
Saat itu Karen sedang bermain rumah boneka dengan pengasuhnya di kamar Karen di lantai 2. Lalu pengasuhnya ijin untuk ke toilet dan meminta Bianca menemani Karen.
Bianca yang sedang berbincang-bincang dengan mamanya lalu naik ke lantai 2 tetapi ketika Bianca sampai di tangga, ia melihat Karen sedang berlari di tangga untuk segera menghampirinya.
Karen yang tergesa-tega turun lalu terpeleset di tangga. Karen tidak mengalami luka yang berarti hanya lecet-lecet tetapi kepalanya terbentur jadi Bianca khawatir dan segera membawanya ke rumah sakit untuk diobservasi dan diperiksa lebih lanjut.
Fritz yang baru saja kembali dari Palembang langsung menuju ke rumah sakit setelah mendengar kabar dari Bianca.
***
Sesampainya di rumah sakit, dokter menyarankan untuk pemeriksaan menyeluruh dari rontgen sampai MRI jika Bianca ingin tau hasil pasti dengan teliti. Ia langsung menyetujuinya.
Ketika dokter dan perawat sedang membawa Bianca untuk pemeriksaan, saat itu Lita menghubungi ponsel Bianca.
"Halo bi, kamu lagi ngapain?" tanya Lita.
"Aku di rumah sakit ta, tadi Karen kepleset di tangga rumah mamaku.."jawab Bianca.
" Terus gimana kondisinya bi? di RS mana? aku kesana ya?" ujar Lita khawatir.
"Di Rumah Sakit Sentosa deket rumahku ta tapi ku juga gak usah repot ta, kamu juga kan cape urus mama kamu. Karen juga kondisinya sih sejauh ini gak ada luka serius ta, cuma aku mau pastiin aja lagi jadi sekarang Bianca lagi dirontgen sama MRI. Paling nginep semalem ta buat pantau kondisinya supaya bener-bener aman" jawab Bianca.
"Fritz udah pulang dari Palembang bi? besok aku sama Simon kesana untuk jenguk ya kalau gitu." ujar Lita lebih tenang setelah mendengar penjelasan Bianca.
"Ini Fritz udah lagi jalan kesini dari bandara langsung ta. Iya boleh ta, besok kabar-kabarin aku ya ta siapa tau besok udah keburu pulang ke rumah" ujar Bianca.
"Oke bi sayangggg... see you tomorrow" ucap Lita.
"Bye ta" ujar Bianca.
Lita lalu menutup telponnya dan memberitahukan hal ini kepada Simon. Simon lalu mengabarkan Nicholas, tujuannya memberitahu kalau mungkin besok Simon akan sedikit terlambat untuk meeting dengan Nicholas karena mereka ingin ke Rumah Sakit Sentosa dulu menjenguk Karen, anak Bianca yang sedang dirawat di rumah sakit karena terjatuh di tangga.
__ADS_1
****
Bianca duduk di bangku kamar rumah sakit dengan cemas menunggu hasil pemeriksaan. Menurut dokter yang memeriksa seharusnya tidak apa-apa karena kondisi Karen pun baik-baik saja hanya sedikit kaget setelah terjatuh. Komunikasinya juga masih normal dan tidak mengeluh kesakitan tapi Bianca ingin lebih pasti dengan pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut.
Fritz tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar dimana Karen anaknya dirawat. Ia panik begitu menyalakan ponselnya ia melihat pesan dari Bianca tentang Karen yang terjatuh.
Setibanya Fritz di kamar ia mendapati Karen dan Biancq sedang bermain boneka yang baru dibeli Bianca di toko souvenir di rumah sakit dengan ceria.
Setelah beberapa jam menunggu, dokter pun tiba dan menjelaskan kalau tidak ada luka serius apapun dengan Karen. Dokter hanya memberikan semacam salep untuk luka lecet di kulitnya dan memperbolehkan Karen untuk pulang malam itu juga.
****
Nicholas dengan panik segera masuk ke dalam taksi menuju Rumah Sakit Sentosa. Ia mencoba menghubungi ponsel Bianca tetapi ponselnya mati.
Setibanya Nicholas di rumah sakit ia lalu menanyakan keberadaan pasien seorang anak kecil dengan nama Karen, tetapi suster mengatakan Karen sudah pulang semalam.
