
Alan tergesa-gesa menuju mobilnya dan menghubungi neneknya di Indonesia setelah sebelumnya ia menerima telepon yang mengabarkan kalau neneknya jatuh sakit saat ini.
"Nek, apa nenek baik-baik saja?" tanya Alan. Ia sangat dekat dengan neneknya, setiap kali ia di Indonesia ia selalu menginap di rumah neneknya itu.
"Nenek baik-baik aja Al, hanya penyakit orang tua biasanya aja. Kamu gimana disana, udah ketemu yang cocok belum?" tanya sang nenek tanpa basa basi. Sejak dulu nenek Rima ingin sekali melihat Alan menikah dan tahun ini kesehatannya menurun jadi ia berharap dapat melihat cucu kesayangannya menikah.
"Nenek doain Al ya, sepertinya sebentar lagi impian nenek terwujud. Nanti Alan kenalin ke nenek ya kalau dia udah terima lamaran Al" ucap Alan.
Mendengar itu sang nenek sangat bahagia dan mendoakan Alan supaya mimpinya terwujud sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya.
Alan lega kondisi neneknya sudah cukup stabil saat ini, ia akan segera membawa Rena menemui nenek jika Rena sudah menerima lamarannya. Melihat tingkah Rena hari ini, Alan optimis Rena akan menerima cintanya.
***
"Nic, gimana ini kita masa tidur sekamar?" tanya Bianca.
"Ya mau gimana lagi Bi, tadi kamu denger kan kamar di hotel ini penuh. Udah dibooking untuk peserta konferensi sepertinya. Tenang, ini kan ranjangnya single jadi pas satu orang satu ranjang" ucap Nicholas.
Bianca tidak punya pilihan lain lagipula saat ini pikirannya hanya fokus ke permasalahannya bukan ke Nicholas dan Nicholas juga saat ini hanya fokus membantu Bianca. Sejak Raina hamil, Bianca menyadari kalau Nicholas sudah mencurahkan pikirannya pada istri dan calon anaknya bukan padanya lagi.
Malam tiba dan keduanya belum tertidur, Nicholas sedang asik bertukar pesan dengan Raina sedangkan Bianca sedang sibuk mencari informasi tentang Rena. Saat bertemu di Barcelona, Rena mengatakan kalau ia tinggal di sebuah gedung yang Bianca tidak ingat namanya tetapi ia ingat tempatnya tidak jauh dari Cafe tempat Bianca makan pertama kali ia sampai.
"Bi, kok belum tidur? Laper gak?" tanya Nicholas.
__ADS_1
"Sedikit laper sih" ucap Bianca, menyadari mereka belum makan malam tadi dan ini sudah tengah malam.
"Di koper aku ada beberapa cup mie instant, aku bikinin ya. Aku juga laper hehe" ucap Nicholas lalu membuatkan mie instant di cup untuk ia makan bersama Bianca.
Mereka makan sambil bercengkrama, bahkan Nicholas dapat melihat senyuman di wajah Bianca kali ini. Ada keteduhan tersendiri di hati Nicholas melihat kondisi Bianca terlihat lebih dari sebelumnya.
"Pokoknya kamu tenang aja, aku akan bantuin kamu sampe ketemu ya Bi" ucap Nicholas samnil menyeruput mie.
Bianca tersenyum, ia tahu Nicholas benar-benar ingin menolongnya. Wajahnya kembali sendu saat ia membayangkan bagaimana Fritz menyentuh wanita lain selain dirinya.
***
Di tempat lain Fritz telah menyuruh orang untuk mencari informasi tentang Rena tetapi belum menemukannya. Yang ia tahu hanya Alan membatalkan meeting tahunan yang sangat penting hanya karena ingin kembali ke Barcelona, menurut info Alan melakukannya demi seorang wanita. Fritz yakin itu adalah Rena, wanita yang membuat Alan rela melakukan apapun.
"Halo, Fritz" sapa seorang wanita di ujung telepon.
"Iya betul, ini siapa?" tanya Fritz.
"Aku Raina, istrinya Nicholas" ucap Raina.
