
Raina termenung di kamarnya, memikirkan banyak hal yang telah terjadi. Semua berawal saat ia secara tidak sengaja membaca pesan antara Nicholas dan Robby, papanya.
***flashback***
"Beib, aku pinjem handphone kamu ya buat telepon papa, punyaku habis baterai soalnya" ucap Raina.
"Iya beib" jawab Nicholas dari kamar mandi.
Raina mencoba menghubungi Robby tetapi tidak ada jawaban sementara Raina butuh jawaban secepatnya mengenai pekerjaan di kantor.
Raina mencoba mengirim pesan untuk Robby. Tetapi saat itu ia melihat pesan antara Robby dan Nicholas, membahas soal persetujuan Nicholas dan Robby.
"Pa, Nicholas sudah memikirkan tentang permintaan papa tadi. Nicholas setuju pa" isi pesan Nicholas.
"Oke Nic, terima kasih dan papa harap Tuhan segera memberikan kalian keturunan" balas Robby.
Raina sangat penasaran dengan maksud pesan itu. "Permintaan apa yang papa ajukan ke Nicholas? Pasti ada hubungannya dengan masalah mereka dalam memiliki keturunan" pikir Raina.
Raina mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi rumah Robby. Saat itu Robby sedang menikmati sarapannya.
"Hi pa, hi ma" ucap Raina lalu mengecup pipi kedua orang tuanya.
"Tumben kamu pagi-pagi udah kesini" ucap mama Raina.
"Ayo sarapan sama papa mama" ajak Robby.
Raina menuruti permintaan Robby lalu ikut menyantap nasi goreng bersama papa mamanya dan berbincang santai.
Robby yang paham betul dengan sifat Raina yakin ada sesuatu yang Raina inginkan dengan datang pagi-pagi. Namun Robby berpikir jika ini masalah pekerjaan karena tadi pagi ia melihat Raina mencoba menghubunginya semalam.
"Ayo Raina ke ruang kerja papa" ajak Robby yang disusul dengan langkah Raina mengikuti Robby ke ruang kerjanya.
"Ada apa Rai? kalau soal kerjasama dengan PT. Agung kamu gak usah khawatir, itu udah papa urus tadi pagi" ucap Robby.
__ADS_1
"Pa, ada perjanjian apa antara papa dan Nicholas?" tanya Raina.
Robby yang terkejut berusaha bersikap tenang.
"Perjanjian apa maksud kamu?" tanya Robby tidak ingin gegabah.
"Pa, semalam Raina gak sengaja baca pesan papa dan Nicholas. Jadi lebih baik papa jelasin ke Raina, ada apa sebenarnya. Papa minta apa ke Nicholas?!!!! Ini ada hubungannya sama anak kan pa!!" ucap Raina dengan nada tinggi.
Robby tahu jika Raina pasti tidak akan berhenti sampai ia mendapatkan jawaban yang ia mau. Dengan berat hati Robby memberitahukan ke Raina tentang perjanjiannya dengan Nicholas.
"Rai, mendengar kalian kemungkinan tidak punya anak tentu saja papa khawatir. Kamu sadar kan kamu itu satu-satunya anak papa. Kalo kamu gak punya keturunan lantas siapa yang akan terusin perusahaan papa Rai?! karena itu papa bertemu dengan Nicholas untuk membuat perjanjian dengannya. Kalau kalian tidak juga memiliki keturunan dalam tiga tahun, papa meminta Nicholas untuk berpisah dengan kamu. Papa akan mengenalkan kamu dengan laki-laki baik yang sehat dan mampu memberikan kamu keturunan"
Raina terkejut dengan pengakuan papanya. Ia marah mendengar dengan mudahnya Robby meminta Nicholas meninggalkannya.
"Papa keterlaluan!!! papa gak tahu ya Raina itu cinta sama Nicholas pa! Gak bisa seenaknya papa minta Nic tinggalin Raina karena Nic ga bisa kasih keturunan!!" bentak Raina.
"Maafin papa Raina tapi papa gak punya pilihan!! Harus ada yang meneruskan perusahaan papa!" ucap Robby tegas, membuat nyali Raina sedikit ciut.
