
Nicholas sedang dalam perjalanan menuju coffee shop tempatnya biasa bertemu dengan Simon. Ia melirik jam di pergelangan tangannya, ia tiba kira-kira lima belas menit lebih awal karena meeting dengan client sebelumnya ternyata berjalan dengan cepat.
Ketika ia membuka pintu, ia kaget saat melihat Fritz sedang duduk sendirian disana. Ia bingung haruskah ia menyapa Fritz atau tidak, tepat ketika ia memutuskan untuk keluar dari coffee shop Fritz menangkap kehadiran dirinya. Membuat Nicholas tidak punya pilihan selain tetap masuk ke dalam dan menyapa Fritz.
Tidak mudah bagi Fritz untuk bertemu dengan Nicholas mengingat apa yang terjadi antara Nicholas dan Bianca. Api cemburu dan kemarahan menyeruak di dalam hati Fritz. Jantungnya berdegup sangat kencang, nalurinya ingin sekali melayangkan pukulan ke laki-laki yang sudah berani tidur dengan istrinya.
Nicholas melangkahkan kakinya dan menghampiri Fritz untuk menyapa.
"Hi Fritz" sapa Nicholas.
"Hi" jawab Fritz dingin.
Melihat Fritz yang bersikap tidak ramah, Nicholas menduga jika Fritz mengetahui hubungannya dengan Bianca.
"Fritz, boleh bicara sebentar?" tanya Nicholas.
Fritz lalu memberi isyarat pada Nicholas untuk duduk.
"Sepertinya kamu udah tau tentang..." pancing Nicholas, ia ingin tahu sejauh apa Fritz mengetahui hubungannya dengan Bianca.
"Tentang kamu dan Bianca?! Ya, aku tau semuanya.. bahkan... apa yang kalian lakukan di Barcelona" ucap Fritz, ia merasakan emosinya semakin terbakar.
"Fritz.. aku minta maaf.." jawab Nicholas tertunduk.
"Maaf?! Maaf kamu gak akan mengubah apapun Nic.. Saat ini hubunganku dan Bianca sudah sangat baik bahkan lebih baik daripada sebelumnya. Bianca bahkan mengatakan ia sangat mencintai aku, lebih dari yang pernah ia rasakan. Jadi aku minta kamu jangan lagi menghubungi istriku!" hardik Fritz.
"Bianca adalah cinta dalam hidupku. Jika ia memilih untuk bahagia sama kamu, aku turut bahagia untuk kalian.. Aku juga gak akan mengganggu rumah tangga kalian..." ucap Nicholas.
__ADS_1
"Berhenti bicara tentang cinta! Kalo kamu cinta sama Bianca harusnya kamu jaga dia, bukan tidur dengannya! Dia itu istriku!!!" ucap Fritz marah.
"Lalu apa yang terjadi antara kamu dan Rena, itu artinya kamu juga mencintai Bianca?!!" jawab Nicholas kesal. Ia berusaha menahan kekesalannya tetapi Fritz terus memojokkan dirinya membuatnya ikut terpancing.
"Brengsekkkkk!!!!" ucap Fritz lalu melayangkan kepalan tangannya ke arah Nicholas.
Sebuah pukulan mengenai pelipis Nicholas, ia lalu ingin membalas Fritz tetapi beberapa pegawai coffee shop melerai keduanya.
Simon yang baru saja masuk ke dalam coffee shop, kaget melihat kerumunan orang yang ternyata adalah Nicholas dan Fritz. Melihat keduanya masih emosi dan terlibat pertengkaran, Simon lalu menarik Nicholas dan mengajaknya pergi.
"Fritz!!! Nic!!! apa-apan sih kalian! Nic, ayo kita ke mobil!" pekik Simon dan menarik paksa Nicholas yang masih terbawa emosi dan ingin memukul Fritz.
"Ada apaan sih kalian berdua Nic?" ucap Simon di dalam mobil sambil mengeluarkan perban dari kotak P3K yang berada di mobilnya.
Nicholas bahkan tidak menyadari pelipisnya sobek dan mengeluarkan cairan merah segar. Ia masih larut dalam emosi, padahal ia hanya ingin minta maaf dengan Fritz. Mungkin mendengar Fritz semakin memojokannya dan juga keangkuhannya karena hubungannya dengan Bianca sudah baik membuat Nicholas tidak dapat membendung kekesalan sekaligus cemburu dalam hatinya.
