Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Jas dan Lingerie


__ADS_3

Pagi ini Fritz sudah rapih dengan setelan jas kerjanya, Bianca paling suka melihat penampilan Fritz seperti ini. Membuatnya ingin terus memeluk suaminya terus, tidak ingin Fritz digoda wanita lain di luar sama dengan ketampanannya itu.


"Sayang.. aku harus berangkat kerja, aku ada meeting perdana dengan perusahaan Ibu Rena, nanti Simon juga ikut sayang.. Kalo kamu manja-manja gini yang ada aku bablas main-main sama kamu terus telat meetingnya loh hehehe" goda Fritz sambil menciumi tengkuk Bianca, membangkitkan gairah kewanitaannya.


Bianca lalu dengan terpaksa melepas pelukannya dan membiarkan tubuh Fritz menjauh darinya.


"Nanti malam aku pulang, kita lanjutin ya sayang hehehe" goda Fritz, membuat pipi Bianca tersipu malu.


***


"Selamat pagi semuanya, maaf sebelumnya saya ingin menginformasikan kalau untuk hari ini dan beberapa waktu ke depan saya yang akan menggantikan Ibu Rena menjalankan bisnis kita" ucap Donna, sang asisten Rena.


"Loh memang Rena sorry maksud saya Ibu Rena kemana?" tanya Simon yang merasa aneh karena Rena biasanya selalu ingin mengontrol langsung bisnisnya. Fritz juga turut menyimak karena ia merasa Rena semakin menghindarinya.


"Ibu Rena sedang cuti untuk pergi ke Eropa selama setahun, jadi semua perkembangan dan laporan perusahaan akan tetap saya update langsung ke Ibu Rena" jawab Donna.


Simon merasa aneh dengan sikap Rena yang bisa-bisanya cuti setahun dari pekerjaannya. Waktu kecil sampai mereka beranjak remaja Simon dan Rena cukup dekat. Rena yang ia kenal adalah orang yang sangat gigih.


Pernah sewaktu kecil Simon dan Rena ingin memetik mangga di pohon rumah Rena, mangganya tidak terlalu tinggi untuk dijangkau, jika orang dewasa hanya perlu berjinjit sedikit untuk meraih mangga yang sudah matang itu. Simon menyarankan untuk meminta bantuan dari pengasuh Rena saja tetapi Rena menolak. Ia mengambil bangku dan batang kayu untuk meraih mangga itu tetapi tidak berhasil. Sang pengasuh yang melihat juga menawarkan bantuan tetapi Rena kecil sangat keras kepala dan berkemauan keras. Ia mencoba berbagai cara hingga ia menemukan bangku bar di rumahnya lalu mendorongnya ke halaman dan menaikinya perlahan sampai ia akhirnya berhasil memetik mangga itu.


Sekarang aneh sekali rasanya Rena memilih cuti selama setahun di Eropa. Semenjak papanya meninggal, Rena seakan mengabdikan dirinya untuk bekerja, tekad Rena untuk memperluas kerajaan bisnis almarhum papanya membuatnya sangat giat dan ulet sekali bahkan kemampuannya disebut-sebut jauh lebih hebat dibandingkan dengan Reno kakaknya.

__ADS_1


Selesai meeting, semua memutuskan untuk keluar ruang meeting kecuali Simon. Simon memutuskan untuk menghubungi Rena untuk memastikan adik sepupunya itu baik-baik saja.


"Ren, aku dengar kamu cuti setahun dan kamu ke Eropa. Apa bener?" tanya Simon.


"Iya bener Mon, aku cuti setahun ini" jawab Rena.


"Kamu baik-baik aja?? aku merasa ada yang aneh orang kayak kamu bisa cuti kerja sampai setahun lagi!! Kayak bukan Rena yang aku kenal" ucap Simon.


"Oh iya itu.. aku lagi jenuh aja Mon beberapa tahun terakhir kerja terus... Sekarang mau istirahat dulu.. Aku percayain kerjaan di Jakarta sama kamu ya Mon" ujar Rena.


Mendengar jawaban Rena, Simon berpikir mungkin masuk akal juga karena Rena selama ini sudah bekerja dan bekerja terus jadi sekarang butuh istirahat dulu.


