
2 Bulan kemudian
"Selamat, Pak Bu proses bayi tabung kita sukses. Embrionya berkembang dan pesan saya Ibu Raina harus bedrest dulu ya beberapa waktu ini" ucap Dr. Tom.
Nicholas dan Raina tampak sangat terharu dan bahagia. Mereka lalu berpelukan dan mata Raina basah oleh air matanya. Sebelumnya dalam perjalanan menuju rumah sakit keduanya begitu tegang, mereka takut gagal dalam program bayi tabung yang mereka jalani. Tetapi saat ini rasa khawatir itu sirna, hanya ada air mata kebahagiaan.
"Kamu denger kan beib kata dokter tadi, kamu harus bedrest dulu beberapa waktu ini ya. Jadi gak bisa ke kantor dulu gak apa-apa kan?" ucap Nicholas saat mereka dalam perjalanan pulang. Entah sejak kapan pastinya tetapi akhir-akhir ini Nicholas merasa sangat menyayangi Raina, lebih dari sebelumnya. Ia menjadi sangat perhatian dan peduli terhadap Raina dan hubungan mereka menjadi sangat harmonis sekarang ini.
"Iya beib gak apa-apa kok, menyangkut calon cucunya mana mungkin papa bisa nolak hehehe" ucap Raina.
Setibanya di rumah, Nicholas langsung mengajak Raina untuk naik ke ranjang dan beristirahat. Ia bahkan memutuskan untuk bekerja dari rumah selama Raina masih bedrest, kecuali untuk meeting penting ia akan pergi sebentar lalu segera pulang.
Raina turut merasakan perubahan sikap Nicholas padanya akhir-akhir ini. Ia menjadi sangat lembut dan perhatian, membuat Raina tersentuh. Ia merasa usahanya selama ini tidak sia-sia dan berhasil memenangkan hati Nicholas, apalagi dengan adanya janin dalam rahimnya sekarang pasti Nicholas akan semakin cinta terhadap keluarganya.
***
Sudah dua bulan berlalu tetapi pencarian informasi Nicholas dan Lita belum membuahkan hasil apapun. Rena seakan hilang ditelan bumi, bahkan Simon pun tidak berhasil menghubunginya langsung. Nomor ponsel Rena tidak dapat dihubungi lagi dan ia hanya mengirim laporan kepada Donna. Menurut Donna, ia yang akan mengirimkan langsung ke Rena.
Nicholas juga berusaha mencari keberadaan Rena dan meminta bantuan dari beberapa orang temannya yang berada di Palembang untuk mencari Rena tapi tidak membuahkan hasil. Rumah Rena begitu tertutup dan informasi yang didapat Rena sedang berada di luar negri.
__ADS_1
Nicholas dan Lita juga menyuruh orang untuk mengawasi gerak gerik Fritz tapi tidak menemukan keanehan apapun. Aktivitasnya hanya rumah dan kantor sehari-harinya, kalaupun ke mall atau resto biasanya bersama Bianca dan Karen.
Lita yang sudah kehabisan cara untuk mencari tau trntang rahasia Fritz lalu meyakinkan Nicholas kalau sepertinya mereka salah paham terhadap Fritz. Nicholas juga tidak menemukan bukti apapun ditambah kesibukannya dengan program bayi tabung membuatnya tidak lagi mencari tahu tentang Fritz ataupun Rena.
***
"Ayo sayang, kita hampir aja telatttt" ujar Bianca sambil setengah berlari. Mereka hampir saja ketinggalan penerbangan pagi ini karena ban mobil mereka kempes di jalan.
"Iya sayanggg ini aku berat sambil gendong Karen" ucap Fritz yang juga berlari.
Akhirnya mereka berhasil naik ke dalam pesawat sekaligus menjadi penumpang terakhir yang naik ke pesawat.
"Iya mama, Karen duduk manis ya. Karen happy mau jalan-jalan sama papa mama" ucap Karen.
"Pinter banget sih anak papa, anak mama" ujar Fritz sambil mencium puncak kepala Karen.
