Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Suamiku dan Istrimu


__ADS_3

Lamunan Bianca buyar saat ponselnya berbunyi, ia melihat nama Nicholas di layar ponselnya.


"Halo Nicholas" sapa Bianca.


"Hi bi, aku udah otw nih ke tempatmu. Kamu udah bangun kan bi?" ucap Nicholas.


"Iya udah kok, nih aku baru mau ganti baju" kata Bianca.


"Oke bi, see you" ujar Nicholas.


Bianca lantas beranjak dari bathup dan mengambil jubah mandinya. Ia lalu menuju lemari pakaiannya dan mengambil blouse dengan potongan Vneck berwarna putih dan celana jeans berwarna biru muda. Ia lalu merias wajahnya dengan make up natural dan mengeriting ujung-ujung rambutnya dengan alat catok, membuat penampilannya hari itu sangat simpel dan cantik. Bianca memang menyukai tampilan yang simpel dan riasan tipis. Dengan wajah secantik itu, tentu saja ia tidak memerlukan riasan yang tebal.


Setelah itu ia berdiri di depan cermin, memastikan penampilannya cocok dan sedap dipandang. Bianca kaget saat menyadari ia begitu memikirkan penampilannya hari ini untuk bertemu Nicholas.


Ia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Fritz, berusaha mengalihkan pikirannya dari Nicholas.


"Hi sayang, aku udah landing nih. Baru aja aku mau menelpon kamu" ucap Fritz.


"Iya sayang, abis ini mau kemana?" tanya Bianca.


"Dari bandara aku langsung dijemput supir untuk meeting dengan clientku, Ibu Rena. Paling abis itu kita lunch sayang. Kamu mau ngapain hari ini?" ucap Fritz.


"Hari ini aku ke venue wedding Lita & Simon sayang" jawab Bianca.


"Sama siapa kesana?" tanya Fritz.


"Oh sama Lita dan keluarganya mungkin sayang. Aku juga kurang tau siapa aja yang ikut" jawab Bianca bohong. Ia tidak mau Fritz berpikir macam-macam kalau tau ia hanya pergi berdua Nicholas.


"Oke sayang, kamu nanti chat aku aja ya kalo udah sampe. Ini aku udah di mobil menuju tempat meeting, Love you bi" ujar Fritz.


"Love you too sayang" balas Bianca.

__ADS_1


****


Bianca dan Nicholas sudah dalam perjalanan menuju tempat pesta pernikahan Lita dan Simon.


"Bi, ceritain dong gimana kamu kenal suamimu?" tanya Nicholas, berusaha memecah suasana. Disamping itu ia sangat penasaran dengan sosok yang berhasil merobohkan tembok pertahanan seorang Bianca.


"Aku kenal dengan Fritz dari teman kuliahku. Waktu itu temanku masuk RS kena DBD, pas aku jenguk disana ada Fritz. Dari situ lah aku kenal Fritz" ucap Bianca.


"Pasti dia hebat banget ya bisa bikin kamu akhirnya luluh" ujar Nicholas sedikit kesal. Ia berusaha untuk tidak cemburu tapi melihat Bianca menceritakan tentang Fritz dengan raut muka yang antusias ia tidak sanggup menahan rasa cemburunya.


"Ya begitulah. Terlalu panjang perjalanan aku sama Fritz sampe bisa nikah" jawab Bianca.


Nicholas lalu terdiam, wajahnya memerah menahan kekesalannya. Bianca melihat wajah Nicholas berubah dan berusaha melanjutkan percakapan mereka.


"Terus gimana kamu kenal dengan istrimu Nic?" tanya Bianca, ia juga ingin tau.


"Sama kayak kamu, dikenalin juga sama teman. Aku belum pernah cerita ya emangnya bi?" tanya Nicholas.


Nicholas kehabisan kata-kata, menahan kekesalannya yang semakin memuncak. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Bianca bersikap biasa saja terhadapnya sekarang, seakan mereka hanya sebatas teman sejak dulu. Sementara ia membayangkan Fritz dan Bianca saja hatinya terasa terbakar.


