
Kini Ali paham mengapa Helmi tergila gila dengan suara suara bising, alasannya adalah dia tidak ingin selalu terpuruk dalam kesepian setidaknya dengan suara bising Helmi bisa menghilangkan sedikit beban yang menimpanya.
"Ternyata Helmi jauh lebih menyedihkan di banding aku saat ini, aku kesepian jelas karena ayah dan ibu sudah pulang ke pangkuan ilahi, sedangkan Helmi.... orang tuanya masih lengkap tetapi seperti menjadi yatim piatu sejak kecil" gumam Ali mendudukkan bokongnya di sofa.
"Aku memang belum mencintai Helmi, tapi aku wajib merubahnya bukan?" Ali bertanya tanya pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukannya saat ini, Helmi adalah imamnya sudah sepatutnya Helmi meninggalkan dunia gelapnya.
Malam ini Ali tidur di kamar milik Helmi, dia hanya ingin mengisi hari hari Helmi meski dengan rasa sebal, setidaknya hari hari Helmi sedikit terwarnai. Namun Ali tidak pernah tau jika Helmi sangatlah kejam, ia tidak suka ada orang lain yang ikut nimbrung mengurusi kehidupannya. Helmi tidak suka di kasihani apalagi perintahnya di bantah, dia tidak akan segan untuk membuat seseorang yang mengganggunya hidup sepeti di neraka.
howammmm
Ali menguap lalu sejurus kemudian dia tertidur pulas sepeti bayi, udara dingin di luar sana mendukungnya untuk cepat masuk ke dalam tidur dan membawanya ke alam mimpi dalam hitungan detik. Jarum jam terus berputar sampai jam menunjukkan waktu pukul 3 dini hari.
Cklek
Helmi pulang lebih cepat dari biasanya, dia sungguh sangat emosi dengan keadaan yang menimpanya tadi, dia tidak terima di permainkan seperti ini. Saat dirinya akan bersenang-senang dengan wanita di sana Angel datang dan menghajar wanitanya habis habisan, Angel tidak terima Helmi di temani oleh wanita lain meski hanya menemani minum saja. Hingga akhirnya Helmi menyuruh wanita bayarannya untuk pergi dan membiarkan Angel melakukan keinginannya, di luar dugaan saat mereka sudah mulai terbakar api gairah tiba tiba dua pria bertubuh kekar datang dan menarik paksa Angel yang berada di atas pangkuannya, hingga netra hijau abu milik Helmi menangkap pria paruh baya berdiri tidak jauh dari tempatnya. Dia juga yang memerintahkan para bawahannya untuk membawa Angel, Helmi tidak melakukan perlawanan karena dia tidak berhak untuk menahan Angel, karena orang yang membawa Angel sendiri adalah Tuan Anggara Voldemort ayah kandung Angel. Tidak hanya membawa Angel pulang Tuan Voldemort pun melontarkan beberapa kata yang membuat emosi Helmi naik pitam.
__ADS_1
"Tidak usah memanfaatkan putriku untuk nafsumu" ucap Tuan Voldemort menatap tajam Helmi yang hanya duduk santai sambil menghirup rokoknya.
"Pantas saja kau di abaikan oleh papah mu, dia jelas malu memiliki putra seprtimu,,,, sama gilanya dengan ibumu" lanjut Tuan Voldemort seolah belum puas ia kembali melontarkan kata kata pedas yang sering Helmi dengar dari mulutnya. "***Dasar tidak tahu diri, kau hanya bisa mengotori nama baik keluarga Nugraha dengan kotoran, padahal siapa yang tahu jika kamu bukan lah keturunan Nugraha,"
Arghhhhhhh***
Helmi menggeram frustasi, dia menyugar rambutnya kebelakang.
"Sialll!!" desah Helmi membuang kasar nafasnya.
Awh
Helmi melemparkan tubuhnya sendiri ke ranjang king size miliknya namun saat dirinya menyentuh ranjang terdengar suara ringisan kecil di bawahnya. Sedetik Kemudian Helmi menghidupkan lampunya agar bisa melihat siapa gerangan yang berani masuk ke kamarnya.
cletak
__ADS_1
Dibawah penerangan lampu tidur, Helmi bisa melihat siapa yang berani masuk ke kamarnya, emosinya kembali naik saat Melihat Ali yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya.
Grep
Helmi menari paksa Ali yang masih tertidur ke bawah ranjang, "Berani sekali kau masuk kamarku" bentak Helmi dengan amarah yang menggebu-gebu.
Ali terperanjat kaget saat mendengar bentakan Helmi, jantungnya berdegup dengan kencang takut Helmi menghilangkan nyawanya saat ini juga.
Srek
"Hey j****g jangan berpikir hanya karena kamu berstatus sebagai istriku bisa melakukan apapun seenak mu" ucap Helmi menjambak rambut Ali yang tertutupi oleh jilbab instannya.
"Kau tau? aku tidak suka privasi ku diganggu" lanjutnya lagi dengan nada dingin dan tatapan menusuk.
"Jadi jangan salahkan aku, jika aku bertindak lebih kepadamu" ucapnya Lagi dengan tersenyum smirk seolah bahagia karena memenangkan jackpot nya.
__ADS_1