
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam tetapi Bianca masih belum terlelap juga. Ia masih memikirkan Nicholas dan sikapnya hari ini. Baru saja hari pertama pertemuan mereka setelah bertahun-tahun, tetapi Nicholas sudah berani memegang tangannya. Jantungnya berdetak lebih cepat dan sudut bibirnya terangat mengingat kejadian tadi.
"Duh kenapa aku jadi senyum-senyum sendiri seperti ini sih! Seperti anak abg aja! " seru Bianca dalam hati.
Sementara di sana Nicholas pun tidak bisa tidur, ia merasa alam sedang mempermainkan dirinya. "ataukah alam memang sengaja mempertemukan kami kembali? apakah untuk menyelesaikan atau justru untuk melanjutkan yang tersimpan diantara kami?" tanya Nicholas dalam hati.
Ia sadar tidak seharusnya ia berpikir untuk melanjutkan apa yang pernah ada antara dirinya dan Bianca. Ia mempunyai seorang istri dan Bianca mempunyai suami bahkan anak. Ia menatap wajah istrinya yang sudah tertidur pulas. Ia sudah berusaha mencintai Raina yang sudah bersamanya selama enam tahun, terutama selama lima tahun terakhir ini sejak mereka menikah tetapi mengapa sulit sekali?!
Tentu saja ia menyayangi Raina bahkan Nicholas berada di titik sekarang ini juga berkat bantuan Raina dan papanya. Ia dikenalkan oleh banyak kolega-kolega bisnis papanya Raina dan banyak mendapat tawaran kerjasama dari mereka.
Apapun yang Nicholas lalukan selama ini, ia selalu berusaha untuk tidak mengecewakan Raina. Biar bagaimanapun ia merasa bertanggung jawab atas istrinya.
Satu jam berlalu dan Nicholas masih terjaga, membayangkan wajah pucat Bianca tadi membuatnya tidak tenang. Lalu ia mengambil ponselnya dan mencari nomor ponsel Bianca, ia ingin mengirimkan pesan kepada Bianca tetapi ragu-ragu.
Lagi-lagi logikanya berkata untuk jangan memulai sesuatu yang berbahaya tetapi hatinya tidak tenang seakan berkata untuk mencari tau keadaan Bianca.
"Hi bi, ini aku Nicholas. Gimana keadaan kamu?" akhirnya Nicholas mengirimkan pesan untuk Bianca.
Bianca yang baru saja menutup pintu kamar mandi sehabus buang air kecil, melihat layar ponselnya menyala. Ia lalu meraih ponselnya dan membaca pesan dari Nicholas.
"Aku baik-baik aja tapi lain kali tolong jaga sikapmu" balas Bianca
"Iya bi, maaf ya tapi suamimu gimana?" tanya Nicholas
"Aku bilang ke dia kalo kamu itu Nicholas dan kamu pasti ngira kalau tanganku aku itu tangan istri km" jelas Bianca
"Dia marah bi?" tanya Nicholas lagi, kaget mengetahui Bianca memberitahu tentang dia ke suaminya
__ADS_1
"Gak kok Nic, dia percaya sama aku lagipula ia mengira kamu itu hanya sebatas cinta monyetku" balas Bianca, dalam hatinya merasa sangat bersalah terhadap Fritz. Fritz sangat percaya kepadanya tetapi ia malah memikirkan pria lain seharian ini dan sekarang pria itu sedang chatting dengannya tanpa sepengetahuan suaminya.
"Baiklah bi, ini sudah larut malam lebih baik kamu tidur sekarang" balas Nicholas merasa lega mengetahui Bianca baik-baik saja.
"Iya kamu juga. Good night nic" balas Bianca, ia merasa sedikit lega karena tidak harus melanjutkan obrolan mereka. Bianca tidak mau terjebak dalam perasaannya terhadap Nicholas.
"Good night caca.." balas Nicholas.
"Kenapa ia harus begini?!! Setelah menggenggam tanganku, sekarang ia malah memanggilku caca, panggilan sayang ketika kami masih berpacaran. Dia pikir dia masih berhak terhadapku? Atau apa sih!! " gumam Bianca dalam hati.
Nicholas benar-benar merasa tersihir dengan Bianca. Ia bahkan nekat memanggil Bianca dengan caca. Akal sehatnya seakan telah hilang. "I miss you so much ca.. " ucap Nicholas dalam hati.
