Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
I still love you


__ADS_3

Bianca dan Nicholas sama-sama tau mereka harus menyelesaikan hal yang belum terselesaikan di antara mereka. Mereka berharap hari ini akan menjadi sebuah closure dari kisah mereka.


"Nic, kamu tau dari kecil aku dipaksa oleh keadaan untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Tumbuh tanpa sosok papa, belum lagi sering banget aku liat mamaku nangis sendiri. Cuma aku dan kakakku yang jadi kekuatan terbesar mama, jadi aku harus berusaha kuat depan mama. Walaupun aku tau ada yang kurang Nic dari hidupku!" ucap Bianca dengan suara bergetar.


Nicholas lalu memegang tangan Bianca erat dan tangan kirinya mengusap air mata yang mengalir di pipi Bianca.


"Makanya Nic, aku bangun tembok setinggi mungkin terhadap laki-laki sampai akhirnya kamu masuk ke hidupku" lanjut Bianca sambil menatap mata Nicholas. Ia sangat merindukan sosok Nicholas yang saat ini ada di hadapannya.


"Aku tau itu bi, makanya dulu aku bilang kan kamu itu stalaktit buat aku. Waktu itu yakin bi kalo suatu saat aku bisa meruntuhkan tembok di hati kamu. Kalo aja waktu itu kamu kasih aku waktu lebih lagi, pasti sekarang kita masih sama-sama bi, tembok itu udah gak ada lagi pasti diantara kita" ucap Nicholas.


"Nic.. tembok itu emang udah ga ada lagi.." ujar Bianca lirih. Butuh lebih dari sepuluh tahun sampai ia berani jujur dengan Nicholas, ada perasaan lega dalam hatinya karena berhasil mengungkapkan beban dalam hatinya.


"Apa maksud kamu bi?!" tanya Nicholas. Ia ragu apakah tembok yang dimaksud antara dia dan Bianca atau justru dengan Fritz.


"Aku selalu nyangkal perasaanku Nic sampai suatu hari aku sadar aku bener-bener cinta sama kamu. Disisi lain, aku ketakutan Nic sama perasaan aku sendiri" jelas Bianca.


Nicholas lalu menyeka wajahnya dengan kasar.


"Bi, ini bener-bener ga fair! Kamu gak pernah tau ya seberapa hancurnya aku! Aku pikir aku salah ke kamu, aku pikir kamu bener-bener nyerah karna kamu gak bisa cinta sama aku!! Trus hari ini kamu bilang kamu pergi dari aku karna kamu cinta sama aku!!! Bi.... gak ngerti aku sama kamu!" ujar Nicholas. Ia benar-benar shock mengetahui yang sebenarnya.


"Nic, bukan cuma kamu yang hancur, kamu juga gak pernah tau kan seberapa hancur aku Nic! Aku cinta sama kamu tapi aku harus ninggalin kamu!! Aku juga sakit!! Hidup dalam ketakutan aku sendiri..Kalo aja waktu bisa diputar, aku gak akan sebodoh itu...." ucap Bianca penuh emosi. Air matanya kembali menetes di pipinya dan kali ini air matanya lebih deras dari sebelumnya.

__ADS_1


Nicholas melihat Bianca menangis tersedu-sedu, hatinya luluh. Ia mendekat dan semakin mendekatkam tubuhnya ke Bianca lalu dengan ragu-ragu ia memeluk Bianca. Melihat Bianca tidak menolak, ia memeluk Bianca lebih erat lagi. Matanya pun basah oleh air mata tanpa bisa ia kendalikan.


Hati Bianca terasa remuk, ia tau ini akan menyakitkan untuk Nicholas. Sering dalam dirinya ia menyesali tindakannya meninggalkan Nicholas tetapi ia masih muda waktu itu dan naif. Saat Nicholas memeluknya, ia merasa ada perasaan hangat dalam hatinya. Ia merasa sangat tenang dalam pelukan Nicholas.


