Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Klinik Abdi Sehat


__ADS_3

Reno termenung melihat tumpukan kertas yang berada di hadapannya. Pagi tadi orang suruhannya berhasil mengumpulkan beberapa informasi tentang Rena dan Alan.


Berdasarkan laporan itu terdapat beberapa ketidakcocokan antara kehamilan Rena dan juga hubungannya dengan Alan. Orang suruhan Reno mendapatkan data pemeriksaan kehamilan Rena di rumah sakit dimana saat itu ia belum berangkat ke Barcelona, sedangkan tidak ada informasi kedatangan Alan ke Indonesia pada waktu itu.


Alan sudah cukup lama tidak ke Indonesia, jadi bagaimana mungkin Rena hamil jika Alan tidak di Indonesia?!


Reno tidak ingin gegabah, ia meminta untuk diberikan laporan lebih lanjut mengenai aktivitas Rena sebelum ke Barcelona dan juga kapan Rena berkenalan dengan Alan. Sejak awal Rena tiba-tiba ke Barcelona memang sudah menimbulkan tanda tanya besar untuk Reno. Ia merasa ada yang salah mengingat Rena sedang menikmati karirnya di Palembang dan tiba-tiba memutuskan pergi beberapa waktu.


Reno curiga jika Rena ke Barcelona untuk menutupi kehamilannya karena itu ia berkata akan pergi selama setahun. Waktu yang cukup untuknya hamil dan melahirkan.


"Apakah ini ada hubungannya dengan laki-laki di pesta pernikahan Rena waktu itu? Sepertinya wanita yang bersamanya mengatakan tentang anak dalam kandungan Rena bukan anak dari laki-laki itu, melainkan anak dari Alan" pikir Reno.


***


Nicholas bangun kesiangan hari ini dan tidak mendapati Raina ada di rumah, pagi-pagi sekali Raina sudah pergi tanpa sepengetahuan Nicholas. Nicholas merasa bersalah pada Raina dan ingin meminta maaf pada Raina. Ia mencoba menghubungi ponsel Raina tapi tidak tersambung, di kantor pun assisten Raina mengatakan jika Raina belum sampai kantor.


Ia lalu mencari tahu koki yang bisa dipanggil ke rumah dan menemukan nama Aldo seorang koki ternama di Jakarta, ia bekerja di hotel bintang lima di Jakarta dan sudah banyak mendapat pengakuan dari dalam dan luar negri akan kemahirannya. Nicholas menghubungi kontak Aldo dan meminta Aldo untuk datang ke rumahnya.


Nicholas berencana untuk membuatkan makan malam yang istimewa untuk Raina malam ini sebagai bentuk permintaan maafnya. Ia teringat janjinya untuk belajar mencintai Raina dan tidak mengecewakannya lagi.


Aldo setuju untuk datang nanti sore karena kebetulan ia sedang tidak ada shift kerja hari ini. Nicholas sangat bersemangat dan memesan bunga, juga memanggil jasa dekorasi untuk makan malam hari ini.


Ponsel Nicholas berbunyi, ia melihat Lita menghubunginya. Nicholas yakin jika Simon sudah menceritakan ke Lita mengenai pertengkarannya dengan Fritz.


"Halo ta" sapa Nicholas.


"Nic, kamu dimana?" tanya Lita.

__ADS_1


"Di rumah ta, ada apa?" jawab Nicholas.


"Barusan aku liat Raina sendirian masuk ke klinik, aku pikir sama kamu apalagi kan kamu kemarin abis bertengkar sama Fritz. Khawatir kamu kenapa-kenapa aja Nic.." jawab Lita.


"Oh aku gak apa-apa kok ta.." ucap Nicholas santai.


"Tapi kalau kamu baik-baik aja, Raina kenapa ke klinik sendirian Nic?" tanya Lita.


"Hmm.. itu aku gak tau ta.. kamu ketemu Raina di klinik mana?" tanya Nicholas.


"Klinik Abdi Sehat" jawab Lita.


"Oke ta thank you infonya, nanti aku coba tanya ke Raina ya soalnya aku tadi bangun kesiangan, bangun-bangun Raina udah pergi" ucap Nicholas.


