
Bianca sangat kaget ketika melihat Nicholas sedang menggenggam tangannya, apalagi saat ini Fritz sedang memeluknya. Mendengar Nicholas meminta maaf, Bianca dan Fritz lantas mengiyakan. Ada sedikit kecewa ketika Nicholas harus melepaskan genggamannya tetapi rasa panik membuat Bianca fokus pada dirinya dan ketakutannya. Sekalipun Raina sudah menyalakan flashlight dari ponselnya, Bianca merasakan dirinya dilanda panic attack. Ia merasakan peluhnya mulai bercucuran tetapi badannya terasa dingin, ia berusaha menarik nafas dalam-dalam namun rasanya sesak sekali.
Untungnya petugas cepat menanggapi ketika Raina memencet tombol emergency call di pintu lift. Beberapa saat kemudian petugas membuka pintu lift dan mengeluarkan mereka berempat dari dalam lift sambil meminta maaf karena kejadian buruk yang baru saja menimpa mereka.
Nicholas dan Raina yang baru saja keluar dari lift memutuskan untuk langsung pulang. Nicholas sebenarnya sangat tidak tenang melihat kondisi Bianca tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Bianca yang baru saja keluar dari dalam lift langsung duduk di bangku yang berada disisi lift, lalu petugas memberinya air mineral. Fritz dengan sigap membuka segel dan tutup botol lalu memberikannya untuk Bianca. Tidak dapat dipungkiri Fritz juga sangat panik melihat istrinya pucat seperti ini. Ia bahkan tidak memikirkan lagi kejadian tadi, saat sosok pria asing di dalam lift itu menggenggam tangan istrinya.
"feel better sayang?" tanya Fritz sambil mengelap keringat di kening Bianca dan melirik jam, menyadari sudah sekitar sepuluh sampai lima belas menit mereka duduk disini
"udah lebih baik, rasanya aku udah sanggup jalan lagi. Yuk kita pulang" ajak Bianca sambil berdiri lalu Fritz meraih tangan istrinya. Melihat istrinya yang sudah membaik, Fritz malah menggodanya.
"Gimana sayang digandeng orang asing?" tanya Fritz meledek
__ADS_1
Bianca tau ia harus memberitahu Fritz siapa laki-laki tadi, toh mereka akan bertemu di pesta pernikahan Simon dan Lita. Tetapi ia juga takut Fritz marah dan melarangnya untuk jadi bridesmaid Lita. Jangankah jadi bridesmaid, bisa-bisa Fritz melarangnya datang ke pesta pernikahan Simon dan Lita. Bianca sangat bingung bagaimana cara memberitahukan ini kepada Fritz.
"Sayang, laki-laki tadi itu sebenarnya bukan orang asing" jawab Bianca
"Kamu kenal sama dia? ada hubungan apa kalian sampai dia berani memegang tangan kamu?" tanya Fritz dengan kesal
"Itu Nicholas, tapi aku yakin kok itu tadi gak sengaja. Dia pasti panik dan mengira aku istrinya. Gak mungkin juga dia pegang tangan aku di depan kamu dan istrinya. Gak masuk akal banget sayang" jelas Bianca
"Iya juga sih, bisa-bisa aku tonjok dia kalo sengaja pegang-pegang istri aku! tapi kok dia bersikap kayak gak kenal kamu ya sayang?" ujar Fritz
"Beruntung kamu, punya suami pengertian kaya aku. Tapi inget kamu juga harus hati-hati sama Nicholas. Kalau dia macem-macem, kasih tau aku ya" ucap Fritz. Lalu mereka menuju ke mobil dan pulang ke rumah.
