
"Bi, kamu dimana? please angkat bi.." pesan Lita.
"Sayang, kalo udah siap bicara kamu pulang ya.. kasian Karen cariin kamu" pesan Fritz.
"Bi, semua orang cariin kamu. Kamu cerita sama aku, kamu kenapa? Apa ini tentang Fritz dan rahasianya?" bunyi pesan Nicholas membuat Bianca terkejut. "Bagaimana Nicholas tahu kalau Fritz punya rahasia" pikirnya. Tanpa pikir panjang, Bianca menyentuh layar ponselnya untuk menelepon Nicholas dan mencari tahu apa yang Nicholas ketahui selama ini.
Melihat Bianca meneleponnya, Nicholas yang baru saja membantu Raina dari kamar mandi lantas meminta izin pada Raina untuk keluar dan mengangkat telepon. Nicholas tidak menyadari kalau Raina sempat melihat sepintas kalau Bianca meneleponnya.
"Halo bi" sapa Nicholas.
"Nic.... kamu... apa yang kamu tahu.." ucap Bianca terbata-bata, berusaha menahan air mata dan emosinya.
"Kamu dimana Bi? Aku susul kamu" ujar Nicholas, hatinya ikut sakit mendengar suara Bianca bergetar seperti itu.
"Tapi Nic, kamu harus menemai Raina di rumah sakit. Jangan tinggalin Raina sendirian, aku baik-baik aja" jawab Bianca.
"Baik-baik gimana sih bi?!! dari suara kamu aja udah gak baik-baik aja! Kamu dimana?!" ujar Nicholas memaksa.
Bianca tetap bersikeras tidak ingin memberitahu Nicholas dimana ia berada. " Oke kalau kamu gak mau kasih tau aku, aku juga gak kasih tau kamu apa yang aku tahu" ancam Nicholas, akhirnya membuat Bianca menyerah dan memberitahu Nicholas dimana ia berada tetapi melarang Nicholas untuk memberitahu siapapun.
Nicholas lalu menghubungi ART di rumah dan menyuruhnya untuk ke rumah sakit malam ini menemani Raina. Nicholas memikirkan ia harus beralasan apa dengan Raina. Di satu sisi ia tidak tega meninggalkan Raina tetapi ini sudah hampir tengah malam, Raina juga pasti tertidur lagi dan kondisinya sangat stabil setelah diberikan obat oleh dokter.
Melihat Raina sudah tertidur kembali dan ART nya sudah tiba di rumah sakit, ia segera pergi menuju apartment Bianca. Nicholas berpesan pada ART dan pihak rumah sakit untuk segera menghubunginya jika terjadi sesuatu.
"Ini, kamu pasti belum makan" ucap Nicholas sambil menyodorkan kantong berisi makanan. Ia melihat Bianca begitu lesu, matanya bengkak dan sembab, tidak ada aura bahagia yang terpancar darinya saat ini.
__ADS_1
Bianca lalu mempersilahkan Nicholas untuk masuk ke dalam dan langsung membombardir Nicholas dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai Fritz tetapi Nicholas menolak memberitahu sebelum Bianca makan. Lagi-lagi Bianca patuh pada Nicholas dan menghabiskan satu porsi sate ayam dan lontong yang Nicholas beli di depan rumah sakit.
"Oke sekarang kamu kasih tau aku Nic, apa yang kamu tahu" ujar Bianca.
"Waktu di pesta pernikahan Simon dan Lita, aku mengambil ponsel untuk Simon di ruang keluarga lalu aku dengar di depan pintu Fritz mengatakan sesuatu tentang rahasia yang kamu gak boleh tahu. Ada wanita juga yang bilang kalau yang terjadi di Palembang hanya kebodohan mereka dan ia tidak berniat merebut Fritz dari kamu... Aku dengar Nicholas memangggil wanita itu Ren...." ucap Nicholas.
"Rena" lanjut Bianca.
"Sejujurnya aku dan Lita sempat mencari tahu tentang hubungan Fritz dan Rena tetapi kita berdua gak berhasil dapet info karena Rena juga ke Eropa" ujar Nicholas.