"Benarkan Bianca sudah melupakan perasaannya padaku?" batin Nicholas berkata. Ia tidak percaya karena ia masih bisa melihat cinta di mata Bianca. Cara Bianca menatap matanya masih sama seperti dulu, apalagi Nicholas tau Bianca pintar menyimpan perasaannya dengan selalu terlihat tenang.


Sudut bibir Nicholas terangkat, ia tersenyum karena ia baru saja mendapatkan ide untuk mencari tau perasaan Bianca yang sebenarnya.


Ponsel Nicholas berbunyi dan ia melihat Raina sedang menghubunginya, ia lantas mengangkat panggilan Raina.


"Halo beib?" sapa Nicholas.


"Beib, kamu udah otw ke venue Lita ya?Bareng Lita, Simon sama bridesmaidnya Lita ya?" tanya Raina.


"Iya, kenapa emang?" jawab Nicholas berbohong.

__ADS_1


"Pulang malem gak beib? Aku mau dinner di luar hari ini" ujar Raina.


"Belum tau beib, nanti aku kabarin ya kalo otw pulang. Emang kamu mau dinner kemana sih?" ucap Nicholas mesra, ia ingin melihat respon Bianca.


"Ini aku lagi cari-cari rekomendasi beib. Oh iya, ulang tahun kamu tinggal lima hari lagi beib, kira-kira ada tambahan undangan gak? Kurang banyak nih undangannya" jawab Raina.


Nicholas lalu melirik Bianca, berpikir untuk mengajaknya ke pesta ulang tahunnya nanti tetapi ia masih ragu untuk mengenalkannya pada Raina, terutama setelah kejadian di lift itu.


"Nanti aku pikirin dulu ya beib, mau undang siapa lagi. Ya udah aku nyetir dulu ya beib" jawab Nicholas.


"Oke beib, see you. Love you beib, jangan macem-macem ya beib di luaran" ucap Raina.


"Oke bye" ujar Nicholas mengakhiri sambungan telfon mereka.


Bianca yang mendengar Nicholas berbicara dengan mesra dan lembut dengan Raina merasakan dalam hatinya ada kecemburuan. Tentu saja ia paham perasaannya itu salah tetapi ia tidak dapet mengontrolnya. Ia berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat ke arah jendela di sampingnya. Tidak ada pemandangan berarti sebenarnya karena mereka masih di jalan tol. Hanya mobil yang lalu lalang dan rumah-rumah warga di samping tol.


"Bi, kok ngeliatnya ke jendela terus sih?" ucap Nicholas. Ia sengaja menggoda Bianca karena ia tau Bianca sedang kesal.


"Ga kok,eeeemmmm... biar ga bosen aja, kan kamu juga lagi telfon tadi" jawab Bianca kaget.


"Kamu bosen di deket aku ya?hehehe itu tadi istri aku mau ajak dinner bi" ujar Nicholas sengaja memancing Bianca.


"Ya emang seharusnya begitu kan suami istri dinner bareng, mesra, ya kan?" jawab bianca. Sebelumnya ia merasa baik-baik saja tapi setelah Raina menelfon Nicholas kenapa ia merasa cemburu.


Nicholas hanya menjawab dengan senyuman. Ia puas mengetahui Bianca cemburu terhadapnya. Ia lalu mengambil ponselnya dan menulis pesan untuk Raina yang isinya ia tidak bisa makan malam bersama hari ini. Nicholas mempunyai rencana lain hari ini, rencana untuk dirinya dan Bianca.


"Kalo kamu ada rencana dinner juga sama suami kamu? kan kalian gak kalah mesra" tanya Nicholas.


"Kamu ngeledek aku balik nih? hehehe suamiku lagi keluar kota jadi aku mau dinner sama mama dan anakku aja" jawab Bianca.


Mendengar suami Bianca di luar kota, Nicholas yakin ini adalah saat yang tepat untuk melaksanakan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2