Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Closure


__ADS_3

"Nic aku gak bisa..maaf Nic, kalo kita menghabiskan waktu berdua kayak kamu bilang yang ada gak bisa move on Nic. Biar aja yang udah berlalu ya berlalu, jadi kenangan aja. Kan kita juga banyak kenangan indah dulu" Jawab Bianca. Ia menyadari ia akan semakin lemah jika ia sampai menuruti permintaan Nicholas.


"Oke bi, maaf aku maksa kamu ya. Kalo emang kamu gak setuju gak apa-apa bi. Jadi malam ini akan jadi malam perpisahan untuk kita.." ujar Nicholas sedih.


"Iya Nic.. akhirnya setelah sekian lama aku merasa lega, bebanku jauh lebih ringan setelah jujur sama kamu" jawab Bianca.


Bianca merasa lega dalam hatinya setelah mampu mengutarakan isi hatinya kepada Nicholas. Bukan untuk memulai hubungan dengan Nicholas yang ia harapkan tetapi ia berharap setelah ia jujur Nicholas bisa bebas dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di benaknya selama ini. Berharap setelah saling jujur, mereka bisa melangkah maju tanpa melihat ke belakang lagi.


"Aku juga bi.." jawab Nicholas.


Matahari hampir terbenam dan mereka duduk berdampingan di depan api unggun. Nicholas memberanikan diri merangkul pundak Bianca. Bianca awalnya sangat terkejut dengan perlakukan Nicholas tetapi lagi-lagi perasaan hangat dan aman itu muncul kembali. Ia pun menyandarkan kepalanya di pundak Nicholas, hatinya terasa sangat tenang di dekat Nicholas.


Nicholas mengelus rambut Bianca, terasa sangat halus dan lembut. Nicholas tidak dapat menggambarkan betapa senang hatinya saat ini, ruang kosong yang ada di hatinya terasa penuh sekarang. Ia berharap bisa selalu bersama Bianca seperti ini...


Langit semakin gelap dan udara semakin dingin menusuk kulit mereka, bahkan perapian di depan mereka pun tidak mampu mengalahkan rasa dingin. Tetapi di dalam hati, mereka berdua juga enggan pulang untuk mengakhiri malam ini.


Nicholas lalu bangun lalu mengambil kain selimut yang cukup lebal dan memakaikannya ke tubuh Bianca sebelum akhirnya ia juga ikut melilitkan kain selimut itu ke tubuhnya.


"Permisi bapak ibu, maaf mengganggu apa mau order makanan dan minuman untuk makan malam?" tanya petugas kemah.


"Aku gak laper Nic, aku mau teh hangat aja" ujar Bianca.


"Order teh hangat aja 2 ya mbak" jawab Nicholas.


"Baik pak, bu ditunggu ya" ucap pegawai kemah, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Karena ini hari biasa bukan tanggal merah, sehingga perkemahan sepi pengunjung dan mereka berdua bisa menikmati setiap menit bahkan setiap detik kebersamaan mereka.

__ADS_1


"Bi, kayaknya kita jarang ke pegunungan ya dulu?" ucap Nicholas.


"Iya ya Nic, kita banyaknya ke pulau sama pantai dulu. Ternyata gak kalah cantik ya Nic" jawab Bianca tersenyum.


Melihat senyum Bianca, Nicholas semakin tidak mampu menahan dirinya sendiri. Ia ingin sekali merengkuh Bianca dalam pelukannya, menciumnya dan memilikinya lagi seperti dulu.


Bianca menyadari tatapan Nicholas berubah, seakan ingin menerkamnya. Ia lantas berusaha untuk mengalihkan fokus Nicholas.


"Oh iya Nic, nanti abis minum kita pulang ya. Nanti kemaleman loh, dicari istri kamu nanti hehehe" ucap Bianca.


"Iya bi, abis ini kita pulang ya" jawab Nicholas.