Melihat Fritz keluar dari dalam coffee shop, refleks Simon mengunci pintu mobilnya. Ia khawatir Fritz membuka dan kembali menyerang Nicholas tetapi Fritz langsung berjalan menuju mobilnya dan melesat pergi.
Simon yang bingung dengan pertengkaran Fritz dan Nicholas membiarkan Nicholas pergi dan mengubah jadwal hangout mereka.
***
Setibanya di rumah, Raina melihat luka terbuka di pelipis Nicholas. Ia sangat kaget dan khawatir telah terjadi sesuatu dengan suaminya.
"beib, kamu kenapa?" tanya Raina lalu menghampiri Nicholas.
"Gak apa-apa, tadi sedikit salah paham aja" jawab Nicholas, enggan membahas pertengkarannya dengan Fritz dan membuat Raina curiga.
__ADS_1
"Salah paham gimana? Siapa yang pukul kamu? Kita lapor polisi aja beib! Kamu sampe luka gini... ayo ke rumah sakit sekarang!" ucap Raina.
"Gak perlu beib, aku udah gak kenapa-kenapa. Kamu tenang aja ya.. Tadi aku cuma senggolan aja sama orang tapi udah beres kok. Udah aku mau mandi terus istirahat.." ujar Nicholas.
Raina merasa janggal Nicholas pulang dengan luka di wajahnya. Ia belum pernah melihat Nicholas berkelahi sebelumnya dan Nicholas bukan laki-laki yang mudah main tangan. Ia memutuskan untuk mencari informasi melalui orang suruhannya.
Sementara itu Nicholas membersihkan kembali lukanya dan meringis kesakitan. Ia terus teringat kata-kata Fritz jika Bianca semakin mencintai Fritz, lebih dari sebelumnya. Ada rasa sesak dan nyeri di dadanya sekalipun ia sudah berjanji untuk menghapus Bianca dalam hati dan pikirannya.
Tidak butuh waktu lama untuk Raina mencari tahu yang terjadi dengan Nicholas. Beberapa hari yang lalu ia diam-diam memasang alat GPS di mobil Nicholas. Ia benar-benar ingin tahu setiap gerak-gerik Nicholas. Orang suruhannya dengan sigap mencari informasi dari pegawai coffee shop, terlebih Nicholas dan Simon adalah pelanggan tetap disana sehingga beberapa barista disana mengenal keduanya. Menurut informasi yang didapat jika Nicholas bertengkar dengan laki-laki bernama Fritz.
Raina tahu jika ini pasti berhubungan dengan Bianca. Ia benar-benar tidak ingin Nicholas berhubungan apapun lagi dengan Bianca. Berbagai skenario muncul di benaknya untuk membuat Nicholas hanya menjadi miliknya.
"Beib, aku udah panggil dokter ke rumah. Sebentar lagi sampai" ucap Raina menghampiri Nicholas yang sudah berbaring di ranjang sambil menonton TV.
Beberapa menit berselang muncul dokter yang ingin memeriksa keadaan Nicholas.
"Ini lukanya aman, gak sampai sobek dalam. Nanti dioles krim ini ya Pak, kalau sampai pusing, mual atau apapun bisa hubungi saya kembali" ucap sang dokter lalu pamit pergi.
"Duh beib, lain kali jangan begini deh.. pusing aku tuh jadinya! Kamu bilang mau nebus kesalahan kamu ke aku kan, jadi please jangan berulah aneh-aneh ya!" ucap Raina.
"Iya beib, maaf.." ucap Nicholas singkat lalu memejamkan matanya.
Sebenarnya ia tidak mengantuk tetapi ia sedang malas mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut Raina. Ingin sekali Nicholas mencintai Raina sepenuh hatinya, seperti ia mencintai Bianca tetapi entah mengapa sikap Raina malah terkadang membuat Nicholas menjadi ingin menjauh.
"Beib, kok malah tidur sih?! Kamu ngantuk?" ucap Raina lalu mendekatkan dirinya ke Nicholas dan menciumi tubuh Nicholas.
Nicholas paham Raina ingin mengajaknya berhubungan tetapi ia betul-betul tidak mood untuk melakukannya.
__ADS_1
"Maaf aku capek banget beib.." ucap Nicholas.
Raina lalu marah dan keluar kamar dengan sedikit membanting pintu kamar. Malam ini ia tidur di kamar tamu yang selalu menjadi tempatnya tidur jika kesal dengan Nicholas.