Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Sang aktor


__ADS_3

"Kondisi ibu sangat stabil pak, hari ini sudah boleh pulang tapi ingat untuk selalu menjaga kehamilannya. Jangan stress dan cek tekanan darah secara rutin ya" ucap dokter setelah memeriksa kondisi Raina.


"Baik, terima kasih dokter" jawab Raina.


Siang itu Raina sudah kembali ke rumah dan beristirahat di kamar. Robby jg sudah menyarankan agar Raina sementara di rumah saja dan tidak ke kantor, kalau bosan biar pekerjaannya dikirim ke rumah saja.


"Kamu istirahat ya beib, nanti sore aku keluar sebentar ya.. Ada beberapa hal yang harus aku urus" ucap Nicholas.


Nicholas mampir ke sebuah warung makan yang menjual soto betawi kesukaan Bianca saat mereka masih sekolah dulu. Ia berniat membawakan soto untuk Bianca.


Setibanya di apartment Nicholas membunyikan bel dan saat pintu terbuka, ia melihat Fritz yang membukakan pintu untuknya.


"Loh Nic, kok kamu tahu Bianca disini?" tanya Fritz heran. Ia juga baru sampai dua menit lalu dan sedang duduk di sofa menunggu Bianca ke kamar mandi sebentar. Saat itu bel berbunyi dan ia kaget saat melihat Nicholas datang.


"Oh iyaaa.. Aku juga baru tahu dari... Lita" ucap Nicholas berbohong.


'Oh dari Lita ya, iya sih tadi aku udah telepon Lita kasih tahu kalau Bianca disini biar Lita gak khawatir...Eh iya masuk dulu" jelas Fritz.


"Ehhh gak usah Fritz, aku kesini cuma mau anterin ini buat Bianca. Lita bilang Bianca suka ini dan kebetulan aku tadi di daerah sana jadi sekalian beliin.." ucap Nicholas lalu menyodorkan plastik berisi soto.


"Oke Nic, makasih banyak ya" ucap Fritz lalu mengambil bungkusan plastik dari Nicholas.

__ADS_1


Nicholas lalu segera pergi dari apartment, ia tidak ingin mengganggu pertemuan antara mereka berdua. Padahal ingin sekali Nicholas memukul Fritz karena telah melukai hati Bianca dan seakan membenarkan traumanya kalau mencintai pasti akan sakit pada akhirnya. Namun Nicholas menahan amarahnya karena ia tidak ingin memperkeruh suasana dan Nicholas yakin pria sebaik Fritz sampai bisa selingkuh pasti ada faktor lainnya, bukan karena kemauannya saja.


"Siapa tadi yang pencet bel pintu?" tanya Bianca pada Fritz.


'Oh itu tadi Nic, anterin ini buat kamu. Jadi kan aku kasih tau Lita kamu disini terus Lita kasih tau Nicholas" ucap Fritz polos sambil meletakan kantong dari Nicholas di atas meja makan.


Bianca duduk di sebelah Fritz, hatinya masih terasa sakit melihat suaminya tetapi logikanya berkata untuk mendengar penjelasaan Fritz dan mencari jalan keluar permasalahan mereka.


"Sayang.. dengerin aku dulu ya sebelum kamu bicara.. Waktu aku ke Palembang untuk urusan kerjaan dengan Rena, ternyata hari itu Rena baru aja membuka sebuah lounge jadi dia undang aku kesana dan kebetulan itu letaknya ada di hotel tempat aku menginap. Malam itu kita berdua minum-minum sampai mabuk berat dan gak sadar apa-apa sampai... sampai.. waktu aku bangun, aku liat Rena sudah tertidur di sebelah aku Bi... Aku yakin kamu kecewa berat sama aku saat ini tapi percaya aku juga kecewa banget sama diriku sendiri.." ucap Fritz dan air matanya tumpah di hadapan Bianca.


