
"Ini untuk apa?" tanya Ali terkejut saat beberapa pelayan swalayan datang membawa beberapa bahan bahan makanan, mulai dari berbagai macam sayuran, ikan, daging, rempah-rempah dan lain lainnya.
"Ini pesanan Tuan Helmi Nyonya" jawab salah seorang pelayan super market.
"Apa dia akan mengadakan pesta?" gumam Ali saat melihat beberapa barang kembali masuk ke dalam apartemennya.
"Maaf, bisakah telepon kan Helmi untukku?" pinta Ali pada pelayan tadi.
"Baik Nona" ucapnya mengambil handphone di sakunya dan menekan tombol telepon.
"Ini Nona" ucapnya setelah panggilan teleponnya diangkat.
"Ada apa?" tanya Helmi dingin di sebrang sana.
"Mengapa membeli banyak bahan pangan? apa akan ada pesta?" tanya Ali
"Tidak ada, sesekali masaklah makanan yang lain tidak usah selalu itu itu saja, apa kamu tidak mual hanya menatapnya saja?" tanyanya
"Tidak, lagi pula hanya ada itu di dalam kulkas" jawab Ali seadanya.
"Hm, masaklah sesukamu" ujar Helmi lalu menutup panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Ali.
"Dasar wanita bodoh? mengapa tidak meminta uang jika di kulkas hanya itu itu saja" desis Helmi menggeram di ruangannya
"Tuan, kita memiliki janji temu dengan perusahaan fg Corp satu jam mendatang" ucap David memperingatkan jam meeting Helmi.
"Hmm," ucap Helmi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar di depannya.
Sedangkan di sebrang sana, Veronica sedang mengadakan arisan sosialita nya di sebuah Cafe dekat perusahaan Helmi.
__ADS_1
"Oh ya jeng, Helmi sedang berkencan dengan siapa sekarang?" tanya Silva teman arisannya Nyonya Veronica.
"Helmi tidak sedang berkencan dengan siapapun, biasalah putraku sibuk mengelola perusahaannya sendiri" ucap Veronica membual, karena kenyataannya Helmi tidak hanya sudah berkencan melainkan sudah menikah juga.
"Tapi Helmi belum punya calon kan?" tanya Silva lagi.
"Belom beb, lagipula saya terlalu bingung, wanita mana yang pantas untuk putra tunggal saya" ujarnya dengan tatapan mencemooh.
"Lain kali kita pertemukan Helmi dengan Nadia Putri saya, kebetulan dia baru selesai menyelesaikan studinya di Laos" ujar Nyonya Silva.
"Itu ide yang bagus jeng, lagian kan jeng tau, mana sempat Putra saya mencari pasangan di tengah pekerjaannya yang super duper bussy" jawab Veronica membanggakan putranya. Padahal Veronica tidak tahu saja, jika tanpa dibanggakan pun Helmi sudah lebih dari populer di kalangan wanita.
"Oh iyah jeng Vero, denger denger putramu berkencan dengan putri Voldemort?" tanya Bu Siska teman arisan yang lainnya, "Sayang jika itu benar terjadi, padahal anda tahu sendiri gosip putri tunggal Voldemort yang sangat Binal dan pembangkang,"
Begitulah arisan sosialita bagi orang-orang kaya raya, bukan pertemuan arisan jika tidak ada roatingan.
Sebisa mungkin Veronica menahan kemarahannya yang sudah mencapai ubun ubun, ingin rasanya dia menampar Siska Laurent putri kedua keluarga Laurent, namun untuk menjaga imagenya dia harus diam dengan elegan seolah tidak terjadi apa apa Veronica dengan anggunnya kembali menyantap makanan nya.
Tok tok tok
"Masuk!" teriak Helmi dari dalam saat seseorang mengetuk pintunya di luar sana.
"Permisi Tuan, ini ada titipan atas nama Nona Ali untuk bapak" ucap seorang office boy memberikan satu paper bag yang berisi makanan yang tersusun rapi di dalam tempat makan.
"Makanlah, aku tidak suka makanan murahan" ujarnya angkuh.
"Eh-?" sang office boy tercengang saat Helmi menolaknya mentah mentah.
"Kenapa? tidak mau? jika tidak mau buang saja ke tempat sampah tidak usah ribet" ucap Helmi menatap tajam sang office boy yang masih berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"Tidak Tuan, terimakasih saya pasti menghabiskan seluruh bekal anda" ucap sang office boy lalu pamit undur diri
eughh
Lenguh Helmi meregangkan otot-otot nya yang terasa sangat kram, "Mengapa Angel belum terlihat?" batin Helmi bertanya tanya apakah kekasihnya tidak akan menemuinya lagi sepeti setahun belakangan, padahal ini baru beberapa Minggu pertemuan mereka.
"David, periksa jadwalku hari ini" titah Helmi di sebrang telepon.
"Baik Tuan," jawab David, tidak berselang lama David datang ke ruangan Helmi memberi tahu semua jadwalnya.
"Untuk hari ini tidak ada meeting penting, anda hanya perlu menandatangani berkas berkas penting saja Tuan," ujar David.
"Dav, apa kau sudah memeriksa keberadaan Angel?" tanya Helmi dengan tatapan sendunya.
"Untuk apa Tuan? lagipula apakah hal semalam tidak cukup membuat anda sadar jika orang tuanya tidak menyukai mu sama sekali?" tanya David sedikit geram dengan pertanyaan Helmi.
"Aku mencintainya Dav, aku akan memperjuangkan wanita yang ku cintai meski badai haru aku lalui" ujarnya lagi,
"Tidak Tuan, anda bukan mencintainya. Anda hanya merasa terpuaskan saat bersama dengan Nona Angel, ketika anda mencintai seseorang maka akan ada getaran dan dag Dig dug yang terasa di jantung, nafas anda memang sering tercekat dan adrenalin anda terpacu saat dekat dengan Nona Angel, tapi hati anda hanya merasa puas bukan karena Cinta Tuan" papar David mencoba menyadarkan Helmi jika itu bukan getaran cinta jika hanya bergetar di area paha.
"Apakah benar begitu? tapi menurutku itu cinta Dav," ucap Helmi mengulum senyumnya.
"Yah itu memang cinta" ucap David geram dengan tatapan sinisnya, "tapi sayang cinta hanya karena butuh biologis terpenuhi"
Hahahah
Helmi tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan asistennya, sedangkan David hanya menggeram kesal saat lagi lagi Tuannya menertawakan ucapannya, tapi bagi David tidak masalah asalkan tuannya bisa bahagia, karena bagi David Helmi adalah segalanya, tidak apa jika dia dibuat pelampiasan amarah Helmi saat suasana hatinya tidak baik, karena kebaikan Helmi di masa lalu tak akan terbayar meski dirinya mengabdikan diri seumur hidupnya.
"Cepat Carikan aku yang baru" titah Helmi menatap tajam asistennya.
__ADS_1