Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Wedding day alan dan rena


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Alan dan Rena tiba juga. Hari dimana mereka akan mengikat janji setia seumur hidup.


Alan nampak sedikit gugup, ia berjalan bolak balik di dalam kamarnya. Ada perasaan tegang dalam batinnya, sekalipun ia sudah menantikan saat seperti ini dalam hidupnya dan akhirnya ia melabuhkan cintanya untuk Rena. Bahkan menerima Rena apa adanya dan juga bayinya.


James ayah tiri Alan dan Jessica ibu kandung Alan mengetuk pintu kamar dan mereka berdua sangat terpanah melihat Alan sangat gagah dan tampan dengan setelan jas hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna merah. Jas yang dipakai tentu saja bukan jas biasa pada umumnya, dirancang khusus untuk Alan dan menggunakan bahan kain pilihan yang harganya juga tidak kalah istimewa.


"Al, kamu udah siap?" tanya Jessica.


"Udah ma, mama cantik sekali hari ini" ucap Alan melihat penampilan mamanya. Jessica sudah hampir berusia kepala enam tetapi ia pandai merawat tubuh dan wajahnya. Perawatan yang ia lakukan pun berharga fantastis jadi wajar jika sampai saat ini ia masih terlihat sangat cantik. Dengan kulit sawo matang, sangat khas dengan kulit orang Indonesia. Matanya juga bulat, rambutnya yang hitam panjang ia sanggul ke atas dengan sangat elegan.


"Terima kasih Al.. mama tinggal ke depan dulu ya, supaya kamu sama daddy bisa ngobrol laki-laki" ucap Jessica. Ia ingin memberi kesempatan pada Alan untuk mencurahkan kegelisahannya pada James dan James juga dapat memberi nasehat pernikahan untuk Alan.

__ADS_1


"Dad.. gimana dulu rasanya daddy waktu nikah sama mama? Maksud Al, dengan kondisi mama yang sudah punya anak, gimana daddy bisa handle semuanya?" tanya Alan. Kedekatannya dengan James sejak kecil, membuat Alan tidak canggung dan menjadikan James sebagai ayah dan juga panutannya.


"Al.. waktu daddy lamar mama kamu dulu daddy menerima paket kecil dari Tuhan. Bukan cuma cinta untuk mama kamu tetapi juga cinta untuk kamu. Mungkin terdengar tidak masuk akal tetapi sejak awal bahkan sebelum daddy lamar mama, daddy terlebih dulu belajar mencintai kamu. Alan... mungkin kamu bukan darah daging daddy tapi sejak dulu daddy sangat menyayangi kamu sama seperti anak kandung daddy. Daddy yakin kamu juga bisa merasakan seberapa daddy berusaha menjadi daddy yang baik buat kamu" ucap James lalu menepuk pundak Alan.


Mendengar ucapan James, hati Alan semakin yakin akan cintanya kepada Rena dan juga bayinya. James benar, Alan merasa sangat disayangi oleh James sejak dulu tanpa membedakan anak kandungnya atau bukan. Jika James sanggup mencintainya sama seperti anaknya, ia juga pasti bisa terlebih ia sudah mencintai bayi Rena sejak dalam kandungan.


"Alan.. daddy yakin kamu akan jadi suami dan ayah yang hebat kelak. Wanita itu makhluk yang kompleks Al, kuncinya perlakukan ia dengan benar. Ingat, dengan benar bukan baik. Kadang perlakuan baik belum tentu benar, tetapi lakukan yang benar sesuai dengan bahasa kasih Rena. Hanya itu kuncinya dan jangan kasih celah masuk ke pernikahan kalian. Ingat janji kalian, untuk selamanya sampai maut memisahkan" lanjut James.


"Thank you daddy, i'll try my best to be a good husband and a good dad" jawab Alan lalu memeluk James dan mereka lalu bergegas keluar kamar untuk menuju tempat pesta.


