Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Pulang dan Pergi


__ADS_3

"Sial!!! aku berada disini tapi mengapa pikiranku selalu tertuju ke wanita itu ya?!!" pikir Alan.


Ia sedang keliling Eropa saat ini, bukan untuk berlibur tetapi ini adalah jadwal meeting tahunannya dengan beberapa anak perusahaannya. Rencananya perjalanan ini memakan waktu sebulan paling cepat tetapi ini baru saja dua minggu berjalan dan ia sudah ingin cepat kembali ke Barcelona.


Alan mengingat malam saat Rena merasa sakit di perutnya dan ia mengelus perut Rena. Saat itu ada perasaan aneh yang muncul dalam batinnya, ia merasa begitu tenang dan ada rasa memiliki. Ia sangat ingin memiliki dan melindungi Rena dan juga bayi dalam kandungannya.


"Sonia, bisa aku batalkan perjalanan kita?" tanya Alan pada sekretaris pribadinya.


"Maaf Pak Alan, apakah ini sangat mendesak?! Karena meeting tahunan ini kan sudah menjadi agenda yang disusun jauh-jauh Pak" ucap Sonia bingung, selama lima tahun bekerja untuk Alan, ia tidak pernah sekalipun membatalkan meeting penting ini.


"Ini penting sekali... Aku harus kembali ke Barcelona hari ini juga" ucap Alan.


"Baik Pak Alan, kalau memang itu mau Bapak. Saya permisi dulu dan segera mengurus kepulangan Pak Alan ke Barcelona" ucap Sonia pamit.


"Terima kasih Sonia" ujar Alan.


Alan sudah tidak sabar untuk kembali ke Barcelona dan menemui Rena. Sejak ia berangkat, jadwalnya sangat padat setiap hari bangun pagi selesai meeting malam. Terlebih ia semakin hari semakin memikirkan Rena menyebabkan meeting menjadi semakin lama karena Alan tidak fokus.


Alan belum tahu apa yang akan ia lakukan kepada Rena tapi ia ingin mencari tahu apakah yang sebenarnya ia rasakan kepada Rena dan juga bayi di kandungannya.


Tidak butuh waktu lama untuk Sonia mengurus kepulangan Alan. Pesawat pribadi juga sudah siap mengantarkan Alan ke Barcelona.


Setibanya di Barcelona, Alan langsung meminta supir untuk mengantarkannya ke apartment Rena.


"Alannn....." lirih Rena, lalu memeluk Alan dan tenggelam dalam tangisannya.


"Ren... i'm here...." ucap Alan mengelus punggung Rena, ia yakin pasti telah terjadi sesuatu saat ia pergi.


Puas menangis dalam pelukan Alan, Rena merasa jauh lebih tenang, ia selalu merasa aman di dekat Alan. Rena lalu bercerita pada Alan tentang ia menghubungi Fritz ingin memberitahu tentang kehamilannya yang adalah anak Fritz tetapi ia tidak menyangka kalau Bianca mendengarnya. Ia dapat mendengar amarah dan kesedihan dalam suara Bianca saat tahu tentangnya dan Fritz.

__ADS_1


"Jadi Fritz udah tau sekarang tentang bayinya?" tanya Alan kecewa.


"Belum..Aku belum sempat memberitahukan ke Fritz dan Bianca dengar Fritz bertanya tentang kehamilanku adalah anaknya" ucap Rena.


"Oke, sekarang bisa kamu jelasin ke aku kenapa kamu tiba-tiba mau Fritz tahu padahal sebelumnya kamu begitu yakin untuk tidak memberitahukan Fritz?" tanya Alan


"Aku memikirkan ucapan kamu Al, gimana dengan anakku? Semua demi masa depan anakku nantinya Al supaya gak dicap anak tanpa ayah" jelas Rena dengan suara bergetar.


"Rena...Let's get married!" ucap Alan lantang sambil memegang kedua tangan Rena.


"Apa?!!" tanya Rena tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Iya aku mau jadi suami kamu dan juga ayah dari anak di perutmu kelak bahkan ayah dari anak-anak kita kelak" ucap Alan. Ia tidak tahu apa yang ia pikirkan tetapi ia mengikuti kata hatinya. Sejak pertama ia tahu akan cerita Rena, ia ingin sekali menlindungi Rena dan juga bayinya. Menikahi Rena tentu saja tidak terpikirkan olehnya sebelum ini tetapi saat ini ia sangat yakin ia mencintai Rena.


