
"Brengsekkkk!!" pekik Nicholas sambil memukul stir mobilnya.
Ia begitu kesal karena logika dan hatinya tidak bisa diajak kerjasama. Logikanya mengatakan untuk jangan larut dalam kenangan masa lalu tetapi hatinya justru merasakan perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan.
Tak dapat dipungkiri ia begitu merindukan Bianca. Bianca, wanita pertama yang membuat Nicholas jatuh cinta bukan hanya parasnya yang cantik tetapi juga sikapnya yang lembut.
Ingatannya kembali ke masa lalu, saat ia dan Bianca baru saja resmi berpacaran. Saat itu Nicholas selalu menjemput Bianca pergi sekolah dan mengantarnya pulang kembali dengan motor Ninja hijau miliknya yang sedang banyak digandrungi masa itu. Nicholas ingat motor itu merupakan hadiah dari orang tuanya karena berhasil memenangkan lomba piano antar provinsi.
Di awal-awal masa pacaran, tentu saja Nicholas banyak tidak disukai oleh banyak laki-laki karena ia berhasil menaklukan Bianca. Pernah Nicholas diancam oleh salah satu laki-laki dan gengnya untuk menjauhi Bianca, tetapi Nicholas mengabaikannya dan ia hampir saja dipukuli ramai-ramai. Tetapi Bianca yang mengetahui hal itu datang dan menolong Nicholas. Sorot mata Bianca begitu tajam menatap segerombolan geng itu dan meneriaki mereka untuk pergi dan jangan pernah menyentuh Nicholas.
Nicholas merasa semakin kagum dengan sosok Bianca yang kelihatan tenang dan kalem, disisi lain ia bisa begitu garang menghadapi orang-orang yang membuatnya merasa terusik. "Thank you bi tapi lain kali kamu jangan gitu ya kalau kamu kenapa-napa gimana?" ujar Nicholas.
"Iya kamu tenang aja Nic, aku pasti baik-baik aja. Mereka gak mungkin berani sentuh cewek. Aku juga gak mau kamu kenapa-napa Nic" ucap Bianca, lalu Nicholas menggenggam tangan Bianca dan mengelus rambutnya membuat Bianca tersipu malu.
Nicholas berusaha menepis pikirannya dan batinnya berkata bahwa ini hanya perasaan sesaat saja, mengingat sudah 5 tahun ia tidak bertemu dan berbicara pada Bianca.
__ADS_1
"Halo beib" sapa Nicholas melalui sambungan ponselnya yang tiba-tiba berdering
"Beib, kamu dimana? Bisa jemput aku di MM Mall gak sekarang? Tadi aku nebeng Ria kesini tapi ia pulang duluan soalnya aku masih mau shopping untuk keperluan ulang tahun kamu minggu depan" ucap Raina, istri Nicholas
"Oke, aku kesana ya kebetulan aku gak jauh nih sekitar sepuluh menit lagi mungkin aku sampai sana" ucap Nicholas lalu melaju menuju MM Mall.
Saat ini Nicholas seakan sadar dari kegelisahannya. Ia menyadari bahwa apapun yang ia rasakan untuk Bianca tidak akan mengubah apapun, ia sudah menikahi Raina. Ia merasa kesempatannya untuk bersama Bianca sudah tidak ada lagi dan ia tidak ingin berlarut dalam perasaannya ini. "We're over Bianca, my caca" batinnya berkata.
Saat itu Bianca sedang menikmati makan malamnya dengan Fritz, mereka tertawa begitu lepas malam itu tanpa sadar bahwa Nicholas berjalan melewati cafe tempat Bianca dan Fritz makan. Hati Nicholas terasa hangat melihat Bianca tertawa begitu lepas, sudah lama ia tidak melihat Bianca bahagia seperti itu. Namun ia merasa cemburu melihat pasangan itu begitu mesra, melihat Fritz sesekali mengelus tangan dan pundak Bianca.
