
"Mereka nampak sangat serasi sayang" ucap Bianca melihat pasangan yang baru saja menikah sedang menyapa beberapa tamu undangan.
"Lebih serasi kita sayang hehehe" ledek Fritz.
Melihat Alan dan Rena berjalan ke arah mereka, keduanya lantas menyapa pengantin baru itu.
"Selamat ya Ren, Al kamu cantik bangett Ren.." ucap Bianca memberi selamat untuk Alan dan Rena.
"Makasih ya kalian udah luangin waktu kesini" jawab Rena.
"Semoga kalian berdua bahagia selalu ya, oh ya dan bayi kalian juga" ucap Fritz.
Mendengar ucapan selamat dari Fritz membuat Rena sedikit tersentak, ia hampir saja melupakan fakta bahwa bayi dalam kandungannya bukanlah anak Alan tetapi ironisnya Fritz, ayah dari bayi dalam kandungannya malah memberi ucapan dan mengira Alan adalah ayah dari bayinya.
"Thank you Fritz, Bianca.." ucap Alan lalu merangkul Rena dan mengajaknya berkeliling mengunjungi tamu-tamu lain.
"Akhirnya semua berakhir bahagia ya sayang" ucap Bianca.
"Iya sayang... maafin aku lagi ya sayang, aku yakin setiap melihat Rena hati kamu pasti sakit.." ucap Fritz.
"Sayang.... semua orang pasti berbuat kesalahan..terlebih kamu dan Rena melakukannya gak sadar.. lagipula yang terpenting bayi Rena adalah anak Alan bukan anak kamu" ucap Bianca sambil melihat ke arah perut Rena yang berada beberapa meter jaraknya dari mereka berdiri.
Mereka tidak sadar di belakang Bianca, berdiri sosok laki-laki yang mendengar semua ucapan mereka. Laki-laki itu menjauh dari kerumuman lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo, tolong cari tau semua mengenai aktivitas Rena sebelum berangkat ke Barcelona lalu tentang kehamilannya dan juga Alan" ucap Reno melalui sambungan telepon.
Reno awalnya tidak sengaja mendengar percakapan Fritz dan Bianca tetapi ia terkejut saat menangkap pembicaraan mereka yang mengisyaratkan pernah terjadi sesuatu antara laki-laki itu dan adiknya.
__ADS_1
Sejak awal Reno memang curiga dengan kehamilan Rena yang sudah membesar sementara ia tidak pernah mendengar Rena mempunyai kekasih. Namun tiba-tiba pergi ke Barcelona dan pulang membawa calon suami. Semua terkesan serba terburu-buru.
***
Di ruangan keluarga, tampak nenek Rose dan mama Alea sedang berbincang-bincang.
"Ma, terima kasih mama udah mau datang ke sini untuk pernikahan Alan dan Rena" ucap Alea.
"Mama lakuin ini buat kamu.. Mama gak habis pikir kamu bisa-bisanya berubah begini!" ucap Nenek Rose kesal.
"Ma... kan Alea udah bilang Alea anggep Rena itu anak Alea ma..." lirih Alea.
Nenek Rose sangat kecewa dengan sikap putri semata wayangnya yang malah sangat menyayangi Rena. Sejak Rena kecil nenek Rose tidak pernah menyayangi Rena dan bersikap dingin padanya. Sekalipun ia tahu Rena selalu berusaha mendekatkan diri padanya. Bagi Nenek Rose hanya Reno lah cucunya yang ia sayang dan cintai. Namun demi menjaga nama baik keluarga, ia berusaha menutupi kebenciannya pada Rena. Selama ini tidak banyak yang tahu tentang asal usul Rena. Bahkan Rena selama ini beranggapan Reno lah yang merupakan anak angkat.
"Anak haram suamimu itu benar-benar liar, sama seperti ibunya! Hamil di luar nikah! Ya.. pasti ini akal-akalannya supaya bisa menggaet laki-laki tampan dan kaya raya..." ucap nenek Rose.
"Lalu wanita seperti apa??!! Tidur dengan laki-laki yang belum jadi suaminya dan hamil di luar nikah! Masih untung Alan mau menikahinya, kalau tidak bisa seperti ibunya melahirkan anak haram!!!" pekik Nenek Rose emosi.
