
"Selamat pagi Pak Fritz, saya Donna asisten Ibu Rena. Saya mewakili Ibu Rena kesini untuk tanda tangan kontrak kerjasama" ucap Donna, seorang gadis muda yang menjadi orang kepercayaan Rena untuk urusan pekerjaan.
"Pagi Bu Donna, maaf saya kira Ibu Rena sendiri yang akan datang kesini karena kemarin di telpon Ibu Rena tidak bilang kalau ia berhalangan hadir" ucap Fritz.
"Saya juga baru diberi tahu untuk ke Jakarta kemarin malam Pak. Oh iya ini surat-suratnya Pak, nanti bapak pelajari dulu dan jika sudah ditanda tangani bisa informasi ke saya" ucap Donna.
Fritz bertanya-tanya kenapa Rena tiba-tiba memutuskan untuk mengirim asistennya tanpa informasi sebelumnya. Ia berpikir pasti Rena ingin menghindar darinya atau merasa canggung mengingat pertemuan terakhir mereka di hotel.
Ia ingin mencoba menghubungi Rena tetapi ia membatalkan niatnya itu, ia tidak ingin terlibat secara personal dengan Rena. Hubungannya dengan Rena biarlah hanya sebatas hubungan profesional.
***
"Lita sayang, tebak siapa yang baru aja hubungin aku?" tanya Simon bersemangat.
"Siapa? Presiden? Sampe kamu sumbringah gitu sih hahaha" jawab Lita.
Simon memberitahu Lita kalau Donna, asisten Rena sepupunya yang di Palembang baru saja menghubunginya dan menawarkan pekerjaan yang sangat oke. Memang ini bukan kali pertama Rena menawarkan pekerjaan di kantornya dengan gaji yang cukup tinggi, tetapi Simon selalu menolak karena ia tidak ingin menetap di Palembang dan berjauhan dengan Lita.
"Aku gak mau pindah ke Palembang! Kamu kan tau mamaku masih belum stabil, pokoknya berapapun tawarannya aku gak setuju!" ucap Lita kesal.
"Bukan ta.. Kita gak harus pindah ke Palembang. Kantornya sedang membuat perjanjian kerjasama dengan salah satu perusahaan di Jakarta dan mereka butuh orang yang bisa dipercaya untuk mengatur dan mengawasi dari Jakarta. Mereka bahkan menawarkan gaji yang cukup besar ta, hampir tiga kali lipat dari gajiku sekarang" ucap Simon.
Lita yang mendengar ucapan Simon langsung antusias mendengar gaji yang ditawarkan dan mereka tidak perlu pindah ke Palembang.
"Lalu kerjanya dari mana? kan kamu gak ada kantor disini" tanya Lita.
"Karena masih baru, mereka akan menyewa sebuah ruko sebagai kantor permulaan. Aku juga dipercaya memilih tim sendiri untuk berkerja denganku" jelas Simon.
__ADS_1
Simon tidak menyangka akan mendapatkan tawaran sebagus ini di saat yang tepat. Ia butuh pemasukan lebih supaya jika Lita hamil dan melahirkan, ia bisa fokus merawat anak dan keluarga. Simon lantas menyanggupi permintaan Rena setelah mendapat restu dari Lita.
Mendengar nama Rena, Lita jadi terpikir mengenai ucapan Nicholas..
***
Akhirnya sebulan kemudian kantor Simon pun akan segera resmi beroperasi. Ia dan Lita mengadakan syukuran kecil-kecilan dan mengundang teman dekat dan rekanan kerja mereka.
"Selamat ya Mon, semoga makin sukses" ucap Nicholas yang didampingi Raina. Sejak Raina kembali ke kantor, ia jadi semakin baik dan mulai mau menemani Nicholas keluar.
"Makasih bro" jawab Simon.
Tak lama berselang, Fritz dan Bianca memasuki ruangan. Beberapa teman Simon memperhatikan Bianca yang cantik, Fritz yang menyadari itu lalu mempererat pegangan tangannya. Ada rasa bangga dalam dirinya dan juga cemburu, ia tidak rela kecantikan istrinya menjadi pusat perhatian tetapi ia sadar itulah resikonya jika menikah dengan wanita cantik.