Keesokan paginya Bianca terbangun saat alarmnya berbunyi. Rasanya ia baru tertidur selama tiga atau empat jam tapi walaupun mengantuk ia tetap bangun karena hari ini ia ingin membuatkan Fritz sarapan sekaligus membawakan bekal untuk suaminya.
Ia lalu mencuci muka dan mengganti baju tidurnya dengan baju rumah lalu menuju ke dapur untuk memasak. Ia membuatkan american breakfa**st untuk suaminya dan ayam goreng mentega kesukaan Fritz untuk bekal hari ini.
Hari ini ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru laut sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Bianca menyambut suaminya di meja makan dengan sumringah.
"Ayo sayang, makannnn" ucap Bianca
Tanpa membuang waktu pun Fritz segera menyantap masakan istrinya "Enak bi tapi rasanya ada yang kurang deh" ucap Fritz
"Kurang apa? kurang asin ya? hambar?" tanya Bianca
"Kurang ini nihhh...." jawab Fritz sambil mengecup mesra bibir Bianca
"Kamu nih minta kiss aja pake muter-muter hahaha" ujar Bianca
__ADS_1
"Oh iya sayang, aku lupa bilang semalam gara-gara udah panik liat kamu begitu hehehe jadi aku besok harus berangkat ke Palembang buat meeting sama calon client besar nih..Kamu mau ikut gak sekalian jalan-jalan, paling sekitar 3-4hari sih? " kata Fritz.
"Kayaknya aku gak ikut deh sayang, kan aku harus bantuin Lita urus nikahannya. Dia pasti repot banget sayang, urus pesta terus mamanya juga drop kondisinya" jelas Bianca
"Oh iya juga sih..Lagian sesekali jauh-jauhan dulu kita, biar kamu kangen aku hehe" ucap Fritz
"Pasti kangen dong sayangkuuu.."goda Bianca sambil mencubit pipi Fritz.
" Udah makin pinter ya kamu isengin aku balik sekarang hehehe dulu mah boro-boro cuma senyum-senyum doang kamu. Lebih happy berarti kamu sama aku" balas Fritz.
"Iya aku ngerasa bisa lebih lepas sama kamu, kamunya juga kan easy going banget abisnya" ucap Bianca
"Itu tuh yang bikin kamu cinta sampe mentok sama aku hehehe ya udah aku jalan dulu ya sayang, makasih buat sarapan plus bekalnya" ucap Fritz lalu mencium kening Bianca dan berjalan menuju mobilnya di garasi.
Walaupun Bianca sangat tertutup dan tenang tapi bersama Fritz ia merasa dirinya menjadi lebih periang. Bahkan ia lebih banyak berbicara ketika bersama Fritz. Bahkan ketika Fritz mendekati Bianca, ia sangat tertarik dengan kepribadian Fritz yang supel dan lucu. Fritz mampu menaklukan hati Bianca dan membuatnya berani berkomitmen untuk menikah.
Selepas suaminya berangkat kerja, Bianca lantas mencoba menghubungi Lita untuk menanyakan kabar mamanya.
"Halo ta, gimana mama kamu?" tanya Bianca
"Mama udah stabil bi tapi masih dalam pantauan dokter, mungkin nanti sore atau besok pagi udah boleh pulang" jawab Lita
"Ada yang perlu aku bantu gak ta hari ini? Biar kamu jg bisa fokus nemenin mamamu" tanya Bianca lagi
"Sebenernya hari ini dan besok aku ada janji bi tapi kayaknya aku gak mungkin bisa pergi. Hari ini aku harusnya mengambil sampel undangan bi dan besok aku harus ke tempat pesta pernikahan aku buat milih dekorasi dan *layou*t nya bi. Kamu bisa bi?" tanya Lita
"Bisa kok ta, tapi venue kamu kan agak di pinggir kota ta sekitar satu setengah sampai dua jam, besok Fritz harus keluar kota ta dan aku ga pede nyetir sejauh itu. Trus juga kamu percaya sama pilihanku?" jawab Bianca
__ADS_1
"Percaya dong bi, dulu pas kamu nikah aja semuanya perfect. Percaya banget malahan sama selera kamu. Kalo untuk pergi nanti aku minta Nicholas untuk nemenin kamu, kan dia bestmannya Simon hehehe.. Ya udah aku hubungin Nicholas dulu ya ta, byeee" ucap Lita dan langsung memutus percakapan mereka.