
Fritz memutuskan untuk segera kembali ke tempat Bianca menunggunya, ia tidak ingin berlama-lama dan membuat Bianca curiga.
Tanpa ia ketahui Nicholas sedang berada di balik pintu tempat Fritz dan Rena berbicara. Simon meminta bantuan Nicholas untuk pergi ke dalam ruangan keluarga dan mengambil ponsel miliknya yang ia letakan di dalam tas milik Lita.
Tepat saat Nicholas ingin membuka pintu keluar, ia mendengar suara pria dan wanita di balik pintu. Ia mengurungkan niatnya keluar, takut mengganggu dua orang yang sedang berbicara di depan. Nicholas bukan bermaksud untuk menguping tetapi saat mendengar wanita itu menyebut nama Fritz ia sadar itu adalah suara Fritz dan wanita yang berbicara dengannya bukan Bianca.
Nicholas lalu memberikan ponsel milik Simon dan duduk di salah satu bangku di samping pelaminan, dari sini ia dapat melihat Fritz sedang berbicara dengan Bianca. Ia berpikir keras akan ucapan Rena tadi, sebenarnya ada hubungan apa Fritz dan Rena? Apa yang terjadi dengan mereka di Palembang? Mengapa Fritz begitu takut Bianca tau?
Ia berpikir apa jangan-jangan Fritz dan Rena memiliki hubungan spesial yang terlarang? atau mereka seperti dirinya dan Bianca yang diam-diam saling mencintai? atau apa? Nicholas tidak ingin gegabah tetapi ia yakun sekali ada yang salah dari Fritz dan Rena.
Saat sedang asik melamun, ponsel Nicholas berbunyi. Ia melihat ada pesan masuk dari Robby, papanya Raina yang isinya ia ingin bertemu besok siang di kantornya. Nicholas yakin Raina sudah memberitahukan tentang hasil pemeriksaannya dan mungkin juga mengadukan tentang mereka yang sedang ribut besar. Ia lalu membalas pesan itu dan mengiyakan ajakan Robby untuk berbicara.
***
"Thank you Nic, Bi kalian udah banyak banget bantu kita dari awal... kalian pengiring pengantin pria dan wanita terbaikkkkkk" ucap Lita pada Nicholas dan Bianca.
"Iya Nic, Bi thank you ya kalian udah bener-bener siaga ngebantu kita" ujar Simon.
"Santai aja bro, yang penting kalian bahagia terus...saling mencintai..." ujar Nicholas sambil melirik pada Bianca.
"Cepet dapet keturunannn, Simon udah gak sabar katanya mau punya anak" ujar Bianca yang segera mengalihkan pandangannya dari lirikan Nicholas.
__ADS_1
"Nah makanyaaa malem ini kita langsung gas polllll, ya kan mon?" goda Lita.
Simon hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya yang ceplas ceplos. Padahal dalam batinnya ia juga sudah tidak sabar membuka segel milik Lita.
***
Keesokan harinya Nicholas sudah berada di kantor milik Robby. Semalam ketika ia sampai rumah ternyata Raina tidak berada di rumah dan menurut ART nya Raina menginap di rumah papanya.
"Siang pa" ujar Nicholas.
"Siang Nic, silahkan duduk. Kamu mau minum apa?" tanya Robby.
"Gak usah pa, tadi Nic abis makan siang sebelum ke sini" jawab Nicholas.
Robby sangat memahami kondisi Nicholas dan ia sadar Raina juga salah terus menerus menyalahkan Nicholas tetapi ia butuh cucu dari darah dagingnya untuk meneruskan perusahaannya kelak.
"Papa harap kalian segera berbaikan, jemput Raina dan berobat Nic.." lanjut Robby.
"Tapi pa... gimana kalo seandainya tetep gagal gak berhasil?!" tanya Nicholas.
"Nic itulah tujuan papa ajak kamu kesini, papa mau kita buat kesepakatan..Sekarang Raina sudah tiga puluh dua tahun, papa kasih waktu tiga tahun untuk kalian berobat dan program punya anak karena papa gak mau Raina sampai terlalu tua baru punya anak. Bahkan papa akan tanggung semua biayanya, berapapun itu asal bisa berhasil.... tapiiiii... kalo seandainya gagal setelah dua tahun atau bahkan kalian menyerah, papa harap kamu mau menceraikan Raina karena papa harap Raina bisa menikah lagi dan memiliki keturunan nantinya Nic" ujar Robby.
__ADS_1
Nicholas kaget dengan ucapan Robby yang memintanya menceraikan Raina jika ia gagal memberikan keturunan untuk Robby. Nicholas tau dengan status Robby yang adalah salah satu pengusaha sukses di Jakarta, tentu ia ingin ada seseorang yang bersedia melanjutkan perusahaannya.
"tapi pa, apa Raina udah tau tentang ini?" tanya Nicholas.
"Belum..papa gak bilang apa-apa ke Raina dan papa harap Raina gak pernah tau. Ini hanya antara kita Nic. Papa minta maaf sebelumnya karena lancang meminta ini ke kamu tapi papa yakin kamu paham dengan status papa ini, papa butuh penerus darah daging papa sendiri..." ucap Robby. Ia juga merasa bersalah karena ia merasa Nicholas adalah orang baik tetapi keadaan memaksanya seperti ini.
"iya Nicholas ngerti pa tapiii kasih waktu buat Nicholas pikirin ini semua ya pa" ucap Nicholas.
Nicholas lalu pamit dan pergi meninggalkan gedung perkantoran megah milik Robby. Ia melihat gedung megah itu dari kaca spion mobilnya, ia memikirkan perkataan Robby yang masuk akal. Raina anak tunggal dan ia berhak sebenarnya memiliki keturunan sedangkan Nicholas tidak mampu untuk itu. Terlepas dari Nicholas tidak mencintai Bianca, ia tetap menganggap Raina adalah bagian penting dalam hidupnya. Membayangkan kemungkinan dirinya kehilangan Raina menimbulkan sedikit ketakutan dalam diri Nicholas.
Ia lalu meluncur menuju kediaman Robby yang lebih seperti mansion baginya. Untuk menuju ke bangunan utama rumahnya saja harus melewati post penjagaan lalu terdapat halaman yang sangat luas, ada kolam air mancur tepat di bagian tengahnya.
Nicholas disambut oleh pelayan dan mengatakan kalau Raina ada di dalam kamar. Nicholas langsung menuju ke dalam kamar Raina sebelum mereka menikah dulu dan mendapati Raina sedang tertidur. Kamar Raina sangat luas bahkan dua kali lipat lebih besar daripada kamar mereka saat ini. Nicholas memilih untuk duduk di sofa berwarna putih yang terdapat di sudut ruangan sambil menunggu Raina bangun.
Nicholas memikirkan Raina yang rela meninggalkan mansion mewah milik Robby dan pindah ke rumah mereka yang jauh lebih kecil. Ia menyadari betapa banyaknya harta yang kelak menjadi milik Raina. Ia merasa begitu egois jika membiarkan Raina tidak memiliki keturunan. Bagaimana dengan semua perusahaan dan harta milik Robby nantinya?!
Nicholas lalu mengirim pesan untuk Robby dan menyetujui permintaan Robby.
"Pa, Nicholas sudah memikirkan tentang permintaan papa tadi. Nicholas setuju pa" isi pesan Nicholas.
"Oke Nic, terima kasih dan papa harap Tuhan segera memberikan kalian keturunan" balas Robby.
__ADS_1
Nicholas akan terus hidup dalam rasa bersalah jika egois mempertahankan Raina tanpa adanya keturunan atau bahkan tanpa cinta.