"Iya Nic, aku tahu.. sewaktu aku berlibur ke Eropa kami sempat ketemu Rena dan juga pria yang disebut kekasihnya. Aku bahkan gak tahu itu benar atau gak" ucap Bianca, suara kembali bergetar.
Nicholas menanyakan kepada Bianca bagaimana ia tahu tentang perselingkuhan Fritz dan Rena, lalu Bianca menceritakan kejadian tadi di rumah saat ia mendengar percakapan antara Fritz dan Rena di telepon.
"Apa?!!! Rena hamil???" tanya Nicholas kaget.
"Bi.. kamu jangan terburu-buru ambil keputusan apapun saat ini. Kamu tenangin diri kamu dulu, temuin Fritz, cari tau permasalahannya apa bi" ujar Nicholas.
Bianca kembali menitikkan air mata, ia bingung jika Rena benar hamil anak Fritz maka Fritz harus bertanggung jawab tetapi jika itu bukan hasil hubungannya dengan Fritz, Bianca ragu ia bisa memaafkan apalagi menerima Fritz kembali. Ia mengingat bagaimana dulu papanya mengkhianati mamanya dan sekarang terulang lagi padanya.
Nicholas yang sudah hampir berhasil mengubur kisah dan cintanya dengan Bianca, merasakan perih di dadanya melihat Bianca hancur seperti ini. Ia langsung memeluk Bianca memberikan ketenangan untuknya.
***
Raina terbangun tengah malam dan tidak mendapati Nicholas bersamanya, ia hanya melihat Tia assisten rumah tangganya tertidur di sofa. Tidak ingin mengganggu Tia, Raina memutuskan untuk ke kamar mandi sendiri.
__ADS_1
Tia terbangun mendengar suara pintu kamar mandi lalu melihat Raina berjalan menujur kamar mandi. Khawatir akan majikannya Tia menawarkan bantuannya ke Raina.
"Biar Tia bantu ya bu.." ucap Tia sambil memegang lengan Raina.
"Makasih Tia, tapi saya bisa sendiri" ucap Raina.
Selesai dari kamar mandi, Raina menanyakan keberadaan Nicholas pada Tia yang pergi tanpa memberitahunya dan kenapa tiba-tiba Tia ada di rumah sakit.
"Saya kurang tahu bu, tadi bapak nelepon saya minta ke rumah sakit tungguin ibu soalnya bapak ada urusan penting" ucap Tia jujur.
Raina mengambil ponselnya menghubungi Nicholas tetapi ponselnya tidak aktif. Ia berpikir mana mungkin urusan kerjaan sampai tengah malam seperti ini.
Tidak bisa tidur, Raina teringat akan ucapan Fritz tentang cinta monyet kepada Nicholas. Apakah salah satu dari Lita dan Bianca adalah cinta monyet Nicholas? Raina menyadari ia tidak tahu banyak tentang masa lalu Nicholas.
"Apa gunanya aku tahu masa lalu Nicholas apalagi hanya cinta monyetnya.. bahkan mantan yang membuat Nicholas dulu begitu terpuruk pun aku gak tahu siapa" batin Raina lalu berusaha tidur kembali.
Raina berusaha memejamkan matanya dan terlelap tetapi usahanya sia-sia. Ia melirik sudah jam tiga tetapi Nicholas belum kembali juga. Raina curiga apa jangan-jangan Nicholas menemui wanita lain.
Ia mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Maya sekretaris pribadinya di kantor.
"Halo May, maaf ganggu kamu tidur" ucap Raina.
"Iya bu, kebetulan saya lupa silent ponsel saya. Ada apa bu?" tanya Maya.
"Saya butuh kamu cari tahu tentang dua orang wanita, namanya Lita dan Bianca. Detail dan fotonya saya kirim ke kamu ya" ujar Raina.
__ADS_1
"Baik bu.." ucap Maya.
Raina segera mengirimkan foto Lita dan Bianca ke Maya dan informasi apa yang ia ketahui tentang keduanya. Maya berjanji untuk memberi informasi yang Raina butuhkan dalam 1x24 jam. Raina tidak sabar untuk mengetahui tentang masa lalu Lita dan Bianca yang ia rasa ada hubungannya dengan masa lalu Nicholas.