"Ma.... Nek.... apa maksudnya?! Aku anak haram??" tanya Rena terbata-bata.
"Rena... sayang..." ucap Alea terkejut, lalu menghampiri Rena dan membawanya duduk di kursi sementara Nenek Rose memilih untuk meninggalkan ruangan.
Wajah Rena mendadak pucat, tubuhnya bergetar. Ia berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar. Rena awalnya ingin ke ruangan keluarga untuk beristirahat sejenak karena kakinya mulai pegal berdiri. Sehingga ia meminta Alan untuk melanjutkan menyapa tamu-tamu sementara ia beristirahat. Tetapi ia sangat terkejut mendengar Alea dan Nenek Rose sedang bertengkar dan menyebutnya anak haram.
"Mama..ada apa sebenarnya? Kenapa nenek bilang begitu?" tanya Rena bergetar.
"Rena sayang.. jangan dipikirin ya kata nenek, nenek sedang marah aja tadi" ucap Alea berusaha menutupi kenyataan dari Rena.
__ADS_1
"Ma, kasih tau Rena ada apa sebenarnya.. Jangan bohongin Rena lagi ma" ucap Rena.
"Rena, sekarang masih banyak tamu undangan.. Nanti setelah pesta mama baru kasih tau kamu ya sayang" ujar Alea.
Rena menggelengkan kepalanya, ia tetap memaksa ingin tahu sekarang juga. Namun MC memanggil Rena untuk melakukan sesi foto bersama. Dengan terpaksa Rena melangkahkan kakinya menuju ruangan pesta untuk berfoto bersama. Sekalipun hatinya sedang gundah, ia berusaha untuk tetap tersenyum pada sesi foto dan saat bertemu tamu undangan.
Rena melihat Reno dan Alea sedang berdiri dan berbincang di sudut ruangan. Wajah Reno tampak memerah dan emosional, sementara Alea tampak menyeka air di ujung matanya. Rena berusaha mencari keberadaan Nenek Rose tetapi ia tidak dapat menemukannya karena ia memilih untuk pergi meninggalkan pesta.
"Honey, kamu kenapa kok bengong?" tanya Alan bingung karena melihat raut wajah Rena nampak berbeda. Alan menduga apa karena ucapan Fritz tadi membuat Rena merasa sedih.
"Honey.. selesai pesta, aku harus bicara sama mama dan kakakku ya.." jawab Rena.
"Kamu mau aku temani?" tanya Alan.
"Entahlah tapi aku rasa lebih baik kamu menunggu di mobil" ucap Rena.
Sekalipun Alan tidak mengerti apa yang akan Rena lakukan dan katakan tetapi ia menuruti apa permintaan wanita yang baru saja menjadi istrinya itu.
Selepas pesta dan para tamu pulang, Rena langsung menghampiri Alea dan Reno dan mengajak mereka untuk berbicara. Alan paham dan pamit untuk menunggu Rena di dalam mobil.
"Kak, Ma tolong kasih tau Rena yang sebenarnya.." ucap Rena.
Mama Alea lalu menceritakan kisah masa kecil Rena dan masa lalu ibu kandungnya dengan ayahnya. Air mata Rena mengalir deras, Reno tampak sigap memeluk Rena. Ia yakin adiknya merasa hancur saat ini mengetahui yang sebenarnya.
Rena benar-benar tidak menduga jika ia ternyata bukan anak kandung mama Alea dan ibu kandungnya adalah selingkuhan ayahnya. Bayangan akan masa kecilnya seakan menyelimuti pikirannya. Bagaimana Nenek Rose sangat dingin padanya, bagaimana Reno selalu berpesan padanya untuk tidak hamil di luar nikah dan saat ini semua sangat masuk akal baginya. Ternyata masa lalu ibu kandungnya yang kelam menimbulkan luka di tengah keluarganya.
"Rena.. buat mama kamu dan Reno sama-sama anak mama, sayang mama untuk kalian sama besarnya. Masa lalu biarlah berlalu.." ucap Alea.
__ADS_1
"Rena, mama benar.. kakak juga sangat sayang sama kamu.." ucap Reno sambut mengelus puncak kepala Rena.