Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
8.Tidak ada


__ADS_3

Prang


"Sialan!" umpat Angel tidak terima saat harga dirinya diinjak injak oleh Ali.


"Kemari kau j*****g, akan aku beritahu siapa aku bagi Helmi-ku" teriaknya menjambak kerudung Ali dengan gila. sedikitpun Ali tidak melawan dia hanya menahan agar kerudungnya tidak terbuka.


"Pusingggggg,,,," pekik Ali yang membuat David melongo ia heran mengapa istri bos nya mengatakan dia pusing saat dirinya di hantam habis habisan oleh Angel.


"Pusing kamu bilang? Nikmati ini" ucap Angel lalu kembali menarik narik kepala Ali.


"Hey Asisten, bisa kau cari tahu mengapa kepala ku terasa pusing? seperti ada sesuatu yang melempar lempar kepalaku" ucap Ali di tengah aksi Angel yang menggila, Angel yang mendengar ucapan Ali reflek menghentikan aksi gilanya.


"Apa maksudmu?" tanya Angel menatap tajam wanita gila di hadapannya.


"Hey Asisten, kamu tau? aku merasa pusing, sepeti ada seseorang yang menjambak Jambak rambut indahku" ucap Ali memegangi kepalanya yang memang merasa pusing.


"Sialan! apa kau tidak lihat jika aku yang membuatmu pusing?" tanya Angel dengan suara tinggi karena sejak tadi Ali memancing emosinya.


"Aku lihat, tapi aku pikir kamu tidak ada" ucap Ali bodoh, sejak tadi Helmi hanya diam menatap aksi kekasihnya, baginya sudah menjadi hal biasa jika Angel menyerang para wanita yang mendekati atau menemaninya di setiap saat.


"Mengapa begitu?" tanya Angel bingung


"Ckk! haruskah aku mengganggap orang sepertimu ada di sini? menghirup oksigen di dalam planet yang sama? memang kamu siapa, sampai aku harus mengganggap orang sepertimu ada?" tanya Ali dengan nada meledek dan tangan yang dilipat di dada.


"Bgst!!!!"


Srek


Angel menarik jilbab Ali, hingga kini Ali nampak berbeda tanpa hijab yang menutupi keseksiannya.


"Kembalikan hijab ku" teriak Ali dengan nada tinggi jika tadi dia bicara dengan nada santai dan datar, namun kali ini berbeda dia bak seorang harimau yang dibangun saat tertidur pulas.


"Hahah, aku hafal kelemahan mu j****g ambilah" ledeknya mengacung acungkan jilbab Ali ke atas, agar Ali yang berusaha menggapainya tidak dapat memiliki keinginannya.


"Cepat kembalikan sialan!" teriak Ali dengan lantang,


"Mengapa kau masih ada disini?" tanya Ali menatap tajam David yang saat ini sedang menatap kecantikan Ali yang sedikit terbuka hingga membuat David tidak sadar jika dirinya harus keluar, "Cepat keluar!"

__ADS_1


"Jangan David, jika kau keluar maka aku tidak segan akan memecat mu" ucap Angel mengintimidasi David


Dug,brugh, plak.


Ali menghantam Angel, mendorongnya hingga Angel terjungkal ke belakang dan terpental hingga kepalanya mengenai sofa.


"Awhhhh,,,," desis Angel kesakitan.


"Apa yang kamu lakukan Botch!" bentak Helmi mendorong tubuh Ali hingga terhuyung ke samping karena Helmi mendorong bahunya.


"Aku hanya ingin mengambil ini" cicitnya tanpa merasa bersalah, sambil menunjukkan jilbab miliknya dan mencoba memakainya kembali.


"Hel, sakitttt" Adu Angel sengaja agar Helmi memarahi Ali habis habisan, tanpa menunggu waktu lama Helmi mengangkat tubuh Angel ke sofa.


"Mau kemana hm?" tanya Helmi dingin dengan tatapan tajamnya.


"Aku mau pulang Mas," ucap Ali tanpa menghilangkan bibir melebar yang tercetak di sana.


"Setelah kau melakukan ini, jangan harap kamu bisa tenang" ucap Helmi mengancam Ali.


"Aku tau itu, tapi bagiku aurat ku lebih berharga di banding nyawaku" ucap Ali dingin tanpa menatap Helmi,


"Mas aku pulang dulu yah" ucap Ali mencoba meraih tangan Helmi agar bisa di salimi tanpa menghiraukan ucapan Angel, karena baginya meladeni Angel adalah keinginannya Ali tidak ingin membuang waktu dan tenaganya hanya untuk Angel.


