
Rena terbangun di tempat asing, butuh beberapa detik sampai ia benar-benar sadar dan menduga ia pasti tertidur di mobil Alan. Ia memandang ruangan di sekelilingnya yang sangat mewah. Rena menebak pasti ini mansion milik Alan. Ia beranjak menuju jendela dan membuka tirai untuk melihat pemandangan di luar. Ia takjub dengan halaman yang sangat luas di depannya, banyak pohon buah-buahan dan ia melihat kandang kuda dari kejauhan.
Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu dari luar. Ternyata itu adalah pelayan mansion yang ditugaskan oleh Alan untuk mengawasi Rena.
"Selamat pagi Ibu Rena, bagaimana tidurnya? Ini ada pakaian yang bisa Ibu Rena pakai, kalau ibu sudah siap saya antarkan ibu ke ruang makan. Pak Alan sudah menunggu disana" ucap pelayan itu dalam bahasa Indonesia.
"Terima kasih.. siapa namamu?" tanya Rena penasaran. Ia melihat pelayan Alan masih muda dan juga sangat sopan.
"Nama saya Ira bu" ucap Ira memperkenalkan diri. Ira berumur delapan belas tahun sekarang. Ibunya adalah Bi Asih, pengasuh Alan sejak kecil dan seluruh keluarga Bi Asih bekerja untuk Alan.
"Oke Ira, sebentar saya cuci muka dan ganti baju ya" ucap Rena lalu beranjak ke kamar mandi.
Di ruang makan Alan sudah menunggu kedatangan Rena untuk makan bersama sambil menyeruput teh hangat.
"Maaf aku bikin kamu nunggu Al" sapa Rena yang baru saja muncul bersama dengan Ira yang sigap menarik kursi makan untuk Rena.
"It's okay.. kamu mau sarapan apa?" tanya Alan.
"Susu hangat, scramble egg dan roti isi ham dan keju yang melimpah" ucap Rena, ia sangat lapar karena semalam ia tertidur dan belum sempat makan malam.
"Oke, pelayan tolong minta chef untuk membuatkan yang Ibu Rena mau dan jangan lama-lama Ibu Rena sudah lapar" ucap Alan dan melirik ke arah Rena dan tersenyum. Alan tahu Rena pasti sangat lapar karena semalam ia belum makan.
"Al, maaf ya aku jadi ngerepotin kamu lagi kemarin ketiduran di mobil dan sekarang aku makan banyak banget hehe" ucap Rena.
"Kan aku udah bilang Ren ini semua gak gratis hehe tapi aku simpan dulu ya sampai aku tau permintaan aku berikutnya" goda Alan.
__ADS_1
"Dasar pamrih kamu! hehehe" jawab Rena.
"Ren, aku harus ke kantor dulu nanti supirku akan mengantarmu pulang. Kirim ke aku alamatmu ya, nanti malam aku jemput kamu. See you tonight" ucap Alan lalu beranjak dari meja makan.
***
"Sayang, nanti malam aku pake apa ya. Aku gak bawa baju formal buat dinner nanti, abis pas aku cari tau semalam Rena dan pacarnya itu mengundang kita makan malam di cafe paling mewah di Barcelona..." ucap Bianca panik sambil memeriksa isi kopernya dan tidak menemukan satupun pakaian yang sesuai.
Kemarin sore Fritz memberitahu Bianca kalau Rena dan kekasihnya mengundang mereka makan malam bersama. Bianca awalnya bingung bagaiman Rena bisa tahu keberadaan mereka di Barcelona tetapi Fritz beralasan saat Bianca dan Karen sedang berbelanja pakaian sebelumnya dan Fritz memilih duduk di coffee shop, saat itu ia berpapasan dengan Rena dan Rena bertukar nomor dengannya lalu mengundang makan malam. Fritz juga memberitahu Bianca kalau Rena sedang cuti kerja selama setahun ini dan infonya ia ke Eropa dan siapa sangka mereka bertemu di Barcelona.
