Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)

Right Person, Wrong Time (Perselingkuhan Dengan Cinta Pertama)
Isi hatiku


__ADS_3

Akhirnya mereka tiba di tempat pesta pernikahan Simon dan Lita. Tempatnya berada di daerah pegunungan, udaranya cukup sejuk dan disekelilingnya terdapat banyak pohon-pohon yang tinggi.


Salah satu petugas di sana menyapa mereka berdua dan mengajak mereka melihat tempat dimana Simon dan Lita akan melangsungkan pernikahan mereka. Bianca sangat menyukai tempat itu, bahkan ia sudah membayangkan akan bagaimana menata dan mendekor tempat ini.


Lalu datang seorang wanita muda menghampiri mereka.


"Siang mas mbak perkenalkan saya Vina yang akan handle dekorasi nanti, gimana suka dengan tempatnya?" tanya Vina.


"Oh iya suka mbak Vina, cantik banget tempatnya" jawab Bianca.


"Nah cocok mba, tempatnya cantik, mbaknya cantik, masnya juga ganteng banget. Oh iya kapan tanggalnya mba biar saya cek dulu" ucap Vina.


Bianca langsung salah tingkah setelah Vina mengira ia dan Nicholas adalah sepasang calon pengantin. Nicholas yang berdiri di sampingnya hanya tersenyum mendengar ucapan Vina.


"Eh bukan mbak,mmm....ini bukan saya yang mau nikah.. " jawab Bianca.


"Oalahh.. salah ya saya hehe maaf mbak, tapi kalau mbak sama mas nanti mau nikah, disini cocok pokoknya hehehe" ucap Vina.


"Iya mbak, nanti kalau saya mau nikah disini saya hubungin mbak Vina ya, tunggu lamaran saya diterima dulu. Ya kan bi?!" ucap Nicholas. Bianca lalu melirik Nicholas, "apa-apaan sih nih orang" dalam batin Bianca. Tanpa sadar pipinya merona dan wajahnya terasa hangat.


Nicholas tersenyum sambil melihat Bianca dan ia merasa Bianca yang tersipu seperti ini sangat menggemaskan.


Ia pun kembali menggoda Bianca "Bi, pipi kamu merah tuh" ucap Nicholas santai lalu ia pergi meninggalkan Bianca dan Vina untuk melihat ke area sekitar. Nicholas merasa puas dan tidak mampu menahan senyumnya yang manis itu setelah ia berhasil membuat pipi Bianca merona.


Bianca yang awalnya salah tingkah karena tingkah Nicholas lalu mulai bisa untuk fokus kembali mengurus pernikahan Lita. Ia lalu menghubungi Lita dan menjelaskan konsep yang menurutnya bagus.

__ADS_1


Nicholas lalu memilih duduk di area indoor, bangunan berwarna putih dengan dikelilingi kaca. Dari dalam ruangan, ia bisa melihat Bianca dengan jelas. Semakin ia melihat Bianca, semakin besar rasa kagumnya itu. Sudah lama ia tidak merasakan perasaan seperti ini.


Di satu sisi ia tidak bermaksud untuk berselingkuh dari istrinya tapi disisi lain ini adalah Bianca, cinta sejati dalam hidupnya. Jangankan memilikinya lagi, berdekatan dengannya saat ini saja sudah membuatnya sangat senang, ia merasa memiliki semangat dalam hidupnya.


"Rencanaku hari ini harus berjalan baik, semua harus jelas diantara aku dan Bianca" pikir Nicholas. m


Setelah selesai dengan urusan pernikahan Lita, Bianca lalu menghampiri Nicholas dan mengajaknya untuk pulang. Nicholas mengangguk lalu berdiri dan mereka berdua masuk ke dalam mobil.


"Bi, sebelum pulang aku mau ajak kamu ke suatu tempat" ucap Nicholas.


"Kemana Nic?Buat apa?! Kamu jangan aneh-aneh Nic!" jawab Bianca.


"Aku gak akan apa-apain kamu bi, masa kamu gak percaya sama aku?" ucap Nicholas.


Bianca diam, ia tau Nicholas bukanlah laki-laki brengsek dan ia tidak akan berbuat macam-macam.


Akhirnya mereka tiba di sebuah perkemahan, tidak terlalu jauh dari venue pernikahan Lita dan Simon.