Mereka berpelukan dan menangis cukup lama, mencurahkan seluruh emosi dan perasaan yang mereka pendam selama ini.


"Bi, makasih ya kamu udah jujur sama aku" ucap Nicholas, lalu melepas pelukannya walaupun sebenarnya ia enggan melakukannya.


"Iya Nic, kamu maafin aku ya.." ucap Bianca lirih.


"Semua udah terjadi bi, aku butuh jawaban dari apa yang udah terjadi. Gak mungkin selamanya aku hidup bertanya-tanya kan. Maaf ya bi, aku udah egois tadi. Pasti dulu kamu juga sakit banget bi..Kalau aja waktu bisa diputar, mungkin kita masih sama-sama bi" ujar Nicholas lembut sambil menatap wajah Bianca.


"Iya Nic, seandainya itu bisa terjadi aku pasti gak akan ninggalin kamu. Aku pasti fight buat lawan ketakutan aku tapi sekarang berandai-andai pun gak ada gunanya lagi Nic" Ucap Bianca.


"Boleh Nic, apapun yang kamu tanya pasti aku jawab Nic. Malam ini kita harus selesaiin semuanya Nic..." jawab Bianca.


"Apa sekarang kamu masih punya perasaan sama aku bi?" tanya Nicholas.


Bianca menatap mata Nicholas dalam-dalam lalu mengangguk. Bagaimana mungkin ia bisa berhenti mencintai Nicholas?! Sampai kapanpun akan ada ruang di hatinya untuk Nicholas yang gak akan pernah hilang ataupun tergantikan.


Nicholas lalu meraih tangan Bianca dan menggenggamnya erat. Ia pun tidak dapat berbohong kalau Bianca masih ada di hatinya. Bahkan mungkin cintanya hanya untuk Bianca selama ini.

__ADS_1


"Bi, aku juga masih sayang dan cinta sama kamu..Bahkan sebelum kita ketemu lagi, aku gak pernah bisa lupain kamu bi" ucap Nicholas jujur.


"Tapi Nic.. kita sama-sama udah berkeluarga sekarang. Kita harus fokus sama keluarga kita Nic. Akan lebih banyak pihak yang tersakiti kalo kita begini terus" ujar Bianca, berusaha berpikir dengan akal sehatnya.


"Aku ngerti bi.. aku juga ngerti kondisinya sekarang gimana.. Biar gimanapun kita harus tanggung jawab sama pilihan kita kan?!" kata Nicholas. Ia pun berpikir dengan kepala dingin.


"So, what are we gonna do now?" tanya Bianca.


Nicholas menghela napas dan berkata "Kita harus move on bi, gak ada bisa kita lakuin lagi sekarang".


"Oke Nicholas aku setuju, selepas malam ini kita kubur semua dalam-dalam ya......" ucap Bianca dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan bi, jangan malam ini" Kata Nicholas memotong ucapan Bianca.


"Jangan malam ini? Maksudnya apa Nic? Kalau gak malam ini terus kapan?" tanya Bianca bingung.


"Di hari ulang tahunku ya bi, lima hari lagi. Aku minta kamu sebagai hadiah ulang tahunku. Satu hari sama kamu, kita spent time sama-sama kayak dulu lagi. Pleaseee bi..." Nicholas memohon.


Bianca ragu apakah ia bisa memenuhi keinginan Nicholas kali ini. Memikirkan apa yang baru saja terjadi membuatnya merasa bersalah pada Fritz, ia merasa telah menghianati suaminya.


Apalagi sekarang Nic memintanya secara jelas tanpa tersirat kalau ia ingin bersama Bianca seharian..Jujur dalam hatinya ia juga ingin menghabiskan waktu lagi bersama Nic, paling tidak untuk yang terakhir kalinya...

__ADS_1


"Nic, aku gak yakin aku bisa..terlalu beresiko dan berbahaya untuk kita" jawab Bianca.


"Please biii... Satu hari aja bii.. Just you and me, setelah itu we're done" ujar Nicholas berusaha meyakinkan Bianca.


__ADS_2