Nicholas bingung untuk apa Raina pergi ke klinik kecil apalagi ia punya dokter yang biasa memeriksanya. Ia berniat untuk menyusul ke klinik tersebut tetapi assistennya di kantor menghubunginya dan memintanya segera datang untuk meeting penting dengan vendor besar. Nicholas tidak dapat berkata tidak karena vendor besar inilah yang memajukan perusahaan Nicholas hingga saat ini.


***


Raina melangkahkan kakinya dengan ragu-ragu ke sebuah klinik kecil, wajahnya tegang dan jantungnya berdetak kencang.


Ia masuk ke sebuah ruangan dimana Robby sudah menunggunya di dalam. Robby tidak sendiri tapi bersama dengan seorang dokter setengah baya yang mungkin hampir seumur dengan Robby.


"Raina, kenalkan ini dokter Marini. Beliau ini salah satu teman papa, seperti yang papa ceritakan di telepon kalau dokter Marini bisa membantu kamu.." ucap Robby dengan sangat hati-hati sebelum melanjutkan ucapannya.


"...hhmmmm... gimana Raina, kamu bersedia gak dibantu oleh beliau?" lanjut Robby menanyakan kesediaan Raina.


"Tapi pa.. Nicholas..." ucap Raina.

__ADS_1


"Maaf Rob, Raina.. sebaiknya saya meninggalkan kalian berdua untuk berbicara dulu ya. Saya gak mau terlibat dalam diskusi kalian. Jika sudah selesai, saya tunggu di depan" ucap Dr. Marini lalu meninggalkan ruangan.


"Raina.. kalau kamu ingin pernikahan kamu dan Nicholas tetap berlanjut, ini bisa jadi jalan keluar untuk kamu. Gak mudah untuk papa meyakinkan Marini supaya mau membantu kita!" ucap Robby.


"Pa.. kasian waktu buat Raina pertimbangin dulu" jawab Raina.


"Oke kamu pikirin dulu perkataan papa.. Tapi ijinin Marini menjelaskan ke kamu untuk prosedurnya nanti supaya kamu benar-benar jelas sebelum mengambil keputusan" ujar Robby.


"Iya pa" jawab Raina lalu memanggil Dr. Marini untuk dapat kembali ke dalam ruangan.


"Mar, anak saya ingin tahu dulu bagaimana prosedurnya sebelum mengambil keputusan" ucap Robby ke Dr. Marini.


"Oh ya tentu saja.. Jadi ada beberapa pemeriksaan yang harus kamu jalani. Untuk pendonornya kamu bisa pilih sendiri atau random dari yang sudah ada. Semua prosedur ini ilegal di Indonesia jadi saya akan bantu untuk dilakukan di luar negri" ucap Dr. Marini.


"Baik dok, terima kasih untuk informasinya. Akan saya pikirkan terlebih dahulu dok" jawab Raina.


Ia dan Robby lalu kembali ke dalam mobil masing-masing, mereka berdua tidak mengucapkan sepatah katapun setelah keluar dari ruangan Dr. Marini. Keduanya tegang dan enggan membahasnya saat ini.


Raina begitu kalut dalam pikirannya sendiri. Ia berhasil menikah dengan Nicholas setelah menjebak Nicholas untuk tidur dengannya dan sekarang ia berniat untuk kembali membohongi Nicholas demi mempertahankan pernikahan mereka.


Jika membayangkan Nicholas harus pergi dalam hidupnya, Raina ingin sekali menjalankan rencana Robby tetapi ini adalah keputusan yang sangat besar untuknya.


Memilih untuk hamil melalui donor ****** lalu mengatakan jika ini adalah bayinya dan Nicholas bukan hanya tentang Nicholas tetapi juga dirinya. Anak adalah sebuah ikatan seumur hidup, setiap Raina melihat anaknya kelak, ia akan teringat dengan kebohongannya.


Sebenarnya mereka masih punya cukup waktu untuk mencoba kembali program bayi tabung tapi ia pesimis akan berhasil mengingat keberhasilan sebelumnya adalah sebuah keajaiban.


Raina memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri di mall hari ini, ia tidak ingin ke kantor. Ia perlu waktu untuk menyegarkan pikirannya sejenak.

__ADS_1


__ADS_2