Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Aku mencintai suamiku


__ADS_3

Bianca tidak tau harus berbuat apa sekarang. Ia tau tujuannya kali ini hanyalah untuk membantu persiapan pernikahan sahabatnya. Dulu ketika Bianca dan Fritz akan menikah, Lita selalu siaga menjemput dan mengantar Bianca kemanapun untuk keperluan-keperluan pernikahan. Waktu itu Bianca masih belum bisa mengendarai mobil, jadi Lita inisiatif untuk mengawal Bianca.


"kamu pasti bisa bi, pasti bisa!" ujar Bianca dalam hati. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau ia pasti bisa bertemu Nicholas tanpa melibatkan perasaannya. Iya harus bisa fokus pada tujuannya membantu Lita dan Simon, bukan fokus pada dirinya dan Nicholas.


Beberapa menit kemudian ponselnya berdering, Bianca melihat nomor asing yang menghubunginya.


"Halo" sapa Bianca


"Bi, nanti jam dua belas aku jemput ya" jawab Nicholas. Bianca hafal betul dengan suara itu, ia rupanya belum menyimpan nomor Nicholas di ponselnya.


"Aku bisa sendiri kok Nic, tempatnya gak terlalu jauh" jawab Bianca berusaha menolak.


"Pokoknya nanti aku jemput kamu!" seru Nicholas


"Jangannn...hari ini suamiku yang akan mengantar aku Nic" Bianca berbohong


"Oke kalau gitu, besok aja aku jemput kamu. Besok pagian ya bi, tempatnya jauh. Mungkin jam sembilan aku jemput kamu ya" ucap Nicholas.


"Oke Nic" jawab Bianca lalu mematikan sambungan telfon. Sejujurnya merasa kurang fit hari ini, pertemuannya dengan Nicholas sangat menguras pikirannya, ia juga kurang tidur. Ia merasa jika hari ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu Nicholas. Ia butuh waktu untuk menata hati dan pikiran hari ini sebelum menghabiskan waktu dengan Nicholas besok.


Tepat jam dua siang Bianca sudah selesai dengan undangan Simon dan Lita. Ia berencana untuk mampir ke kantor Fritz untuk memberi surprise pada suaminya setelah ia mengantar sampe undangan ke rumah sakit untuk Lita. Biasanya ia selalu ikut jika Fritz ada kerjaan di luar kota, jadi kali ini ia ingin menghabiskan waktu bersama Fritz sebelum besok Fritz berangkat ke Palembang.


"Lita..ini sampel undangannya kamu ta" ucap Bianca

__ADS_1


"Thank you so much bi, kalau gak ada kamu pasti udah kacau deh semuanya. Yang mana yang bagus bi menurutmu??" tanya Lita.


"Yang putih ini bagus ta" kata Bianca sambil menyodorkan sebuah sampel undangan berwarna putihm


"Oke bi nanti aku hubungi vendornya, lalu untuk besok Nicholas sudah, menghubungi kamu?" tanya Lita


"Udah ta, besok jam sembilan dia jemput aku. Ada apa aja yang harus aku siapkan untuk besok?" tanya Bianca


"Hanya penempatan pelaminan hadap mana yang viewnya oke bi yang paling penting karna kan itu di outdoor jadi ambil view yang paling cantik ya bi. Sisanya gak terlalu penting banget, undanganku juga sedikit hanya teman dekat dan kerabat aja bi" jawab Lita.


"Oke ta, besok aku kirim foto-fotonya ya supaya kamu juga bisa liat" ucap Bianca


"Bi, aku boleh tanya gak?" tanya Lita dengan wajah serius


"Jujur aku sedikit khawatir sih dengan kamu dan Nicholas. Kamu dan Nicholas bener-bener udah move on bi? kalian kan pacaran cukup lama bi. Aku gak mau pernikahanku malah mengacaukan kamu dan Nicholas" tanya Lita


"Ta, hubungan aku dan Nicholas udah bener-bener berakhir ta, gak ada apa-apa. Aku juga yakin Nicholas sama denganku. Kamu kan tau ta, aku sangat mencintai Fritz" jawab Bianca setengah berbohong. Ia memang sangat mencintai Fritz tapi perasaannya terhadap Nicholas juga masih belum berakhir.