Fritz dan Bianca memberi selamat pada keduanya dan nampak perusahaan Fritz turut mengirimkan karangan bunga sebagai ucapan selamat. Apalagi mereka akan bekerjasama.
"Pasti dong Mon, Ibu Rena gak mungkin sembarangan pilih orang. Kamu pasti yang terbaik untuk mengurus kerjasama ini" ucap Fritz.
Lita yang belum tahu Simon dan Fritz akan bekerjasama kaget, apalagi mendengar Fritz menyebut nama Rena. Ia langsung melirik ke arah Nicholas yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
Nicholas yang sejak awal sudah memperhatikan Bianca juga turut mendengar percakapan Fritz dan Simon, ia membalas lirikan Lita. Kode kalau ia juga mendengar ucapan mereka.
"Bi, yuk kita cari tempat ngobrol biar Fritz sama Simon ngomongin kerjaan hehehe" ucap Lita, lalu keduanya berjalan menuju ruang kerja Fritz. Bianca yang melihat Nicholas dan Raina di dekatnya memutuskan untuk menyapa mereka terlebih dahulu.
"Hi" sapa Bianca.
"Hi, Bianca ya?" sapa Raina.
__ADS_1
"Iya betul ini Bianca hehe eh iya kita ke ruangan kerja Simon aja yuk di atas ngobrol, jarang-jarang nih Raina bisa ikutan hehe.." jawab Lita.
Akhirnya mereka berempat naik ke ruangan kerja Simon dan menjauh dari kerumunan rekanan kerja Simon. Ternyata kerjasama yang dimaksud Rena bukan hanya satu perusahaan tapi ada beberapa perusahaan yang bekerja sama karena itulah Rena akhirnya meminta Simon untuk mengurus kantor di Jakarta.
"Ta, sekarang aku udah kerja di perusahaan papaku dan semoga aja aku ke depannya juga bisa kerjasama dengan Simon ya" ucap Raina.
"Wah bagus tuh Rai, jadi wanita karir nih sekarang hehehe" goda Lita.
"Iya tapi gak tau nih berapa lama.. Aku sama Nic lagi program punya anak soalnya" ujar Raina.
Mendengar Nicholas dan Raina ingin memiliki keturunan, Bianca sedikit sedih karena hidup mereka benar-benar menuju jalannya masing-masing. Tetapi ia tau ini adalah yang terbaik untuk semuanya.
Lita pun lantas menanyakan dokter mana yang bagus untuk program kehamilan karena ia juga ingin cepat-cepat punya anak.
"Kamu buru-buru banget ta, baru juga nikah hehe" ujar Bianca menggoda Lita.
"Aku udah tua Bi, harus cepet-cepet kejar setoran hahaha emang kamu gak ada rencana tambah anak bi?" tanya Lita.
"Hah kamu udah punya anak?!! Gak keliatan, masih langsing dan cantik gini" ucap Raina.
"Iya anakku satu Rai hehe aku belum berniat nambah sih tapi Fritz pengen anak lagi. Nah bulan depan aku harus putusin lanjut KB atau gak, makanya galau" ucap Bianca sedikit canggung mengingat ada Nicholas di sana, sekalipun Nicholas hanya sibuk bermain ponsel karena tidak ingin terlibat pembicaraan dengan para wanita. Tetapi ia tersentak saat mendengar Bianca memakai KB, yang artinya tidak mungkin ia hamil. Lalu untuk siapa alat test kehamilan yang dulu dibeli Fritz?
Lita juga turut menyimak perkataan Bianca dan semakin curiga dengan Fritz dan rahasianya. Perlahan semua rahasia Fritz seakan dikuliti dengan sendirinya. Ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Nicholas yang berada di depannya.
"Nic, kamu dengar Bianca pakai KB? Lalu siapa yang test kehamilan waktu itu? Apa benar ini semua ada hubungannya dengan Rena?" bunyi pesan Lita.
"Mungkin ta.. Aku semakin penasaran dengan Fritz dan ada apa sebenarnya" balas Nicholas.
__ADS_1