
Nicholas melihat Raina pulang dengan wajah berseri dan mendapati Nicholas sudah duduk di sofa dengan kemeja berwarna biru navy dan celana berwarna hitam.
"Kamu mandi, ganti baju dulu sana beib. Aku tunggu disini" ucap Nicholas.
"Oke, i'll be right back beib" jawab Raina lalu langsung berjalan menuju lantai dua rumahnya.
Mereka tiba di sebuah cafe yang sangat mewah, didominasi oleh warna hitam dan juga sedikit sentuhan gold menambah kesan mewah. Di ujung ruangan terdapat sebuah grand piano berharga ratusan juta dan malam ini mereka akan kedatangan pianist handal yang banyak memenangkan kejuaraan international. Nicholas sangat menyukai piano sejak kecil, ia bahkan sering ikut ajang lomba dan beberapa kali memenangkan perlombaan tetapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, ia sibuk bekerja dan melupakan pianonya.
Malam ini mendengar alunan piano, membuat Nicholas merindukan piano. Ia nampak sangat menikmati setiap nada yang keluar dan kagum akan permainan pianist yang sangat memukau.
"Beib, sebenarnya ada apa sih kamu ajak aku kesini?" tanya Raina.
"Sejujurnya aku ingin menebus kesalahan aku ke kamu selama ini. Gara-gara aku, kamu sampe kehilangan.... yah kamu tahu.. aku merasa ini tanggung jawab aku. Setiap aku melihat wajah kamu, setiap melihat kamu sedih aku gak bisa gak menyalahkan diri aku sendiri. Makanya beberapa waktu ini aku seakan menghindar dari kamu dan banyak sibuk di luar...." ucap Nicholas memulai pembicaraan hati ke hati dengan Raina.
Mendengar pengakuan Raina, ia lantas berpikir cepat. Jika Nicholas merasa sangat bersalah padanya dan bayi mereka, seharusnya Nicholas bersedia melakukan apapun sekarang ini untuk menebus rasa bersalahnya.
"Beib, kalo kamu merasa bersalah sekarang saatnya buat kamu untuk menebus rasa bersalah kamu ke aku. Kamu harus bikin aku selalu bahagia beib.. Kan gak mungkin kamu hidup dalam rasa bersalah terus menerus..." ucap Raina.
Nicholas paham jika Raina ingin ia menebus semua kesalahannya, dalam hati kecil Nicholas ia juga ingin membuat Raina bahagia sekalipun jika akhirnya mereka harus berpisah jika tidak mendapat keturunan.
"Oke beib.. I'll try my best" jawab Nicholas.
"Beib, aku tahu kamu ketemu papa kan beberapa hari yang lalu. Aku juga tahu kamu punya perjanjian sama papa" ucap Raina, membuat Nicholas terkejut.
__ADS_1
"Kamu tahu dari mana?" tanya Nicholas.
Raina lalu menceritakan versinya dimulai saat ia tidak sengaja membaca pesan antara Nicholas dan Robby. Ia juga yang memaksa Robby untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya Robby mengatakannya.
Nicholas benar-benar tidak punya alasan lagi untuk mengelak. Ia sadar ia sudah banyak membohongi Raina dan ia sudah lelah dengan semua kebohongan yang ia tutupi selama ini.
"Maaf Rai... tapi aku harus ngelakuin semuanya" ucap Nicholas.
"Untuk apa? supaya kamu bisa pisah dari aku?" tanya Raina.
"Bukan gitu beib.. Kamu tahu kan ucapan papa kamu itu ada benarnya. Bagaimana mungkin papa gak ada keturunan yang melanjutkan perusahaannya. Setelah kamu, siapa yang akan melanjutkan perusahaan?" ucap Nicholas.
"Ya betul tapi bisa-bisa kamu buat perjanjian begitu sama papa.. walaupun papa yang awalnya meminta itu dulu ke kamu.. Nic, hati kamu itu terlalu lembut.. Aku janji kita pasti punya anak segera.." ucap Raina, ia tampak begitu yakin dan percaya diri sekalipun jantungnya berdegup kencang.