"Oh ya Raina, ada apa Rai?" tanya Fritz kembali, merasa aneh kenapa Raina menghubunginya.
"Aku butuh bertemu besok siang bisa? Ini tentang Bianca dan juga suamiku Nicholas" ucap Raina.
__ADS_1
Fritz menduga Raina ingin mencari tahu tentang hubungan keduanya di masa lalu dan Fritz menyanggupi ajakan Raina karena ia merasa tidak ada yang serius antara mereka berdua dahulu, hanyalah cinta monyet.
Esok siang Raina sudah duduk di sebuah tempat makan dan menunggu kedatangan Fritz. Hari itu Fritz tampil memukau, dengan setelan hitam dan rambut klimis yang disisir ke belakang. Membuat Raina beranggapan jika Bianca memang hanya mengincar laki-laki tampan. Fritz lalu duduk di hadapan Raina dan mereka saling bertegur sapa.
"Fritz, kamu tahu tentang masa lalu Bianca dan Nicholas?" tanya Raina.
"Oh ya, mereka dulu pernah berpacaran ketika SMA tapi gak ada yang serius kok diantara mereka. Mereka hanya cinta monyet aja Rai, gak ada yang perlu kamu khawatirkan" ucap Nicholas.
"Dari mana kamu tahu mereka hanya cinta monyet?" tanya Raina karena ia tahu kebenaran cerita mereka.
Fritz terdiam, memang selama ini Bianca tidak pernah menceritkan secara detail tentang Nicholas dan juga perasaannya tetapi ia tidak melihat ada yang aneh dari Bianca dan Nicholas rasanya selama ini.
"Fritz, aku gak tahu apa yang disampaikan Bianca ke kamu tapi mereka bukan cuma sebatas cinta monyet aja. Hubungan mereka berjalan bertahun-tahun sampai Bianca memutuskan Nicholas tanpa alasan jelas dan membuat Nicholas sangat terpuruk. Saat aku kenal Nic, dia bahkan tidak memperdulikan wanita manapun. Ia masih patah hati terhadap Bianca...." jelas Raina.
Fritz sangat kaget mendengar cerita Raina, ia tidak menyangka hubungan mereka sedalam itu. "Tetapi jika Bianca mencintai Nicholas kenapa ia memutuskan Nicholas tiba-tiba?" pikir Fritz.
"Aku gak tahu kisah itu Rai tapi kalo aja benar yang kamu bilang mungkin ini karena Bianca punya trauma masa lalu dan membuatnya takut berkomitmen. Itu juga terjadi sama aku dan gak mudah buatku dulu untuk meyakinkan Bianca untuk menikah denganku..." leher Fritz tercekat saat mengucapkan kalimat terakhir, ia merasa gagal memegang kata-katanya dan malah membuat luka di hati Bianca.
Wajah Raina memerah, ia sangat marah membayangkan Bianca sesuka hatinya membuang Nicholas dan meninggalkan luka yang sangat dalam tanpa memberitahukan alasannya pada Nicholas. Apalagi saat ini Raina yakin kalau dalam hati Nicholas ia masih menyimpan perasaan untuk Bianca.
"Kamu tahu dimana Bianca sekarang?" tanya Raina, ingin membongkar kelakukan Bianca.
"Iya, dia di Barcelona. Rai, saat ini aku dan Bianca sedang ada permasalahan yang sangat serius. Rumah tangga kami sedang di ujung tanduk Rai. Bianca pergi untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya. Lagipula kenapa kamu jadi tiba-tiba membahas masalah ini? Sekarang kamu juga sedang hamil, bukannya lebih baik kamu fokus ke kandungan dan keluargamu Rai?" ucap Fritz, ia melihat adanya dorongan emosi dalam diri Raina terhadap Bianca dan Fritz tidak suka itu. Ia menerima Bianca dan masa lalunya, kalaupun benar Nicholas bukan sebatas cinta monyet, Fritz tidak mempermasalahkan itu karena ia percaya Bianca mencintainya dan telah memilihnya.
__ADS_1
"Bianca bukan di Barcelona. Ia ada di Madrid dan saat ini ia bersama Nicholas disana" ucap Raina dengan suara bergetar.