Bianca sangat bersyukur melihat pemandangan di depan matanya sekarang. Ia bahkan sudah bersikap normal seperti sebelum kedatangan Nicholas kembali dalam hidupnya, Bianca juga sudah jarang sekali memikirkan Nicholas. Mereka tidak pernah lagi bertemu ataupun berbicara sejak pertemuan di coffee shop. Namun cintanya untuk Nicholas tidak pernah pudar hanya saja Bianca menguburnya dalam-dalam.
Penerbangan dua puluh satu jam dan harus transit membuat mereka lelah terutama harus membawa anak kecil dalam penerbangan panjang. Awalnya Fritz dan Bianca ingin mengajak pengasuh Karen supaya mereka tidak terlalu lelah tetapi keduanya pikir mereka ingin menghabiskan waktu bertiga saja, sehingga Bianca memberi izin kepada pengasuh Karen untuk pulang kampung dan libur kerja selama ia masih di Eropa.
__ADS_1
Mereka sudah tiba di Barcelona dan lamgsung menuju Hotel untuk beristirahat. Menjatuhkan diri di ranjang hotel rasanya sangat menyenangkan setelah perjalanan jauh yang melelahkan. Bianca lalu menyalakan air hangat untuk mengisi bathup kamar mandi, ia sangat butuh berendam di air hangat.
Setelah menuangkan garam untuk berenam, Bianca masuk ke dalam bathup dan bersantai. Ia membuka instagramnya dan melihat Nicholas memposting foto Raina yang sedang berbaring di ranjang dengan tulisan " mom to be need a bedrest". Bianca lagi-lagi tidak tahu harus merasa senang atau sedih karena di satu sisi ia tau Nicholas dan Raina memang menginginkan seorang anak tetapi tidak dapat dipungkiri ada rasa cemburu dalam hatinya.
Ia membayangkan perlakuan-perlakuan manis Nicholas pada Raina, hampir membuat hatinya terasa panas. Tidak ingin berlarut dengan perasaannya pada Nicholas, Bianca mengalihkan pikirannya dengan melihat postingan lainnya. Fritz juga memposting foto dirinya dan Karen ketika tertidur di pesawat dengan tulisan "My everything". Hati Bianca sangat tersentuh dengan postingan Fritz. Jika di luar rumah ia bisa menjadi begitu konyol tetapi menyangkut anak dan istrinya, ia bisa jadi sosok yang lembut dan manis.
Ketika keluar dari dalam kamar mandi, Bianca melihat Fritz dan Karen terlelap. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul enam di Barcelona, ia dengan lembut mengecup pipi Fritz dan Karen, membangunkan mereka berdua dengan lembut. Fritz bukannya bangun tapi malah menarik Bianca dalam pelukannya dan menciumnya.
"Sayang, udah jam enam ayo cari makan dulu, aku lapar" ucap Bianca.
"Oke tapi lima menit ya pelukan dulu hehe" jawab Fritz, membuat Bianca tidak mampu berkutik.
Mereka berjalan menyusuri bangunan-bangunan klasik, mengaguminya dan sampai di depan sebuah resto yang tidak terlalu besar tapi suasanya sangat cantik. Meja dan bangku berwarna krem dan ruangan bernuansa kayu dan juga batu-batuan, membuat Bianca langsung memilih tempat itu untuk makan.
Mereka duduk di dekat jendela sehingga dapat melihat sisi luar dan nampak orang lalu lalang. Selesai memesan makanan, Fritz melihat sosok wanita yang tidak asing untuknya sedang duduk sendirian di pojok sambil menikmati hidangan di hadapannya. Wanita itu tidak menyadari keberadaan Fritz dan keluarganya karena ia makan sambil membaca sebuah novel.
Fritz memilih untuk mengabaikannya dan tidak menyapa wanita itu. Ia menikmati makan malamnya dengan Bianca dan Karen, ia bahkan menggeser sedikit posisi duduknya sehingga wanita itu tidak dapat melihatnya.
Namun ketika Bianca dan Karen sedang asik menikmati hidangan penutup, wanita itu berdiri dari kursinya dan ingin ke toilet. Mata Fritz terbelalak kaget menyadari ada yang berbeda dari wanita itu. Lehernya tercekat tidak mampu berbicara, jantungnya berdegup sangat kencang.
__ADS_1
"Ini tidak mungkin......." batin Fritz.