
Saat itu juga Reno langsung bertolak menuju Jakarta bersama sang mama. Ia memesan tiket penerbangan paling cepat yang ada, tidak sanggup menanti lama.
"Reno, ingat ya kamu harus tahan emosi kamu. Biar bagaimana pun Rena itu adik kamu dan dia mau menikah sebentar lagi" ucap mama Alea sepanjang perjalanan.
"Ma, kan mama udah tau Reno gak bisa terima Rena hamil sebelum nikah!" ucap Reno penuh emosi.
Setibanya di Jakarta, Reno dan mama Alea langsung menuju hotel tempat mereka menginap. Disana, Alan dan Rena sudah menunggu mereka. Mama Alea sudah mengabarkan Alan dan Rena sebelumnya di mana mereka menginap.
"Kak... ngomong dong sama aku kak please" ucap Rena dengan mata berkaca-kaca, memohon pada Reno untuk berbicara dengannya.
Sejak tiba, Reno sama sekali tidak mengacuhkan Rena dan Alan. Ia sibuk mengurus check in hotel dan jalan melewati Alan dan Reno tanpa menyapa sama sekali.
Reno tidak sanggup melihat mata Rena berkaca-kaca dan memohon padanya untuk berbicara.
"Oke, ayo ke kamar kita ngomong di atas" ucap Reno.
Alan, Rena, Reno dan mama Alea duduk di sofa kamar dengan wajah tegang.
"Reno, maaf kalau aku dan Rena udah kecewain kamu tapi kami berdua saling mencintai, aku juga menikahi Rena bukan karena terpaksa" ucap Alan memecah ketegangan.
Reno menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam. Pikirannya kembali ke beberapa tahun silam, saat ia masih kecil.
***flashback ke masa kecil Reno***
"Mama, kita mau kemana?" tanya Reno bingung, sambil menatap wajah mama Alea yang sendu.
"Kita mau jemput adik kamu sayang" ucap mama Alea dengan mata berkaca-kaca.
"Adik? emang di perut mama ada bayinya?" tanya Reno bingung.
__ADS_1
Mama Alea terdiam, ia tidak menyangka dirinya akan berada di posisi sulit seperti sekarang ini. Tiga bulan yang lalu, mama Alea mendapati suaminya berselingkuh dan wanita itu hamil di luar nikah. Sejak saat itu, hubungan keduanya merenggang dan setiap hari yang ia dengar hanya pertengkaran kedua orang tuanya.
Saat itu karir papa Reno sedang menanjak jadi mama Alea juga menyimpan masalah ini rapat-rapat, ia tidak ingin karir suaminya hancur.
Suatu malam, Reno tidak bisa tidur sehingga ia memutuskan untuk tidur bersama mamanya tetapi saat ia berjalan menuju kamar mama Alea, ia mendengar percakapan mama Alea dan papa Ronny.
"Ma, sebentar lagi anakku akan lahir.. tolong bersikap lembut sedikit ma terhadap Mona" bujuk Ronny.
"Pa, perempuan itu sampai hamil di luar nikah itu bukan salahku! Lantas apa yang kamu harapkan? Kalian ingin menikah?? Silahkan tetapi ceraikan aku dulu!!!!" hardik Alea.
"Ma, aku gak mau menceraikan kamu!" ucap Ronny kalut.
"Kamu gak bisa pa mempertahankan dua-duanya!!" ucap Alea berurai air mata.
Itulah kali pertama Reno yang berusia enam tahun mendengar kata-kata hamil di luar nikah. Ia tidak tahu artinya apa tetapi itu sesuatu yang buruk dan membuat orang tuanya bertengkar.
Reno melihat beberapa orang berkerumun dan menangis, termasuk papa Ronny. Ia menangis di samping seorang wanita yang terbujur kaku sambil menggendong seorang bayi di pelukannya.
"Reno, kemari kak" panggil Ronny.
Reno melirik ke arah mamanya lalu Alea mengangguk memberi persetujuan ke Reno untuk menghampiri Ronny.