"Hel, dia mengabaikan ucapanku" adu Angel lagi manja,


Plak


Helmi menampar Ali, karena Ali tidak menanggapi ucapan Kekasihnya.


"Itu adalah hukuman mu karena mengabaikan kekasihku" ucapnya menatap tajam wanita di depannya yang berstatus sebagai istri sah nya.


"Dia tidak sekali Hel," ucap Angel lagi sengaja ingin melihat Ali di siksa oleh Helmi, itu akan membuktikan jika Helmi tidak mencintai Ali sama sekali.


Plak, Brugh


Helmi menampar dan mendorong tubuh mungil Ali hingga terpelanting setengah meter dari tempatnya.

__ADS_1


"Jangan kira aku tidak bisa memberimu peringatan, hanya karena kamu menjadi istriku, perlu kau ingat yang aku cintai hanya Angel kekasihku" ucapnya menjelaskan kedudukan Ali di kehidupannya.


"Kau lihat j****g, Helmi sangat mencintai ku" Angel berjalan mendekati Helmi dan melingkarkan tangannya ke lengan kekasihnya.


"Aku tau itu" ucap Ali datar, dia mencoba bangun dan menepuk nepuk bajunya agar debu menghilang, "tapi apakah kamu lupa? Helmi hanya memberiku pelajaran, kamu juga tau seseorang yang sangat mencintai kita akan memberi kita pelajaran, saat kita melakukan sebuah kesalahan, benar bukan mas?" ucapnya sambil berlalu dari sana dengan langkah yang cepat takut akan amukan Helmi.


"J****g!" teriak Angel menggeram, "Hel, apa benar kamu mencintainya?" tanya Angel menatap tajam kekasihnya yang sedang menatapnya dengan instens.


"Tidak mungkin, karena yang aku cintai hanya kamu" ucap Helmi lalu kembali meraup bibir seksi Milik kekasihnya dengan menuntun, David sudah keluar, Helmi segera menekan tombol remot agar pintunya terkunci otomatis


"Ahhhhh" desah Angel dengan kepala menengadah ke atas saat Helmi memainkan intinya di bawah sana,


"Lebih dalam Honey" ucap Angel parau, Angel mengangkat sedikit bokongnya dan menekan kepala Helmi agar semakin dalam permainannya.


"Lebih cepat Honey" ucap Angel saat lidah dan tangan Helmi bermain di sana.


"Ahhhh,,,, ahhhhhh,,,, Arghhhh


Angel berteriak dan semakin menenggelamkan wajah Helmi ke dalam tempat miliknya agar pencapaian nya terpuaskan.


"Giliranku Honey" ucap Helmi tersenyum mesum lalu membuka seluruh pakaiannya, dan memulai aksinya.


"Berbalik,," titah Helmi pada Angel, Angel segera menurut ia sudah tau apa yang diinginkan Helmi, yaitu ***** *****.


Blessshh,. ahhhhh,,,,, plak, ahhhhhh,,,, shhhh


Helmi bergerak sambil berdiri dengan ritme cepat sesuai permintaan Angel. Entah berapa gaya dan berapa kali mereka melakukan dengan berpindah pindah tempat, mulai dari sofa panjang, meja sofa, kursi kerja beserta meja kerja, tidak tertinggal juga ranjang dan Bathroom yang saat ini menjadi tempat mereka membersihkan tubuhnya dari peluh sisa bercinta tadi, entah berapa jam mereka melakukannya karena saat ini seluruh pekerja sudah pulang ke tempatnya masing masing


"Honey aku masih mau" ucap Angel memeluk tubuh Helmi yang sedang berdiri di bawah shower, tangan Angel menati nari di sana mulai turun dan membelai sesuatu yang mirip seperti belalai gajah jika saat tidur namun akan berubah menjadi tongkat saat bangun.


"Honey, aku lelah" ucap Helmi kelelahan memenuhi nafsu kekasihnya, inilah alasan Helmi mengapa bertahan lama dengan Angel, Angel sangat memuaskan dia tidak akan pernah puas meskipun Helmi sudah kelelahan.


Ahhhh


desah Helmi saat miliknya masuk kedalam mulut Angel yang kini berada tepat di bawah nya.


"Honey, lebih cepat," ucap Helmi sambil merem melek menikmati setiap sentuhan tangan dan bibir Angel di bawah sana.

__ADS_1


Shhh shhhh a aaa aaa aaa ahhhhhh shttttt


__ADS_2