Nicholas merasa lega mendengar Karen baik-baik saja, yang artinya Bianca juga baik-baik saja. Ia lalu menyadari tingkahnya ini, meninggalkan istrinya begitu saja hanya karena anak Bianca di rumah sakit. Ia merasa dirinya begitu konyol, ingin selalu ada untuk Bianca dan menjadi tempat untuk Bianca bersandar. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah dan menunda satu jam lebih lambat untuk meetingnya dengan Simon.
"Aku ada meeting penting tadi dan mendadak jadi langsung ke kantor, ternyata udah mau selesai meetingnya" jawab Nicholas berbohong.
"Oh aku pikir kamu kenapa.. Hari ini istirahat aja lah beib, kan besok mau party kita hehehe" ujar Raina. Ia masih ingin menghabiskan waktu dengan Nicholas.
Baru saja ia ingin menjawab ucapan Raina tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia melihat Simon sedang menghubunginya.
"Halo mon" sapa Nicholas.
"Nic, di rumah gak?" tanya Simon.
"Iya asa nih, baru aja sampe rumah. Kenapa mon? Meeting kita masih nanti kan" tanya Nicholas.
"Iya tapi ini aku lagi makan soto sama Lita deket rumahmu, kita mau ke rumah Bianca jenguk anaknya. Kamu mau bareng gak? Kalo mau aku jemput nih, nanti dari sana kita langsung ke kantor meeting, baliknya aku anter lagi sekalian kita ngopi-ngopi lah nanti. Si Lita mau di rumah Bianca lamaan soalnya" ujar Simon.
__ADS_1
Nicholas menimbang-nimbang, ia takut semakin tenggelam dalam perasaannya tetapi ia juga ingin melihat wajah Bianca dan mengetahui keadaannya.
"Oke mon boleh, aku udah siap sih tinggal jalan aja" jawab Nicholas lalu mereka mengakhiri panggilan.
"Baru juga pulang, udah sibuk aja ya kamu. Mau kemana? sama siapa?" ujar Raina menggerutu.
"Aku mau keluar sama Simon, sekalian ada jadwal meeting sama Simon juga hari ini" ucap Nicholas.
Ia tau Raina tidak terlalu suka dengan Lita dan Simon, lebih tepatnya ia tidak suka dengan hampir semua teman Nicholas. Raina merasa Lita berteman dengan Nicholas sejak sekolah dulu pasti tau banyak tentang mantan pacar Nicholas.
"Oke" jawab Raina ketus lalu beranjak naik ke lantai dua menuju kamar mereka dan menyuruh ART mereka untuk membereskan barang-barang dalam koper.
Nicholas sudah biasa dengan sikap Raina ini dan tidak ambil pusing. Ia sibuk memikirkan bagaimana pertemuannya dengan Bianca nanti sambil duduk di bangku teras menunggu kedatangan Simon dan Lita.
"Tinnn... tin.... " bunyi klakson mobil Simon berbunyi. Nicholas lalu berbegas bangkit dari tempat duduk dan masuk ke dalam mobil Simon.
"Hai mon, hai ta" sapa Nicholas.
"Hi Nic" sapa Simon dan Lita berbarengan.
"Ke mana aja Nic, dihubungin beberapa hari ini kok susah sih ponselnya mati terus" tanya Simon.
"Oh itu aku abis dari Bali sama Raina, permintaan Raina gak boleh nyalain ponsel selama liburan hehe" jawab Nicholas.
"ohhh abis honeymoon ya" ujar Simon sambil terkekeh menggoda sahabatnya itu dan Nicholas hanya tersenyum.
"Padahal jujur tadinya aku khawatir kamu ketemu Bianca terus sekarang, takut CLBK gitu hehehe tapi ternyata aman ya malah sibuk honeymoon sama Raina hehehe" ujar Lita juga menggoda Nicholas.
"Honeymoon apaan sih, kalian tuh yang mau honeymoon kemanaaa..." jawab Nicholas mengalihkan pembicaraan tentang dirinya dan Bianca.
"Kita nunda honeymoon Nic kecuali kondisi mamaku stabil baru kita mau honeymoon, rencananya ke Swiss" ucap Lita.
__ADS_1
"Wah bagus tuh Swiss ta, romantis lah cocok buat honeymoon juga. Pemandangannya juga bagus bangettt.." jawab Nicholas, lalu mereka pun melanjutkan percakapan sepanjang perjalanan menuju rumah Bianca.