Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Friends


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Nicholas dan Bianca berbicara dan bercanda layaknya sepasang sahabat. Mereka tidak lagi membahas apa yang telah lalu, masing-masing berusaha untuk tetap menjaga kesepakatan mereka. Tentu saja perasaan diantara keduanya masih sama.


"Nic, pesta kamu tadi belom selesai loh masih ada beberapa tamu yang belom pulang tapi kamu tinggal gitu aja" ucap Bianca.


"Iya gak apa-apa cuma beberapa orang ini, mereka juga lagi pada asik sendiri" jawab Nicholas.


Bianca ingin sekali bertanya mengenai Nicholas dan Raina yang bersikap sangat dingin satu sama lain tetapi ia mengurungkan niatnya itu, ia ingin menjaga jarak antara dirinya dan juga Nicholas apalagi hubungan mereka sekarang ini susah layaknya sahabat.


Bianca memeriksa ponselnya tetapi tetap belum ada pesan atau telpon masuk dari Fritz. Ia khawatir takut terjadi sesuatu kepada Fritz.


Nicholas memperhatikan Bianca yang terus memeriksa ponselnya setiap beberapa menit, ia menduga kalau Bianca sedang menunggu kabar dari Fritz.


"Gimana bi, Fritz udah ada kabar belum?" tanya Nicholas.


"Belum Nic, aku khawatir nih. Dia gak pernah ilang kayak gini sebelumnya. Aku gak tau apa dia masih menghadiri jamuan dari clientnya atau dimana, ART aku bilang dia belum pulang juga Nic.." lirih Bianca.


"Kamu tau dimana acaranya Fritz? aku anter kesana, kita cari Fritz. Mungkin dia masih belum selesai kali dan baterai ponselnya abis" ujar Nicholas berusaha menenangkan dan mencari solusi untuk Bianca.


Saat ini Nicholas dapat melihat sorot kekhawatiran dan juga cinta di mata Bianca, bukan untuknya tetapi untuk Fritz. Rasa perih itu muncul kembali sekalipun ia sudah berusaha untuk bersikap biasa terhadap Bianca.


"Aku tau Nic, di Toms Lounge tempatnya" ucap Bianca.

__ADS_1


Nicholas lalu meluncur ke tempat yang Bianca sebutkan tetapi mereka tidak menemukan Fritz disana. Lantas Nicholas menyarankan Bianca untuk pulang dan menunggu.


Dalam perjalanan menuju rumahnga hati Bianca semakin kalut tak karuan, ia mulai berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang menimpa suaminya.


"Nic, aku takut... gimana kalo terjadi hal-hal buruk sama FritZ?" ujar Bianca dengan suara bergetar.


"Bi, everything will be okay. Aku temenin kamu sampe ada kabar dari Fritz atau Fritz pulang ya" ucap Nicholas. Ia ingin ada untuk Bianca dan tidak ingin meninggalkannya sendirian.


Bianca mengangguk tanda setuju lalu mereka menuju ke rumah Bianca. Setibanya di rumah, mobil Fritz ternyata sudah berada di garasi. Ada setitik kelegaan dalam diri Bianca mengetahui Fritz sudah berada di rumah. Ia lalu mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada Nicholas lalu masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Fritz.


Ia mendapati Fritz sedang duduk di teras belakang sendirian dan Bianca pun menghampiri Fritz.


"Hey, sayang kamu dari mana kok gak ada kabar?" tanya Bianca sambil memeluk Fritz dari belakang.


"Iya gak apa-apa, aku khawatir tadi. Mandi yuk sayang.. " ajak Bianca sambil menggoda Fritz.


Fritz lalu mengikuti langkah Bianca ke dalam kamar mandi, air membasahi tubuh mereka. Bianca mengusap lembut tubuh Fritz dengan sabun dibawah kucuran air, Fritz pun terpancing dengan sikap Bianca ini. Ia sadar telah mengkhianati Bianca tetapi ia juga sudah memutuskan untuk menyimpan rahasia ini rapat-rapat. Sebuah kesalahan bodoh tidak akan menghancurkan pernikahannya yang bahagia.