****


Fritz yang kewalahan karena Bianca pergi dari rumah begitu saja berusaha menghubungi istrinya puluhan bahkan ratusan kali tetapi gagal. Fritz menghubungi resepsionis apartment karena menduga Bianca kesana tapi resepsionis mengatakan Bianca tidak disana. Bianca telah berpesan sebelumnya jika Fritz dan siapapun yang mencarinya untuk mengatakan ia tidak ada di apartment.


"Halo ta" sapa Fritz.


"Iya Fritz ada apa?" tanya Lita.


"Kamu lagi sama Bianca gak?" tanya Fritz.


"Gak Fritz, kenapa emang Bianca gak bisa dihubungi?" tanya Lita ikut panik.


"Iya ta, aku dan Bianca lagi ada masalah, dia pergi dan gak tau kemana sekarang ta. Boleh tolong bantu aku ta?" ucap Fritz lirih.


"Oke aku bantu kamu ya, kamu tenang Fritz. Pasti Bianca lagi butuh waktu sendiri aja" ujar Lita.

__ADS_1


Lita berusaha menghubungi Bianca tetapi tetap saja gagal. Ia meminta bantuan Simon dan tidak diangkat juga. Lita juga meminta bantuan Nicholas untuk menghubungi Bianca. Simon dan Lita sangat bingung karena keduanya bersikap sangat mesra saat tadi bertemu di rumah sakit dan tiba-tiba sekarang Bianca menghilang.


***


Nicholas melihat Raina sedang tidur, ia memutuskan untuk keluar ruangan dan mencari tempat sepi untuk menelepon Bianca, tetapi tentu saja hasilnya nihil. Bianca benar-benar tidak ingin berbicara dengan siapapun, termasuk Nicholas.


Nicholas menghubungi Lita untuk menanyakan ada apa sebenarnya karena sebelumnya Lita hanya mengirim pesan yang isinya meminta bantuan Nicholas untuk menghubungi Bianca.


"Halo ta, Bianca kenapa? Aku telepon nyambung tapi gak ada yang angkat" ucap Nicholas.


"Tadi Fritz telepon aku, tanyain Bianca sama aku gak soalnya Bianca pergi dari rumah. Dia dan Fritz lagi ada masalah katanya. Aku telepon juga nyambung Nic tapi sama dia gak angkat" ucap Lita.


"Atau perlu keliling cari Bianca dimana ta?" tanya Nicholas cemas.


"Mau cari kemana Nic?Jakarta luas begini.. Lagipula Raina di rumah sakit, kamu gak mungkin tinggalin Raina sendirian. Bianca tuh gak pernah begini Nic sebelumnya. Aku khawatir, kayaknya permasalahannya besar sampai Bianca pergi..." ucap Lita.


"Iya kamu benar, aku harus tetap disini jagain Raina...Ta...Kamu bilang ini masalah besar kan kayaknya.." ucap Nicholas memikirkan sesuatu.


"Iya Nic.. pasti besar bangettt" jawab Lita.


"Mungkin gak ini ada hubungannya sama kecurigaan aku beberapa bulan yang lalu? Kamu inget kan?" ucap Nicholas.


"Ya Tuhan, kenapa aku gak kepikiran!! Kalau benar, berarti Bianca benar-bebar hancur saat ini Nic..." lirih Lita memikirkan keadaan Bianca.


Simon yang mendengar percakapan istrinya dan merasa bingung dengan apa yang mereka berdua bicarakan. Melihat istrinya sudah mematikan sambungan telepon, Simon menanyakan langsung kebingungannya terhadap Lita.


"Ada apa sih sebenarnya yang aku gak tahu?" tanya Simon.


Lita lalu menceritakan semuanya ke Simon tentang hal-hal yang Nicholas dengar dan keanehan-keanehan yang terjadi. Dan mereka curiga kalau Rena dan Fritz punya hubungan di belakangan Bianca sehingga mungkin saja sekarang Bianca tahu tentang itu dan pergi dari rumah.

__ADS_1


"Apa Rena?!!" tanya Simon tidak percaya dan dijawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Lita.


__ADS_2