Fritz memang bukan tipe pasangan pencemburu, apalagi sampai cemburu buta. Ia selalu percaya kepada Bianca, ia tau istrinya bukan tipe yang genit dan suka aneh-aneh. Hidup maunya yang lurus dan pasti-pasti saja. Ia tidak salah, memang Bianca adalah sosok yang seperti itu. Namun Fritz tidak tau akan kisah Nicholas dan Bianca yang sebenarnya. Fritz tidak tau kalau Nicholas bukan cinta monyet di hati Bianca, Nicholas lebih dari itu. Nicholas adalah laki-laki yang telah membuka kunci hati Bianca yang sebelumnya ia tutup rapat untuk lelaki manapun. Bahkan mungkin saja Nicholas masih memegang kunci di hati Bianca sampai saat ini dan selamanya..
__ADS_1
Sementara itu sepanjang perjalanan pulang Nicholas hanya terdiam berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi, apa yang baru saja ia lakukan dan terlebih apa yang ia rasakan. Perasaan yang begitu aneh tapi terasa tidak asing baginya. Rasa yang sama ketika Bianca masih mengisi hari-harinya.
"Beib, tadi tuh kamu sengaja apa gak sih pegang tangan perempuan di lift tadi? Abis aku liat muka kamu tuh ekspresinya aneh bangettt.. Kamu mau pegang aku tapi salah orang atau jangan-jangan kamu suka sama perempuan tadi ya? " tanya Raina
Nicholas merasa bingung harus menjawab apa, selama ini ia tidak pernah menceritakan tentang Bianca kepada Raina. Raina masuk ke dalam kehidupannya ketika Nicholas berada di titik terendah dalam hidupnya. Bianca memilih untuk memutuskan hubungan mereka yang sudah berjalan lima tahun lamanya.
Raina adalah sosok wanita yang dominan, maklum ia merupakan anak tunggal jadi sejak kecil ia terbiasa dimanja dan hidup serba mewah. Wajahnya tidak terlalu cantik tetapi Nicholas tidak memperdulikan itu. Ia merasa Raina sangat agresif mendekatinya dan saat itu Nicholas berpikir itu yang ia butuhkan. Seseorang yang mencintainya dan takut kehilangannya. Tidak seperti Bianca yang saat itu menginggalkannya tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba Bianca memutuskan hubungan mereka sepihak dengan alasan ia ingin fokus dengan dirinya sendiri.
Nicholas yang tidak terima diputuskan begitu saja mencoba untuk memenangkan hati Bianca lagi. Ia bahkan menjemput Bianca keesokan harinya sebelum Bianca berangkat kuliah tetapi ia malah memilih untuk berangkat dengan mamanya. Ya saat itu hubungan mereka sudah berjalan lima tahun dan mereka sudah duduk di bangku kuliah tahun kedua. Tentu saja mama Bianca pun bingung terlebih ia sudah terlanjur sayang terhadap Nicholas. Ia lantas berjanji pada Nicholas untuk menanyakan alasan Bianca yang sebenarnya sampai memutuskan hubungan mereka. Namun sia-sia, Bianca sangat tertutup pada siapapun.
Hingga akhirnya Nicholas pun menyerah dan melanjutkan hidupnya sekalipun ia selalu berada dalam bayang-bayang Bianca. Sulit untuk Nicholas move on dari sosok Bianca. Hingga suatu saat temannys mengenalkannya dengan Raina. Tentu saja Raina langsung suka sejak pertama melihat Nicholas, ia pun berusaha mendekati Nicholas. Ia tau dari temannya bahwa ia sulit move on dari mantan kekasihnya karena itu Raina sama sekali tidak pernah menanyakan perihal itu kepada Nicholas. Ia tidak mau Nicholas mengingat mantannya lagi. Setelah lima bulan lamanya Raina mendekati Nicholas akhirnya mereka resmi berpacaran.
Nicholas sadar betul ia tidak mencintai Raina tetapi Raina adalah yang terbaik untuk dirinya saat ini. Perlahan cinta pasti tumbuh di dalam hatinya, pikir Nicholas. Paling tidak ia tidak perlu berusaha lebih untuk menyenangkan hati Raina karena dengan mendapatkan Nicholas saja sudah membuat Raina senang.
__ADS_1
"Oh gak, aku gak kenal dia. Aku pikir itu tadi tangan kamu" jawab Nicholas datar