirian di pojokan?" gumam Bianca yang sudah berada di hadapannya, membuat Nicholas terkejut.


"Hei bi" sapa Nicholas sumringan, ia lalu bangkit berdiri dari bangkunya.

__ADS_1


Bianca lalu memberikan ucapan ulang tahun sambil mencium pipi kiri dan kanan Nicholas dengan pipinya. Hal itu membuat keduanya merasakan getaran dalam batin mereka. Bianca menyodorkan sebuah hadiah untuk Nicholas berbentuk persegi yang dibungkus dengan kertas kado berwarna Hitam dan pita merah diatasnya.


Setelah itu Bianca pamit untuk bergabung dengan Lita dan Simon. Ia mencegah dirinya untuk berlama-lama dengan Nicholas.


Nicholas memandang Bianca dari belakang dan terpukau dengan penampilannya hari ini. Ia memakai gaun berwarna peach yang sangat membentuk lekuk tubuh Bianca, dengan belahan di sisi kanannya sampai ke paha menciptakan kesan seksi.


Dari kejauhan Raina melihat sosok wanita cantik yang rasanya tidak asing.


"Hi, kayaknya kita pernah ketemu dimana ya mbak? Temennya Nicholas ya?" tanya Raina.


Bianca terkejut, ia teringat kejadian di lift dan bingung harus menjawab apa.


"Kita pernah ketemu di lift, ternyata dia bridesmaidnya Lita, namanya Bianca" ucap Nicholas dingin menjawab pertanyaan Raina.


"Oh hi, iya aku Bianca" ucap Bianca bersahabat lalu menjulurkan tangannya ke arah Raina. Ia berusaha ramah karena ia merasa ada yang aneh dari Nicholas dan istrinya, rasanya mereka sangat dingin dan kaku.


"Raina" jawab Raina.


****


Pesta pun berjalan dengan lancar para tamu tampak menikmati alunan musik dan makanan yang lezat. Hari semakin larut dan pramusaji mulai berkeliling menawarkan cocktail dan minuman beralkohol lainnya.


Sepanjang pesta Nicholas dan Raina saling acuh, bahkan saat makan malam mereka duduk berdampingan tanpa saling berbicara.


Raina yang sangat marah karena Nicholas mengabaikannya lantas memilih untuk masuk ke dalam rumah menuju kamarnya dan meninggalkan pesta.


****


Bianca memilih untuk duduk sendiri sambil mengirim pesan untuk Fritz karena sejak pergi Fritz belum mengabarkan Bianca sama sekali, tidak seperti biasanya. Pesan dari Bianca pun tidak dibalas sama sekali.

__ADS_1


Nicholas yang melihat Bianca menyendiri lalu menghampiri Bianca.


"Bi, kamu kok sendirian aja?" tanya Nicholas.


"Iya aku coba hubungin Fritz tapi kok belom ada jawaban. Tadi dia anterin aku ke sini dan katanya nanti mau jemput aku lagi setelah dia selesai dengan acaranya" ujar Bianca.


Nicholas lalu menawarkan diri untuk mengantar Bianca kalau memang sampai nanti tidak ada kabar dari Fritz tetapi Bianca bersikeras menolak.


"Gak apa-apa bi, kalau nanti Fritz gak dateng juga biar aku yg anter kamu pulang. Kamu liat Lita mulai mabok bi, gak mungkin kan minta tolong Simon anterin kamu" ujar Nicholas memaksa.


"Tapi istri kamu..." ucap Bianca. Ia takut Raina marah atau cemburu terhadapnya.


Nicholas lalu menyakinkan Bianca kalau tidak akan kenapa-kenapa jika dirinya mengantar Raina. Bianca sebenarnya menyadari sikap dingin dan kaku antara Nicholas dan Raina selama acara. Mereka bahkan tidak bertegur sapa kecuali saat Raina menghampiri Bianca untuk mengkonfirmasi kedatangannya.


Setelah hampir tiba pukul sebelas malam, Fritz belum juga datang atau menghubungi Bianca. Beberapa tamu undangan sudah mulai meningkan pesta, bahkan Simon mulai kewalahan menghadapi Lita yang saat ini mulai mabuk sehingga memutuskan untuk pulang. Akhirnya Bianca pun mengiyakan keinginan Nicholas untuk mengantarnya pulang.


****


Raina mengintip dari balik Jendela, mendapati mobil Nicholas sudah berjalan meninggalkan kediaman mereka. Raina tidak dapat melihat apakah Nicholas sendiri atau bersama orang lain karena ia hanya melihat mobil Nicholas melaju dari sisi belakang.


Hatinya merasa resah, selama ini Nicholas selalu mengalah dengannya dan meminta maaf tetapi kali ini ia benar-benar seakan tidak peduli dengan Raina.


Ada perasaan takut dalam diri Raina membayangkan perubahan sikap Nicholas. Selama menikah baru kali ini Nicholas memilih untuk tidur di kamar tamu bahkan sekarang ia pergi entah kemana dan bersama siapa.


Ia mencerna dan mengingat-ingat kembali kata-katanya malam itu terhadap Nicholas tapi tidak menemukan kesalahan dalam kata-katanya. Ia hanya mengatakan isi hatinya, ia ingin Nicholas bersamanya, hanya itu.


Tidak tahan menahan emosinya, ia lantas mengirim pesan untuk Nicholas.


"Dasar kamu ya gak tau terima kasih! Aku bikin pesta ulang tahun kamu tapi sekarang malah pergi entah kemana! Sepanjang pesta juga bisa-bisanya cuekin aku! Kamu anggep aku apa sih?! Kata MAAF pun gak keluar dari mulut kamu! Kamu merasa udah hebat ya sekarang Nic?!! Bisa kamu bersikap begini sama aku padahal tanpa aku, kamu gak bisa kayak sekarang! atau kamu memilih untuk aku kasih tau ke papaku tentang sikap kamu ini!!" isi pesan Raina.

__ADS_1


Memang malam ini mereka tidak mengundang keluarga masing-masing karena lusa mereka ingin membuat makan malam di hotel untuk keluarga Nicholas dan keluarga Raina.


Wajah Raina terasa panas, sebagai anak tunggal dari seorang pengusaha sukses ia selalu mendapatkan apa yang ia mau sejak kecil. Semua orang tunduk kepadanya dan perintahnya. Sekarang menghadapi sikap suaminya seperti ini tentu saja ia merasa sangat emosi dan meluapkan kata-kata makian kepada Nicholas.


__ADS_2