"Kok perkemahan Nic? kita kan gak mau camping. Aku laper, mau makan aja" ucap Bianca.


"Di dalem ada makanan bi, kita makan di dalem ya" jawab Nicholas.


Setelah masuk, Nicholas lalu berbicara dengan petugas disana kemudian mereka diarahkan ke sebuah kemah yang menghadap bukit. Di depan kemah terdapat kamar mandi dan api unggun. Karena hari sudah mulai senja dan udara semakin dingin, Nicholas meminta petugas untuk menyalakan api unggun dan memesan makanan untuk mereka berdua.


"Bagus banget Nic tempatnya hehehe" ucap Bianca.

__ADS_1


"Iya bi, udah lama aku pengen kesini tapi gak jadi-jadi" jawab Nicholas.


"Kamu mau apa sih Nic?atau apa yang mau kamu omongin sampe ajak aku kesini?" tanya Bianca.


"Kita makan dulu ya bi, baru aku kasih tau kamu maksud aku ajak kamu kesini" jawab Nicholas.


Tidak lama makanan mereka pun sampai dan api unggun sudah menyala. Mereka fokus dengan makanan masing-masing dan saling diam. Keduanya gelisah memikirkan apa yang akan terjadi setelah mereka makan.


"Oke bi, aku ngomong sama kamu" ujar Nicholas sambil berpindah duduk lebih dekat di sebelah Bianca.


"Iya Nic" jawab Bianca berusaha tenang seperti biasa padahal jantungnya terasa mau copot.


"Bi, aku rasa udah saatnya sekarang kamu speak up. Kita bukan lagi Nicholas dan Bianca yang dulu masih remaja, masih muda dan labil bi. Aku rasa aku berhak tau alasan kamu ninggalin aku bi" ucap Nicholas.


"Aku.. aku..." Bianca tidak tau harus menjawab apa dan memulai dari mana.


"Bi, kamu tau gak sih seberapa terpukulnya aku?! Seberapa sulitnya aku bangkit bi!!Ini udah kesekian kalinya bi aku tanya ke kamu!! Aku harap kamu bisa jujur sama aku kali ini!" ujar Nicholas dengan suara bergetar, menahan sakit di hatinya.


"Nic, aku.. kalaupun aku bilang sekarang, ga akan mengubah apapun Nic!" jawab Bianca. Hatinya merasa goyah kali ini. Nicholas benar, mereka sudah dewasa sekarang dan ia ingin memberitahukan Nicholas alasannya meninggalkan Nicholas dulu tetapi ia tau itu tidak akan mengubah apa-apa. Mereka tidak akan bisa bersatu sampai kapanpun, yang ada akan menambah luka di hati mereka.


"Bi!! Pleaseee jangan egois gini bi! Kamu bilang gak akan ubah apapun iya memang benar tapi aku gak mau selamanya bertanya-tanya bi! Dulu kamu takut aku nyakitin kamu tapi kamu sadar gak sih kamu udah nyakitin aku bi! Kamu ninggalin aku, aku sakit bi! Kamu pergi tanpa penjelasan, aku sakit! Sekarang aku liat kamu dengan suamimu, aku sakit! Kasih tau aku bi gimana caranya ngobatin rasa sakit ini..." ujar Nicholas, meluapkan semua perasaannya selama ini yang ia pendam.


Air mata Bianca jatuh, hatinya terasa sangat perih. Luka itu kembali lagi dan kali ini rasanya jauh lebih sakit dari sebelumnya. Kali ini ia melihat tatapan putus asa dari Nicholas, Bianca bahkan dapat melihat butiran air menetes dari mata Nicholas.


Bianca merasa tidak sanggup lagi harus menghindar terus dari Nicholas. Ia tau ia sangat sanggup menutupi rasa sakitnya rapat-rapat tetapi ia tidak sanggup melihat Nicholas seperti ini.

__ADS_1


"Nic, maafin aku Nic please maafin aku.. Kamu bener Nic, aku udah nyakitin hati kamu tapi aku gak bermaksud begitu Nic. Kamu mau tau yang sebenarnya kan? Sekarang kamu dengar aku baik-baik ya..." ucap Bianca sambil berurai air mata.


__ADS_2