Tidak lama kemudian seorang pelayan datang dan mengantarkan teh hangat untuk mereka. Nicholas dan Bianca menyeruput teh hangat itu hingga habis dan bergegas untuk pulang walaupun dengan berat hati.


****


Di sepanjang perjalanan Bianca beberapa kali menyeka air matanya dalam keheningan. Ia seperti seorang remaja yang baru saja putus cinta.


"Nic, kamu juga bagian dalam hidup aku dan akan selalu begitu sampai kapanpun. Mungkin kita akan jadi orang asing setelah ini paling gak kita udah berani jujur satu sama lain" jawab Bianca dengan mata yang memerah menahan tangisnya.


****


Nicholas lalu mengantarkan Bianca ke rumah mamanya. Ia berencana menginap disana tetapi ia lelah sekali dan butuh waktu sendiri jadi ia memutuskan untuk mampir sebentar sekaligus melihat keadaan Karen yang menginap disana.


"Good night bi" ujar Nicholas sambil mengelus rambut Bianca.


"Good night Nic, makasih ya" ucap Bianca lalu memegang tangan Nicholas yang sedang mengelus rambutnya.

__ADS_1


Nicholas lalu menarik tangan Bianca yang sedang menggenggam tangannya lalu mendekatkannya ke bibirnya lalu mencium tangan Bianca. Ia merasa enggan untuk melepas Bianca tetapi ia harus melepaskannya.


Bianca lalu beranjak turun dari mobil, menghirup napas panjang dan menghelanya. Ia tidak ingin mama dan anaknya melihatnya sedih ñn.


Nichalas memperhatikan Bianca yang berjalan memunggunginya, ia berusaha untuk menahan dirinya lalu melaju dengan mobilnya.


Belum jauh ia melaju, Raina menghubungi Nicholas.


"Beib kamu dimana sih?! kok aku hubungi beberapa kali gak bisa" ujar Raina kesal.


"Tadi mungkin signalnya jelek, ini aku udah jalan pulang ke rumah" jawab Nicholas.


"Ya udah cepetan" ucap Raina ketus lalu memutus sambungan telepon mereka. Raina memang suka seenaknya terkadang tetapi Nicholas tidak mengambil hati akan sikap Raina.


Nicholas masih mencerna apa yang terjadi hari ini antara dirinya dan Bianca. Ia merasa takdir mempermainkan mereka berdua. Sepasang manusia yang saling mencintai tetapi tidak bisa bersatu.


****


Sesampainya di rumah Nicholas disambut dengan muka masam Raina. Sejujurnya ia sedang tidak ingin berhadapan dengan Raina dan emosinya tetapi ia sadar ini juga kesalahannya, seharian menghilang tanpa kabar dan tidak bisa dihubungi.


"Beib, sorry ya tadi aku gak ada signal" ucap Nicholas.


"Kamu gak tau ya aku sepanjang sore hubungin kamu gak bisa, aku diemin sampe malem tapi kamu juga gak ngabarin aku. Kamu selalu gitu Nic kalo keluar, harus aku bolak balik telpon kamu terus!" ujar Raina marah.


"Iya aku salah, maaf ya" ucap Nicholas. Ia benar-benar sedang tidak ingin memperpanjang masalah dengan Raina saat ini.


"Cuma maaf aja ya kamu bisanya! Dari kapan juga bilang maaf terus tapi begitu lagi, seenaknya kamu!" ujar Raina dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Raina, please hari ini aku cape banget dan gak ada energi buat berantem sama kamu. Sorry aku gak ngabarin kamu, lain kali aku usahain buat kabarin kamu ya. Aku mau mandi dulu" ucap Nicholas dan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi.


Raina merasa sangat kesal dengan tingkah Nicholas dan memilih untuk bermain dengan ponselnya. Raina selalu merasa tidak percaya diri mempunyai suami seperti Nicholas. Ia merasa tidak cukup cantik dan menarik di mata lelaki, apalagi sampai membuat laki-laki setampan Nicholas menyukainya karena itu ia sering bertindak posesif dan cemburu buta.


__ADS_2