
Setelah perbincangan panjang dari hati ke hati antara Fritz dan Bianca, mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba kembali memperbaiki keadaan perlahan.
Bianca juga memohon pada Fritz untuk tidak memberitahukan siapapun mengenai hubungannya dengan Nicholas karena ia tidak ingin merusak hubungan Nicholas dan Raina, mengingat mereka akan mempunyai anak.
Malam itu Bianca sudah kembali ke rumah dan untuk merayakannya, Fritz mengajak Bianca dan Karen untuk makan di resto. Meskipun hubungan Fritz dan Bianca masih kaku dan canggung, keduanya berusaha bersikap normal di depan Karen.
Bianca akhirnya bisa membacakan buku untuk Karen dan juga menemani Karen hingga ia tertidur. Hati Bianca merasa tertusuk saat mendengar Karen mengatakan sangat merindukannya dan meminta Bianca untuk jangan meninggalkannya lagi.
Saat Bianca masuk ke dalam kamar, Fritz sudah menunggunya di atas ranjang. Fritz langsung memeluk Bianca dan menciumi istrinya. Bianca berpikir ini akan menjadi awal yang baik untuk mereka, memulai kembali hubungan di atas ranjang yang sudah berminggu-minggu tidak mereka lakukan.
Fritz dengan kemahirannya menyesap dalam-dalam tengkuk Bianca, meninggalkan bercak di lehernya. Tangannya turun ke dada Bianca dan menyusup ke dalam penutup atasnya sambil menciumi Bianca.
Bianca merasa tubuhnya tidak merespon dengan baik sentuhan-sentuhan Fritz, ia terbayang Fritz melakukan itu dengan Rena. Fritz juga merasakan Bianca berubah, biasanya ia akan mendes*h jika Fritz menyesap tengkuk sambil memainkan puncak dadanya. Tangannya kembali menyusup ke bagian inti Bianca tetapi tidak basah seperti biasa.
"Maaf, aku gak bisa..." ucap Bianca.
Fritz lalu memghentikan permainannya dengan kecewa.
"Mungkin kamu masih belum nyaman sama aku sayang. Ya udah gak apa-apa, kita coba lain waktu ya" ucap Fritz.
Keduanya lalu tidur dengan saling memunggungi, tidak berbicara satu patah kata pun lagi.
****
"Rai.... ya Tuhan Raina... mba, tolong bantu saya bawa ibu ke rumah sakit!" ucap Nicholas panik.
__ADS_1
Sewaktu tiba di rumah, Nicholas menemukan Raina terjatuh di kamar mandi dan setengah sadar mengerang kesakitan.
Nicholas melesat dengan mobilnya, panik dengan keadaan Raina yang kesakitan. Nicholas juga melihag darah segar mengalir diantara paha Raina. Ia berdoa supaya jangan terjadi hal buruk pada bayinya.
Dokter dan suster di rumah sakit dengan sigap memeriksa keadaan Raina dan menyuruh Nicholas menunggu di luar ruangan. Setelah beberapa waktu pintu ruangan terbuka dan dokter menghampiri Nicholas untuk memberitahukan kondisi Raina.
"Maaf Pak, setelah saya cek sepertinya bayinya sudah sangat lemah pak. Kami sudah memberikan obat untuk menguatkan janin, semoga saja bayinya bisa bertahan tetapi saran saja bapak bersiap untuk yang terburuk. Tekanan darah ibu Raina juga masih tinggi pak, sepertinya itu yang menyebabkan Ibu Raina terjatuh di kamar mandi" ucap Dokter Tom.
Nicholas sangat sedih mendengar ucapan Dr. Tom, ia sudah membayangkan bayinya akan baik-baik saja. Nicholas ingin bertemu dengan Raina segera, memastikan kondisi Raina.
"Beib... bayi kita....maaf beib..." lirih Raina, air mata membasahi pipinya.
"Tenang ya beib, yang penting kamu baik-baik aja beib..." ucap Nicholas menenangkan Raina.
"Tadi aku abis buang air kecil beib, tiba-tiba kepalaku pusing dan sakit banget beib. Tau-tau aku udah jatuh di lantai...." isak Raina.