"Kalau gitu kita harus belanja dong sayang" ucap Fritz yang juga tidak membawa pakaian formal.
***
Setibanya Fritz, Bianca dan Karen di cafe mereka disambut oleh pelayan yang langsung mengantar mereka ke meja dimana Alan dan Rena sudah menanti kedatangan mereka.
"Hi Fritz, ini Bianca istriku dan ya Karen anakku" salam Fritz lalu berjabat tangan dengan Alan.
Mereka lalu duduk dan memesan makanan untuk masing-masing dan tentu saja mereka berbincang-bincang dengan satu sama lain.
"Aku baru tau ternyata kamu tinggal di sini sekarang Ren" ucap Bianca polos, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Iya Bi, aku udah disini beberapa bulan lalu. Ini juga karna Alan meminta aku disini lebih lama..." ucap Rena tersenyum sambil memalingkan wajahnya ke arah Alan.
Alan menyadari Rena butuh bantuannya untuk berbicara dengan Bianca, ia masih gugup walaupun sejak kemarin mereka sudah membahas kemungkinan-kemungkinan pertanyaan dan membuat skenario supaya jawaban mereka sama.
__ADS_1
"Iya Bi, jadi aku tuh sama Rena udah kenal lama tapi dia nih nolak aku terus hehe tapi ya akhirnya Rena mau mencoba setelah beberapa lama kita intens berhubungan. Supaya lebih dekat ya akhirnya Rena ikut ke sini setahun karena kerjaanku gak memungkinan buat aku tinggalin. Ke depannya kita masih berdiskusi gimana karena Rena juga perusahaannya di Indonesia sedangkan aku banyak aktivitas di Eropa" jelas Alan sambil merangkul pundak Rena dan mengelusnya lembut.
"Iya Ren, kolega kamu di Indonesia kaget dan bingung kamu tiba-tiba menghilang setahun hehehe" ucap Fritz.
"Oh iya?! lalu gimana dengan kinerja Donna asistenku?" tanya Rena.
"Oke banget Ren, sigap kerjanya walaupun cewek masih muda tapi sangat cekatan dan tegas" ucap Fritz.
"Kamu kerja di bidang apa emang Fritz?" tanya Alan ikut menyimak pembicaraan mereka.
"Aku export import Al, kalo kamu sendiri?" tanya Fritz kembali.
"Alan ini usahanya banyak banget Fritz, dia di Inc Corp Fritz" ucap Rena.
"Wah, perusahaan besar sekali itu Al.. Aku pernah ikut tender Inc Corp untuk Asia tapi saingannya banyak bangettt..Gak lolos tender jadinga hahaha" ucap Fritz.
"Boleh minta kartu namamu Fritz?Kalau nanti ada kesempatan aku hubungin kamu untuk kerjasama" ucap Alan serius.
"Serius Al? kamu bisa bantu aku tembus ke Inc Corp?" tanya Fritz bingung dan kaget. Ia beberapa kali ikut tender untuk proyek Inc Corp beberapa tahun ini tapi tidak pernah berhasil.
"Serius Fritz, Alan ini....boleh aku bilang gak?" tanya Rena ragu-ragu.
"Boleh honey" ijin Alan sambil mengelus puncak kepala Rena.
"Alan ini CEO Inc Corp Fritz" lanjut Rena.
__ADS_1
Fritz pun tersontak, di hadapannya adalah CEO perusahaan kelas dunia. Fritz paham sekarang Rena pasti kesini karena Alan, bukan karena Rena mengandung anaknya. "Mana mungkin orang sehebat Alan mau menerima Rena jika Rena hamil dari benih laki-laki lain" pikir Fritz.
Mereka melanjutkan makan malam membicarakan bisnis, wisata di Barcelona dan sepanjang malam Alan bersikap sangat manis pada Rena. Membuat Fritz semakin yakin kalau Alan adalah ayah dari bayi yang dikandung Rena.