"Oh gak apa-apa, kamu udah selesai atau masih mau liat-liat lagi?" jawab Nicholas
"Masih satu lagi sih yang kurang beib, aku butuh gaun untukku beib hehehe terus nanti kita pakai baju yang senada beib, yang casual aja berhubung gak terlalu banyak juga ternyata teman-teman kamu beib, kayaknya kamu harus lebih banyak bergaul deh beib.... bla bla bla.... " oceh Raina
Nicholas tidak terlalu menyimak apa yang Raina katakan, ia tau istrinya itu memang cukup cerewet dan suka mengatur jadi ia hanya mengiyakan saja apa yang Raina katakan sambil melangkahkan kaki mengikuti Raina yang sudah menggandeng tangannya. Pikirannya semakin kacau, kenapa bisa-bisa ia dipertemukan terus-menerus dengan Bianca sedangkan lima tahun ini ia sama sekali tidak pernah berpapasan dengan Bianca sekalipun ia suka diam-diam pergi ke tempat favorit Bianca jika sedang memikirkannya, berharap akan bertemu Bianca. Itulah alasan ia menyetujui permintaan Simon menjadi bestmannya setelah mendengar Bianca yang akan menjadi bridesmaid Simon dan Lita.
__ADS_1
Sejam kemudian Raina akhirnya menyerah dan mengajak Nicholas pulang. Nicholas lalu memencet tombol lift untuk turun ke bawah menuju parkiran. Ketika pintu lift terbuka, Nicholas melihat Fritz dan Bianca di dalam lift. Tubuhnya terasa membeku, sulit untuk melangkah masuk ke dalam lift.
"Beib ayo dong masuk, keburu ketutup nih pintunya! " ucap Raina sambil menarik tangan suaminya itu kemudian meminta maaf pada Fritz dan Bianca karena tak enak hati mereka menunggu Nicholas masuk dan Fritz terus menahan pintu lift untuk Nicholas.
Kini mereka berempat berada di dalam lift. Nicholas dan Bianca berusaha terlihat biasa saja padahal hati mereka terus berkecamuk.
Tiba-tiba saja Lift yang mereka naiki berguncang lalu mati, bahkan lampu di dalam lift pun mati. Bianca sangat panik hingga ia berteriak, apalagi Bianca sangat takut terhadap gelap gulita. Bianca dapat merasakan seseorang meraih tangannya dan menggenggamnya erat, namun tiba-tiba ada yang menariknya dan memeluknya, tetapi tangan yang menggenggamnya itu tidak melepaskan genggamannya. Namun ia tidak dapat berpikir karena ia sangat panik, bahkan ia mulai merasa nafasnya sesak.
Raina dengan sigap menyalakan flashlight dari ponselnya. Ia sangat kaget ketika melihat pemandangan di depan matanya.
Wanita yang berada satu lift dengannya sedang dipeluk oleh suaminya tetapi yang mengejutkan adalah melihat suaminya sendiri, Nicholas sedang memegang tangan wanita itu. Lima tahun menikah dengan suaminya, tidak pernah ia melihat ekspresi wajah suaminya seperti itu, bahkan ketika ia harus operasi usus buntu pun suaminya tidak seperti ini. Rasanya sangat khawatir dan ingin melindungi.
"Beib, kamu salah orang. Akunya ada disini beib! Kamu minta maaf sama mbaknya dan suaminya sana, duhh maaf yah mbak mas suami saya salah orang" ucap Raina, ia pikir mungkin suaminya salah orang.
Nicholas lantas melepas genggamannya dan meminta maaf kepada Bianca dan Fritz seperti permintaan istrinya, lalu bergeser mendekati istrinya. Nicholas kali ini benar-benar cemburu melihat Fritz memeluk Bianca. Wanita kesayangannya tepat di hadapannya tetapi ia tidak mampu mendekat, karena wanita itu bukan lagi miliknya. Wajah Nicholas memerah menahan amarah dan cemburu, namun ia lebih khawatir melihat Bianca yang sepertinya ketakutan sampai-sampai keringatnya bercucuran dan wajahnya tampak pucat.
__ADS_1
Nicholas tau Bianca takut berada di tempat yang sangat gelap, maka nalurinya bekerja ketika mendengar Bianca berteriak panik. Ia lantas memegang tangan Bianca tanpa berpikir panjang, berharap itu akan menenangkan Bianca. Namun lagi-lagi ia harus menerima kenyataan kalau sudah ada Fritz yang menggantikan posisinya dalam hidup Bianca dan mungkin di dalam hatinya. Nicholas bertanya dalam hatinya "Apakah Bianca mencintai Fritz, seperti ia mencintaiku dulu?"