"Rena, kamu kecapean banget pasti sejak tiba di Indonesia kamu ga berenti urus ini dan itu. Mama udah di Jakarta sekarang jadi kamu sama Alan gak perlu ke Palembang lagi ya. Kamu istirahat aja disini" ucap Alea lembut sambil membelai puncak kepala Rena.
Rena merasa kurang enak badan pagi ini padahal seharusnya mereka berangkat ke Palembang siang ini.
"Iya mama benar Ren, kamu nurut dong. Pikirin bayi kita honey..." ucap Alan sambil membawakan teh hangat untuk Rena.
Rena akhirnya mengalah dan menyetujui kehendak Alea dan Alan. Yang menjadi beban Rena hanyalah ia belum mengenalkan Alan pada nenek Rose. Sekalipun sejak kecil Rena selalu merasa jika nenek Rose tidak menyukainya tetapi ia sangat menghormati nenek Rose.
"Ma, nenek Rose gimana? Dia nanti marah gak kalau kita gak jadi pulang?" tanya Rena.
__ADS_1
"Gak sayang, nanti mama yang kasih tahu ke nenek ya. Lagipula Reno kan tetep pulang hari ini jadi biar Reno yang bantu untuk kasih informasi ke keluarga di Palembang ya" ucap Alea.
"Ma, kalau Reno pulang apa gak sebaiknya mama nginap di sini aja?" tanya Alan.
"Iya ma, Rena kan masih kangen mama. Masak mama sendirian di hotel?" ucap Rena manja.
"Ya udah mama nginep sini ya tapi nanti kalian bilang dulu ke nenek" ucap Alea, ia tidak ingin bersikap lancang.
"Ma, nenek sendiri yang udah bilang ke Alan untuk ajak mama nginap disini sejak awal. Nenek juga kesepian ma, jadi dia pasti seneng kalau mama nginep sini. Nanti mama tidur di kamar sebrang kamar ini aja ya ma, semua barang-barang mama nanti Alan suruh orang kirim ke sini" ucap Alan.
Alea lalu setuju dan meninggalkan kamar Rena menuju kamarnya. Ia memikirkan Rose, mamanya yang sejak dulu tidak menyukai Rena. Ia menganggap Rena bukanlah keturunannya dan menjadi duri dalam keluarga.
Alea memikirkan hari dimana ia akhirnya membawa kembali Rena setelah hampir membuangnya. Saat ia menggendong Rena dan Rena memeluknya, ia merasa seluruh egonya runtuh.
Ia lalu menaruh Rena di kamarnya dan memerintahkan pelayan di rumah untuk memindahkan box Rena ke kamarnya. Ronny yang melihat hati Alea melunak bahkan memindahkan Rena tidur bersamanya dan mengurus Rena layaknya anaknya lalu menitikkan air mata.
"Ma..terima kasih kamu udah mau merawat Rena. Aku minta maaf atas kesalahanku dulu" lirih Ronny. Seluruh egonya pun runtuh melihat kelembutan hati Alea.
"Pa.. anak ini.. membuatku jatuh cinta padanya. Liat matanya yang bulat, ia bahkan selalu tersenyum melihatku dan berhenti menangis jika aku memeluknya...Anak ini butuh kasih sayang seorang ibu.. walaupun ini bukan darah dagingku, tapi aku akan merawatnya seperti anakku sendiri" ucap Alea dengan suara bergetar dan menangis bahagia.
"Ma, papa janji akan jadi suami dan ayah yang terbaik untuk kamu dan anak-anak kita. Rena sayang, kamu dengar ini adalah mama kamu.. mama Alea..." ucap Ronny bahagia lalu memeluk Alea dan Rena.
Sejak saat itu Ronny berubah jadi suami yang baik dan tidak pernah lagi berselingkuh dengan wanita manapun. Tetapi mereka lupa akan perasaan Reno yang trauma dengan masa lalu orang tuanya dan membuatnya menjadi laki-laki yang kaku terhadap wanita. Ia sangat menentang kehamilan di luar nikah dan sejak kecil mengajarkan itu ke Rena sekalipun Rena belum mengerti apa artinya itu.
__ADS_1