Bianca benar-benar bingung apakah benar yang diucapkan Fritz saat ini karena jika itu benar maka Fritz melakukan itu bukan karena ia sengaja. Namun tetap saja hatinya terluka teramat dalam dan trauma masa lalu kedua orang tuanya seakan muncul lagi.


"Lalu apa Rena benar hamil anak kamu?" lirih Bianca sambil memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Fritz agar air matanya tidak jatuh di pipinya.


"Fritz.. kamu tahu akan trauma aku kan? Dulu kamu bilang gak akan melakukan apa yang papaku lakuin dulu & kamu janji itu ke aku sebelum aku terima lamaran kamu. Sekarang atas dasar apa aku harus percaya kamu?" ucap Bianca.


"Aku akan minta Rena untuk jelasin ke kamu biar kamu percaya aku gak bohong dan aku gak akan pernah ulangin itu lagi Bi.. Aku gak mau kehilangan kamu Bi!" ucap Fritz.


***


"Bianca???!!!!" pekik Raina kesal.

__ADS_1


Beberapa saat yang lalu Maya sudah menghubunginya dan juga mengirimkan data-data mengenai Lita dan Bianca. Hasilnya Lita, Bianca dan Nicholas adalah teman SMA dan lebih dari itu Bianca ternyata adalah mantan kekasih Nicholas.


"Pantas saja jika Nicholas begitu peduli pada Bianca sampai mencarinya tengah malam padahal aku masih di rumah sakit" pikir Raina.


Raina sangat cemburu dan setahu Raina, Nicholas hanya pernah satu kali berpacaran sebelum dengannya yang berarti Bianca adalah pacar pertama Nicholas dan Bianca juga yang telah membuat Nicholas patah hati dulu.


Raina merasa Nicholas dan Bianca benar-benar telah membohongi dirinya. Hubungan mereka bukan teman yang baru saja kenal tetapi sangat sangat dalam.


Nicholas yang baru saja pulang dari rumah sakit memutuskan untuk ke kamar, melihat keadaan Raina tetapi bukan mendapatkan sambutan manis Raina malah menyapanya dengan sangat ketus.


"Ini dia aktornya udah pulang!!!" sapa Raina menyindir Nicholas.


Tentu saja Nicholas merasa bingung dengan perkataan dan sikap Raina saat ini, "ada apa sih beib, kok marah-marah begini?!" tanya Nicholas.


Rain menghela napas dengan kasar menahan emosi yang meledak-ledak.


"Jadi Bianca itu adalah mantan pacar kamu? Wanita yang bikin kamu terpuruk dan patah hati dulu, itu Bianca kan?!! Kebohongan itu emang gak mungkin bisa ditutupin! Pantes kamu bisa-bisa tinggalin aku di rumah sakit ya demi nyari Bianca! Kamu masih cinta sama dia?! Iya kan!!!" hardik Raina dengan wajah yang memerah saking emosinya.


"Beib, betul Bianca mantan pacar aku dulu tapi sekarang ini kita lagi membangun keluarga kita beib! Gak ada dalam pikiran aku untuk ninggalin kamu Rai.. Aku cuma mau jagain kamu, jagain anak kita. Aku dan Bianca itu udah masa lalu..Aku gak cerita ke kamu karena aku takut kamu cemburu buta beib.." ucap Nicholas.


Mendengar perkataan Nicholas membuat hati Raina menjadi lebih tenang. Ia jarang sekali mendengar Nicholas mencurahkan perasaanya ke Raina.

__ADS_1


"Maafin aku ya beib udah gak jujur sama kamu" ujar Nicholas lalu mencium puncak kepala Raina.


Raina sadar ia sepertinya cemburu buta, terlebih sikap Nicholas sekarang sangat manis terhadapnya. Ia memaafkan Nicholas dan mengingatkan Nicholas untuk tidak merusak kepercayaannya terlebih saat ini ia sedang hamil.


__ADS_2