"Oke bi kalau gitu, maaf ya aku jadi ngerepotin kamu sama pernikahanku" kata Lita


"sama sekali gak repotin ta, aku happy bisa bantu kamu. Aku pergi dulu ya ta, aku mau ke kantor Fritz hehehe salam buat mamamu ya, maaf aku buru-buru ta" jawab Bianca lalu melanjutkan perjalanannya menuju kantor Fritz.


"Sayang, tumben kesini gak bilang-bilang" sapa Fritz lalu merangkul istrinya masuk ke dalam ruangan kerjanya

__ADS_1


"Iya sengaja biar kamu surprise. Besok kan kamu mau keluar kota, jadi aku mau dating time dulu sama kamu dong" Bianca menjelaskan tujuannya datang ke kantor Fritz


"Sweet banget kamu, bikin gemesss hehehe sini sayang" Fritz lalu, menarik Bianca dan mengecup bibirnya.


Bianca lalu membalas ciuman Fritz, mereka saling ******* bibir masing dan beradu lidah. Lalu Fritz mendudukan Bianca diatas meja kerjanya dan membuka kancing baju Bianca satu per satu.


"kamu yakin mau disini?" tanya Bianca


"iya bi, lagian tenang aja pintunya kan terkunci hanya bisa pakai akses. Orang-orang juga mana berani langsung nyelonong masuk ke ruanganku" jawab Fritz sambil menciumi leher Bianca. Yakin akan aman lalu bianca membiarkan Fritz membuka pakaiannya. Ia dan Fritz hanya menggunakan pakaian dalam saja sekarang.


Fritz lalu membuka ****** ******** dan segera membuka pengait bra Bianca dan juga **********. Sekarang tubuh mereka polos tidak terbalut apapun. Fritz yang sudah tidak tahan menahan hasratnya pun memeluk tubuh Bianca dan bercinta dengan istrinya.


****


Keesokan harinya jam enam pagi Fritz sudah pamit untuk berangkat ke Palembang. Bianca sebenarnya tidak ingin berjauhan lama dengan Fritz tetapi ia juga tidak mungkin menyuruh suaminya membatalkan keberangkatannya. Ia bahkan sudah berencana untuk menginap di rumah mamanya jika ia kesepian, apalagi Karen juga masih menginap disana.


Bianca lalu bangkit dari kasurnya menuju kamar mandi. "hari ini akan menjadi hari yang panjang" batinnya berkata. Ia lalu berendam sebentar di bathup sambil memutar musik klasik dari ponselnya. Ia memilih video di youtube yang berisikan album-album instrument piano hingga ia tidak usah repot untuk memilih dan mengganti lagu lagi.


Bianca sangat suka berendam ditememani musik atau dengan lilin aroma terapi jika ia mempunyai waktu luang dan ingin menenangkan pikirannya. Mendengarkan alunan piano benar-benar membangkitkan mood Bianca.


Musik di ponselnya pun memainkan musik yang terasa tidak asing di telinga, instrument Sometimes When We Touch. Lagu kesukaannya dulu, ia merasa lagu itu sangat menggambarkan perasaannya ketika bersama Nicholas. Ketika itu ia berharap ia bisa selamanya bersama Nicholas tetapi ketakutan pun sangat besar. Seorang gadis muda yang baru mengenal cinta, ia terlalu mencintai laki-laki itu tetapi disaat yang sama itu membuat dirinya sangat takut. Takut akan perasaannya, takut ia sakit hati suatu saat nanti seperti mamanya dulu ditinggal begitu saja oleh laki-laki yang dicintainya demi wanita lain. Setiap hari ia melihat mamanya bersikap ceria dan baik-baik saja tetapi ia sering mendapati mamanya tengah menangis pada malam hari. Ketika itu ia masih sangat kecil, yang ia tau hanya laki-laki akan menyakiti saja.


Tanpa sadar angannya pun kembali ke masa lalu. Masa saat ia dan Nicholas masih bersama..

__ADS_1


__ADS_2