Fritz lalu membalikan tubuh Bianca dan memeluknya dari belakang, tangannya mencari bulatan kenyal milik Bianca dan bermain-main disana sambil menciumi tengkuk dan leher Bianca. Suara erangan pun terdengar dari bibir Bianca. Fritz semakin menggila mendengar erangan Bianca, tangannya pun semakin tubuh ke bawah, mencari titik favoritnya dan memainkannya membuat Bianca tidak tahan lagi dan mencapai puncaknya.


Tidak puas, Fritz lalu membungkukkan tubuh Bianca dan melakukan penyatuan inti tubuh mereka. ******* dan erangan keluar dari bubur mereka sampai akhirnya mereka Fritz mencapai puncaknya, begitupun Bianca untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Malam itu mereka melanjutkan permainan sampai ke dalam kamar, mereka bagaikan pasangan yang sedang berbulan madu. Bianca mencapai puncaknya untuk kesekian kalinya dan merasa malam ini Fritz begitu bersemangat.


Fritz yang melihat istrinya sudah lelah lantas memeluk Bianca dan berbisik di telinganya "Bi, aku sayang banget sama kamu. I love you..." ucap Nicholas lalu mengecup pipi Bianca.


"Iya sayang, i love you very much...." balas Bianca dengan napas yang masih tersengal-sengal.


Mereka lalu tertidur sambil berpelukan. "We're gonna be okay" ucap Fritz dalam batinnya.


***


Dalam perjalanan pulang Nicholas membaca pesan dari Raina yang sontak membuat emosinya memuncak, ia lalu memutar stir kendaraannya dan memutuskan untuk menginap di hotel. Ia benar-benar tidak sanggup menghadapi Raina malam ini apalagi ancaman untuk memberitahukan papanya yang selalu ia keluarkan sebagai senjata. Nicholas benar-benar tidak peduli lagi terhadap apa yang akan Raina katakan atau lakukan.


Nicholas belum bisa tertidur, lalu ia teringat akan hadiah dari Bianca yang ia simpan di dalam saku celananya. Ia lantas mengambil kotak berbentuk persegi itu, tidak terlalu besar hingga muat dalam sakunya. Penasaran akan isinya, Nicholas membuka pita dan kertas kado dengan hati-hati. Kotak itu berisi sebuah gelang untuk laki-laki yang terbuat dari bahan tali berwarna biru navy dengan sedikit aksen tali berwarna putih dan juga terdapat pengait berwarna navy di baliknya terdapat ukiran nama Nic.


Nicholas sangat menyukai gelang itu dan langsung memakainya. Ia teringat ketika masih berpacaran dengan Bianca mereka pernah memiliki gelang couple yang bentuknya nyaris sama seperti ini tetapi tentu saja gelang yang baru ini harganya jauh lebih mahal dan kualitasnya lebih bagus. Sewaktu mereka putus, Nicholas sudah membuang gelang itu sekalipun ia sangat menyukainya.


Mendapatkan gelang yang mirip tentu saja Nicholas sangat senang, bukan karena gelang ini merupakan merk mahal yang storenya terdapat di mall-mall elite tetapi karena ini pemberian Bianca dan Bianca ingat akan gelang kesukaan Nicholas.


***


Raina melihat Nicholas sudah membaca pesan darinya tetapi tidak membalas pesan atau menghubunginya. Hal ini membuat Raina seperti kebakaran jenggot, ia bertekad untuk mengadukan sikap Nicholas kepada papanya besok.

__ADS_1


Raina terbangun dan melihat jam sudah pukul 3 pagi tetapi Nicholas belum juga pulang. Ia berasumsi Nicholas menginap di luar hari ini. Sepanjang pernikahan mereka, Nicholas tidak pernah bertengkar sampai meninggalkan rumah dan tidak pulang. Raina merasa ada yang salah, ia menduga jangan-jangan Nicholas mempunyai wanita simpanan..


__ADS_2