***


Selepas makan malam, Fritz lalu mandi dan Bianca menemani Karen sampai tertidur. Ketika ia membuka pintu kamar, ia melihat Fritz sudah menyalakan lilin aroma terapi di kamar dan lampu kamar sudah diredupkan.


"Aku mandi dulu ya sayang, sebentar ajaa" ucap Bianca.


"Oke sayang, nanti kamu pake ini ya" ujar Fritz sambil menyodorkan lingerie baru berwarna hitam sedikit transparan. Fritz membelinya tadi sebelum pulang ke rumah.


Setelah mandi Bianca memakai lingerie seksi yang diberikan Fritz, ia melihat pantulan tubuhnya di cermin dan tersenyum membayangkan bagaimana Fritz akan menerkamnya habis-habisan malam ini.

__ADS_1


Fritz melihat Bianca yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan memakai lingerie darinya yang tampak begitu seksi di tubuhnya. Memperlihatkan dengan jelas belahan dan tonjolan di kedua bulatan kenyalnya yang begitu padat, seperti ingin tumpah dari balutan lingerie itu. Fritz menelan ludah menyaksikan betapa menggodanya tubuh istrinya lalu memanggilnya untuk naik ke atas ranjang.


Bianca langsung mendapat serangan dari Fritz yang sudah sangat bergairah, ia ******* bibir Bianca dengan sepenuh hati dan tangannya menyusup ke balik lingerie mencari bulatan kenyal Bianca lalu memainkan puncaknya. Hal ini membuat Bianca memejamkan matanya sambil mend*sah. Fritz semakin agresif dan menj*lati puncak bulatan kenyal berwarna merah muda milik Bianca, meninggalkan jejak berwarna merah di kedua bulatan itu. Kini tangannya menyusuri bagian bawah Bianca dan memainkannya.


Bianca juga tidak ingin kalah dan tangannya mencari-cari senjata milik Fritz, memainkannya dengan tangannya semakin lama semakin cepat.


Keduanya tidak tahan lagi, Fritz menaiki tubuh Bianca dan melakukan penyatuan. Er*ngan dan des*han keluar dari bibir mereka. Bianca menegang dan tangannya mencengkram tubuh Fritz dengan kencang, ia sudah mencapai puncaknya. Fritz dengan segera membalikan tubuh Bianca dan melakukan penyatuan lagi dari belakang. Kali ini kedua mencapai puncak bersama-sama lalu rebah di ranjang dan saling berpelukan.


"Thank you sayang" ucap Fritz sambil mengelus pipi Bianca. Bianca membalasnya dengan mengecup lembut bibir dan leher Fritz.


Mereka lalu bersih-bersih dan berpakaian kembali. Bianca kembali memakai lingerie seksi dari Fritz tetapi ia memakai kimono sebagai luarannya.


"Gimana meeting hari ini sayang? lancar?" tanya Bianca teringat akan meeting suaminya pagi ini.


"Lancar sayang, ternyata Simon sangat cekatan juga kerjanya. Bener-bener gak kayak Simon yang biasa kita liat ternyata dia kali kerja. Serius bangetttt hehehe" ucap Fritz. Ia tidak ingin membahas mengenai Rena yang cuti jadi ia mengalihkan dengan menceritakan tentang Simon.


"Sayang, gak sampai dua bulan lagi liburan sekolah. Saking kamu sibuk kerja, kita tahun ini belum menentukan destinasi liburan kemana" ucap Bianca.


"Hmmm... kamu sama Karen mau kemana dong sayang, aku mah ikut kalian aja" jawab Fritz.


"Eropa! Aku mau keliling Eropa tahun ini ya sayang" jawab Bianca. Sudah empat tahun sejak terakhir mereka ke Eropa dan Karen belum lahir. Bianca ingin kembali ke Eropa dengan membawa Karen karena ia yakin dulu Karen dibuat saat mereka keliling Eropa.

__ADS_1


Fritz menyetujui permintaan Bianca, meskipun ia teringat saat ini Rena juga sedang di Eropa. Tetapi Eropa kan sangat luas jadi ia tidak terlalu memikirkannya dan Fritz meminta Bianca untuk mengatur rencana perjalanan mereka.


__ADS_2