Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Satu hari bersama Alan


__ADS_3

Rena tidak punya pilihan selain ikut dengan ajakan Alan, lagipula Alan sudah begitu baik mau membantunya. Rena pikir ada baiknya ia mengenal Alan dan berteman dengannya karena Rena juga kesepian di Barcelona.


Sebuah mobil sport berwarna hijau berhenti tepat di depan mereka, lalu penjaga valet mempersilahkan Alan dan Rena untuk naik ke dalam mobil sport itu.


Alan membukakan dan menutup pintu untuk Rena sebelum ia naik ke dalam mobil. Rena masih sedikit terkejut Alan mempunyai mobil Sport yang harganya sangat fantastis bahkan tipe ini hanya limited series.


"Al, kamu sebenarnya siapa dan kerja apa?!" tanya Rena yang penasaran.


"Aku CEO dari Inc Corp, kamu tau?" tanya Alan balik.


Tentu saja Rena tahu, Inc Corp salah satu perusahaan terbesar di Eropa yang namanya mendunia. Berbagai perusahaan dalam berbagai bidang bahkan bernaung di bawah Inc Corp.


"Mana mungkin ada yang gak tau.. jadi aku berhadapan dengan CEO Inc Corp..Ya Tuhan!!! berani sekali aku sampai minta tolong sama kamu, pasti kamu juga sibuk" ucap Rena, ia sangat malu saat ini membayangkan dirinya meminta CEO perusahaan besar berskala dunia untuk pura-pura menjadi kekasihnya.


Alan tertawa melihat tingkah Rena saat ini, pipinya memerah karena malu.


"Makanya aku cepet-cepat bayar hutang kamu ke aku ya atau mungkin satu makan malam juga gak cukup karena permintaan kamu terlalu berat dan menyita banyak waktuku hahaha " goda Alan.


"Oke karena kamu begitu baikkk dan aku sudah menyita waktu CEO Inc Corp yang mendunia, aku akan makan malam seminggu penuh sama kamu tapi itupun kalau kamu gak cukup sibuk untuk makan malam sama aku.." goda Rena, membalas godaan Alan.


"Sure, satu minggu" jawab Alan cepat dan kembali fokus di balik setir. ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan mengenal Rena lebih jauh.


Mereka tiba di sebuah bangunan bernuansa klasik yang terlihat mewah walaupun sudah tua. Ternyata Alan mengajaknya menonton pertunjukan orkestra musik. Rena yang tidak terlalu paham akan musik hanya mendengarkan celotehan Alan mengenai nada dan penjiwaan dalam bermusik.

__ADS_1


"Kamu bosen ya Ren?" tanya Alan yang merasa Rena tidak antusias.


"Musik bagus untuk perkembangan janin kamu, menstrimulasi sejak dalam kandungan itu penting Ren" lanjut Alan, menjelaskan alasannya mengajak Rena kesini secara tersirat.


Rena kaget Alan memikirkan bayi dalam kandungannya padahal ia menduga Alan tidak akan senang jika tahu ia sedang hamil. Rena menjadi antusias mendengarkan alunan musik dan berusaha meresapi setiap nada yang ia dengar. Alan benar, ada rasa tenang yang ia rasakan saat ini. Ia juga mulai mengelus perutnya, berusaha mempererat ikatan batin dengan calon bayinya.


***


"Oke Ren, kirimi aku detail resto besok dimana dan jam berapa" balas pesan Fritz. Rena lalu memberitahukan ini kepada Alan kalau Fritz setuju untuk makan malam besok. Alan lalu membuat reservasi di sebuah cafe paling mewah di Barcelona untuk lima orang.


"Tadi kan bayinya udah dapat hiburan, sekarang gantian mommynya ya.." ucap Alan.


Mereka tiba di sebuah alun-alun kota yang sangat besar, Alan memberitahukan Rena jika ini adalah alun-alun dari pusat kota tua di Barcelona. Banyak orang berswafoto, duduk bersama teman-teman dan keluarganya, sebagian hanya duduk sambil membaca buku atau lalu lalang begitu saja.