Sekejap dunia Nicholas dan Raina diliputi duka yang sangat mendalam. Nicholas berpikir mungkinkah ini karma yang harus ia tanggung karena telah berbuat dosa dengan Bianca?!
***
Jika saat ini Fritz Bianca dan juga Nicholas Raina sedang dalam kesedihan dan permasalahan yang rumit, berbeda dengan Alan dan Rena yang justru sedang bahagia berdua.
Rena sudah menempati mansion baru yang Alan hadiahkan untuknya. Mereka juga sibuk mempersiapkan barang-barang untuk dibawa ke Indonesia sekaligus merundingkan beberapa hal mengenai pernikahan mereka.
"Honey, orang tuaku akan langsung bertolak ke Indonesia setelah kita sampai di Indonesia. Aku juga sudah memberitahukan tentang kehamilan kamu supaya mereka gak kaget nanti hehehe" ucap Alan.
__ADS_1
"Lalu apa reaksi mereka??" tanya Rena penasaran.
"Mereka kaget awalnya, tiba-tiba aku bilang mau menikah dan calon istriku hamil anakku. Lalu mereka tertawa bahagia mau dapet cucu hahaha" celoteh Alan lalu menarik lembut Rena untuk bersandar di dadanya dan masuk ke dalam pelukannya.
Alan lalu mencium bibir Rena dengan mesra dan penuh perasaan. Mereka saling mel*mat bibir masing-masing, membuat Rena kehabisan napas sesaat lalu menarik napas dan menautkan kembali bibir mereka.
Dengan lembut Alan merebahkan Rena di atas sofa kamarnya sambil terus menciuminya. Rena yang paham dengan naluri laki-laki lantas mencari kepala ikat pinggang Alan untuk melepasnya tetapi Alan malah menepis tangannya.
"No honey, jangan..." ucap Alan lalu melepaskan ciuman mereka.
Rena merasa malu dengan apa yang baru saja terjadi. Ia pikir Alan juga menginginkannya tetapi ia malah menepis tangannya seakan menolaknya.
"Honey, aku mau ngelakuinnya saat kita udah sah menikah ya. Lagipula aku belum bertanya pada dokter apa aman untuk melakukannya saat kamu hamil. Aku gak mau terjadi sesuatu pada bayi kita honey.." ucap Alan sambil mengecup tangan Rena lalu menautkannya dalam genggamannya.
Mendengar ucapan Alan, Rena spontan tertawa membuat Alan bingung. Ia baru saja mengatakan hal manis bukannya tersentuh tetapi Rena malah menertawainya.
"Kok ketawa sih kamu? Itu kan romantis tadi..." ucap Alan pura-pura merajuk.
"Bukan begitu honey tapi kamu lucu aja masa mau ngelakuin itu tapi harus tanya dokter dulu hahaha.. lagipula seharusnya aman, kalo gak masa suami istri yang hamil gak melakukannya selama 9 bulan gitu?!" tanya Rena lalu tertawa dan memeluk gemas calon suaminya yang sangat perhatian.
"Awas kamu nanti, tunggu malam pertama kita ya!" ancam Alan sambil menggoda Rena.
Mereka berdua telah memutuskan untuk menikah secepatnya di Indonesia dan di Barcelona hanya acara kecil dengan rekan-rekan dan teman dekat Alan saja.
Rena juga sudah menghubungi mama dan kakaknya mengenai kepulangannya dan rencananya untuk segera menikah dengan Alan tetapi ia belum mengatakan tentang kehamilannya. Alan ingin ia yang menyampaikan itu kepada keluarga Rena sekalipun mereka sudah beberapa kali melalukan panggilan melalui video dan saling berkenalan. Reno, kakak Rena pun sudah mengetahui tentang jati diri Alan yang seorang CEO terkenal. Reno sangat bahagia adiknya mendapatkan pasangan yang sesuai dan juga bukan dari kalangan sembarangan.
__ADS_1
Berita ini juga sudah sampai ke telinga keluarga besar Rena, termasuk Simon dan Lita. Keduanya tidak kaget lagi karena sudah mendengar ceritanya dari Bianca. Simon dan Lita berharap ini adalah akhir yang membahagiakan untuk semua, Rena menikah dengan Alan dan Bianca yang kembali berbaikan dengan Fritz.