"Reno, ini adik kamu.. kamu udah jadi kakak sekarang" ucap Ronny.
Reno yang bingung dengan apa yang terjadi lalu menunduk dan pergi memeluk Alea.
Sejak saat itu, bayi mungil berada di rumah mereka. Suasana juga berubah, ia tidak lagi mendengar suara pertengkaran kedua orang tuanya karena Alea tidak lagi berbicara dengan Ronny bahkan mereka tidur di kamar yang terpisah. Bayi perempuan itu diurus oleh pengasuh yang khusus Ronny sediakan untuk bayi yang ia namai Rena.
Dua bulan berlalu, Reno mulai sering menghampiri adik bayinya. Ia merasa terhibur dengan hadirnya adiknya yang lucu, mengobati kesepian yang ia rasakan di dalam rumah yang besar dan dingin tidak seperti keluarga teman-temannya.
__ADS_1
Lain dengan Reno, mama Alea sama sekali tidak sudi menyentuh bayi Ronny dengan perempuan lain. Alea lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di kamar.
Suatu hari Ronny harus pergi keluar kota selama beberapa minggu, Alea berencana untuk membuang bayi itu dari rumahnya. Ia masuk ke kamar Rena lalu menyuruh pengasuhnya untuk merapihkan barang-barang milik Alea. Sekalipun pengasuh Rena tahu Alea berniat jahat tetapi ia tidak mampu berbuat apa-apa.
Alea membawa Rena ke dalam mobil dan mendudukan Rena di tempat duduk bayi. Ia berputar-putar memikirkan akan membuang Rena dimana. Rena kecil seakan tahu ia tidak aman, ia menangis sepanjang perjalanan membuat Alea tidak tega lalu menepikan kendaraannya lalu memberikan sebotol susu untuk Rena. Saat Alea menggendong Rena, Rena langsung terdiam seakan merasa nyaman. Alea menatap mata bayi cantik itu, air matanya tumpah. Ia mengurungkan niatnya lalu membawa Rena kembali ke rumah dan ia kembali mengurung diri di kamar.
***kembali ke masa sekarang***
"Kak, restu kakak sangat penting buat Rena. Dari dulu cuma kakak yang paling dekat sama Rena...Alan janji kak, Alan akan jaga Rena dan anak ini" ujar Rena lalu menarik tangan Reno untuk menyentuh perutnya.
Reno merasakan rasa hangat dalam dadanya. Ia seakan tidak sanggup jika harus mengabaikan adiknya dan calon keponakannya.
"Berapa minggu kehamilanmu?" tanya Reno dingin.
"Delapan belas minggu kak" jawab Rena.
"Silahkan kalian menikah" ucap Reno, dengan setengah hati memberi restu untuk Rena dan Alan menikah.
Rena senang sekali lalu memeluk Reno dengan erat.
"Makasih kakakku sayang... Rena janji anak Rena gak akan mengalami apa yang kakak alami..." ucap Rena polos.
Reno dan Alea bertukar pandangan, seakan ada hal yang mereka tutupi selama ini. Alea tertunduk lesu mendengar apa yang baru Rena ucapkan. Ia belum tahu jika sebenarnya ialah yang bukan anak kandung Alea.
"Bagaimana kalian berdua berkenalan dan sejak kapan?" tanya Reno, merasa aneh tiba-tiba adiknya keluar negri berbulan-bulan lalu pulang membawa calon suami dan dalam keadaan hamil.
"Kami kenal sudah cukup lama Ren, bahkan sebelum Rena ke Barcelona kami sudah berhubungan tetapi waktu itu Rena masih gak mau orang-orang tahu" ucap Alan cepat, ia menangkap signal kecurigaan di mata Reno.
"Kalau Reno udah setuju, mama juga tentu aja setuju. Mama titip Rena ya Al, jaga Rena dan anak kalian baik-baik" ucap Alea lembut dan dibalas dengan pelukan juga kecupan di pipinya oleh Rena.
__ADS_1