"Tapi tujuan kita kesini bukan buat duduk di taman ini.. Sini aku ajak kamu berkeliling, mau kan? atau kamu lelah dan mau istirahat dulu?" tanya Alan dengan sangat perhatian.


"Gak apa-apa Al, ayo kita jalan-jalan!" ucap Rena bersemangat.


Mereka menyusuri jalanan dengan berjalan kaki, di setiap lorongnya banyak terdapat toko-toko fashion dan juga cafe yang cantik. Rena juga mencicipi beberapa jajanan yang mereka temui. Untuk pertama kalinya Rena begitu senang di Barcelona, ia melupakan masalah yang ia hadapi saat ini.


Alan menghentikan langkahnya di depan sebuah toko pakaian ternama dan harganya cukup fantastis. Rena juga sontak ikut menghentikan langkahnya.


"Ayo, kita butuh pakaian untuk dinner besok malam" ucap Alan. Ia benar-benar ingin makan malam besok berjalan dengan sempurna.

__ADS_1


Rena menuruti perkataan Alan, ia butuh pakaian yang bagus untuk dikenakan besok malam apalagi di jalanan tadi Alan sudah membuat reservasi di cafe mewah. Rena sendiri belum pernah kesana tapi ia sering mendengar nama tempat itu yang disebut-sebut sangat mewah bahkan paling mewah di Barcelona.


Manager toko lalu menyambut kedatangan mereka dan Alan memberitahukan bahwa ia butuh gaun koleksi terbaru untuk kekasihnya. Manager pun mengeluarkan beberapa gaun koleksi terbaru mereka untuk Rena kenakan.


"Oke aku coba dulu ya Al" kata Rena.


Hampir semua gaun yang Rena coba terlihat bagus dan cocok sekali untuk Rena. Potongannya tidak ada yang terlalu menonjolkan perutnya yang mulai membesar. Rena memikirkan gaun mana yang harus ia ambil dan pilihannya jatuh ke sebuah gaun hitam dengan potongan Vneck yang cukup rendah memperlihatkan belahan di antara kedua dadanya.


Rena bersiap ke kasir dan mengeluarkan kartu miliknya untuk membayar gaun itu tetepi kasir menolaknya.


"Maaf ibu, semua gaun yang ibu coba tadi sudah dibayar oleh Pak Alan" kata Manager toko yang dengan sigap menghampiri Rena.


Rena melihat ke arah Alan yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Menyadari Rena meliriknya, Alan pun menghela napas dan tersenyum.


"Al, aku gak bisa terima semua ini. This is too much" ucap Rena. Ia merasa tidak enak hati dengan Alan yang sudah berbuat banyak untuknya.


"Tenang aja, ini semua gak gratis Ren hehehe" jawab Alan lalu mengambil beberapa kantong berisi gaun-gaun untuk Rena dan berjalan keluar toko.


Rena lalu mengikuti langkah Alan keluar dari toko dengan gusar. "Apa maksudnya ini gak gratis? Apa yang ia mau dariku?" pikir Rena tetapi ia enggan untuk bertanya sekarang. Lagipula setelah seharian bersama Alan, ia yakin Alan tidak mungkin macam-macam.


Dalam perjalanan pulang, Rena tertidur di mobil. Sejak dua minggu ini Rena mudah sekali mengantuk yang tidak tertahankan. Alan hanya tersenyum melihat Rena yang tertidur pulas sampai mulutnya terbuka.


Alan memutuskan membawa Rena ke mansion miliknya karena Alan tidak tahu dimana Rena tinggal. Ia juga tidak tega membangunkan Rena yang sudah pulas. Setibanya di mansion, Alan membopong tubuh Rena dengan sangat hati-hati, ia tidak ingin Rena terbangun dan membawanya ke kamar tamu dan membaringkannya di sana. Rena sedikit bergerak membuat Alan khawatir ia terbangun, hingga Alan langsung menyelimutinya dan duduk di samping ranjang selama beberapa menit memastikan Rena tidak terbangun baru ia meninggalkan Rena dan beristirahat di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2