"Jadi Nic dan Raina hanya punya tiga tahun?" tanya Raina.
Raina dengan kalut lalu pergi ke dokter kandungan untuk konsultasi sendirian tanpa Nicholas. Mencari tahu seberapa besar peluangnya untuk hamil dan punya anak.
"Maaf bu, saya gak bisa pastikan berapa lama. Bisa beberapa bulan bahkan bertahun-tahun. Biasa butuh tiga sampai enam bulan setelah pemeriksaan dan pengobatan dilakukan Bu, baru saya bisa tahu perkembangan spermanya bagaimana...Intinya kita harus bersabar bu menyangkut keturunan karena datangnya dari yang di atas bu sekalipun kita juga berusaha" ucap Dr. Tom.
Raina pulang dengan kecewa, pengobatan Nicholas memakan waktu, bayi tabung juga belum tentu berhasil sedangkan ia hanya memiliki tiga tahun.
Sore itu Raina mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai cara cepat hamil sampai ia menemukan artikel yang membahas tentang ****** pengganti. Namun itu akan menjadi suatu kebohongan besar jika ia sampai mencari ****** pengganti.
"Beib, aku berangkat kantor dulu ya" ucap Nicholas memecah lamunan Raina.
"Oke beib" jawab Raina.
Raina berpikir jika ia keguguran berarti perjanjian Nicholas dan papanya berlaku kembali?!
__ADS_1
****
"Hai kak, Hai mama" sapa Rena pada keluarganya melalui video call.
"Hi Ren, Al tumben malem-malem ajak videocall pake request ada aku lagi. Ada apa?" tanya Reno penasaran.
"Ada yang mau aku omongin ke kalian..." ucap Rena ragu-ragu.
"Mau ngomong apa Ren?" tanya sang mama.
"Ini ma.. aku sebenarnya...." ucap Rena.
"Biar aku aja ya.." potong Alan, meminta izin pada Rena.
Rena mengangguk memberi persetujuan.
"Begini.. maaf sebelumnya kalau kita berdua baru kasih tau berita ini sekarang.. Saat ini Rena sedang mengandung.." ucap Alan, lalu menarik tangan Rena lembut, mengarahkan Rena untuk berdiri sehingga keluarganya dapat melihat perut Rena yang sudah membesar.
"Apaaa??" ujar sang mama terkejut.
Reno lalu bangkit dari tempat duduknya dengan wajah memerah dan beranjak pergi begitu saja.
"Al, Ren mama kaget banget tapi mama ucapkan selamat untuk kalian. Maaf mama harus mengejar Reno dan menenangkan Reno jadi kalian tenang aja ya. Kakak kamu pasti kaget banget" ucap mama Rena lalu mematikan sambungan video.
"Ren, kenapa Reno semarah itu?" tanya Alan bingung dengan sikap Reno.
"Al...sebenarnya aku udah menduga ini akan terjadi. Reno pasti marah banget sama aku.." ucap Rena dengan suara bergetar.
Alan masih belum paham kenapa Reno seperti itu. Memang kehamilan Rena di luar nikah saat ini tetapi mereka akan segera menikah jadi seharusnya tidak masalah. "Atau Reno begitu memikirkan adat ketimuran untuk menjaga diri dan aib jika wanita hamil duluan sebelum menikah?" pikir Alan.
Rena merasa sangat terpukul saat ini. Ia sadar ia telah mengecewakan Reno. Terutama mengingat trauma yang Reno alami, ia pasti sangat tidak terima saat tahu adik kesayangannya malah hamil sebelum terikat dalam pernikahan.
"Sebenarnya Reno bersikap seperti itu karena ia sangat kecewa sama aku. Reno punya trauma masa lalu tentang hamil di luar nikah. Dia bahkan sudah mengajarkanku sejak kecil untuk menjaga diri sebaik mungkin dan berhati-hati dengan laki-laki" ucap Rena tidak jelas, ia bingung harus memulai dari mana.
__ADS_1
"Tenang dulu honey.. kamu coba ceritain satu-satu dari awal dulu" ucap Alan mengelus punggung Rena supaya ia lebih tenang.
"Reno itu sebenarnya bukan kakak kandungku..." lirih Rena.