Alan sudah berdiri di ujung altar, menunggu kedatangan Rena yang sedikit terlambat karena Rena sempat mengalami pusing-pusing pagi tadi.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka dan Rena masuk ke dalam ruangan dengan gaun putih panjang yang sangat sederhana namun terlihat sangat mewah. Tonjolan di perutnya pun tidak terlihat karena potongan gaun yang dirancang sedemikian rupa untuk menutupi perut Rena. Ia nampak mengalungkan tangannya di lengan Reno yang berjalan mengiringinya menuju Altar.


Alan terkagum dengan penampilan Rena hari ini yang sangat cantik dan menawan, membuatnya merasa menjadi laki-laki paling beruntung di dunia karena berhasil menikahi wanita secantik Rena.


"Rena, sejak pertama melihat kamu, aku sangat tertarik dengan apa yang ada di hadapanku, apa yang aku lihat dengan mataku. Semakin mengenalmu, semakin aku tertarik bukan hanya dengan mataku tetapi dengan hatiku. Di balik wanita yang cantik, hatimu juga sangat cantik. Kamu ingat waktu kamu akhirnya bersedia ngedate sama aku pertama kali? Sejak itu aku merasa hanya ingin menghabiskan kencan-kencan berikutnya denganmu bahkan seumur hidupku sekarang. Rena, sekalipun semua gak akan selalu indah di depan tetapi aku berjanji untuk memberikanmu versi yang terbaik dari diriku. Berjanji untuk selalu dapat kamu andalkan saat susah, senang, sehat maupun sakit dan berjanji untuk setia selamanya.. " ucap Alan sambil menatap mata Rena.


Mendengar janji nikah Alan membuat Rena tidak sanggup menahan butiran air dari matanya. Namun Alan dengan sigap menyeka air mata Bianca dengan sapu tangannya yang ia selipkan di saku celananya. Rena lalu berusaha menenangkan diri sejenak dan bersiap untuk membacakan janji nikahnya.


"Alan.. saat kamu mulai masuk dalam hidup aku, aku merasakan ketenangan. Awalnya aku tidak mengerti apa yang aku rasa tetapi rasanya aku selalu ingin dekat denganmu. Aku pikir aku hanya nyaman dengan pribadi kamu yang manis tetapi waktu kamu harus pergi beberapa waktu dan itu membuatku gila. Aku ingat hari dimana aku membuka pintu dan melihat kamu, saat itu akan sadar ini cinta. Terima kasih Alan buat cintamu yang begitu besar, membuatku sering merasa tidak layak untuk dicintai sebesar ini. Alan, hari ini aku berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk kamu. Menjadi istri yang tunduk terhadap suaminya. Menjaga dan merawatmu dalam keadaan apapun dan menjadikan kamu imam dalam keluarga kita untuk selamanya.." ucap Rena dengan lirih. Ia bahkan sempat berhenti beberapa kali untuk mengatur napasnya dan menenangkan dirinya supaya tidak banyak menangis.


Mereka lalu sah menikah dan melanjutkannya dengan pesta pernikahan yang mewah dihadiri oleh kolega bisnis keduanya. Pesta besar seperti ini tentu saja tamu yang diundang pasti datang karena ini adalah pernikahan kedua keluarga yang besar dan terkenal akan kesuksesannya sehingga dapat menjadi ajang untuk undangan memperluas jaringan mereka. Mendapatkan kenalan-kenalan yang berbobot untuk bisnis mereka ke depannya.

__ADS_1


"Thank you Alan.. i love you very much" ucap Rena sambil mendansa lembut dengan Alan.


"Aku yang thank you honey, udah bersedia jadi istri aku.. i love you very much" jawab Alan lalu mengecup mesra Rena, membuat tamu undangan berdecak kagum dengan pasangan yang terlihat sempurna ini. Ganteng dan cantik, keduanya sama-sama sukses dan kaya raya sungguh sangat serasi.


__ADS_2