Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
14.IdeBrillian


__ADS_3

Mulai hari ini Ali bertekad, akan mengubah penampilannya Setelah berkeliling di mall sepanjang hari untuk membeli berbagai skincare dan make up yang cocok untuknya Ali merasa lelah dan tak berniat memasak, ia hanya menyeduh Mie instan sehat untuk menemaninya makan.


Setelah menyelesaikan pekerjaan di dapur, Ali bergegas masuk ke kamar membersihkan tubuhnya dan duduk di depan meja rias. Ali mematut dirinya di depan cermin dia berdecak kagum dengan perawatan salon di sana, yah tadi di salon dia melakukan treatment hingga kini kulitnya terasa lumayan halus, Ali mengoleskan krim ke wajah dan tubuhnya dia hanya ingin sedikit bersih dan glowing dulu tidak ingin langsung terlihat berubah karena Ali yakin Helmi bukan tipe pria yang gampang luluh dan keluar dari konsep ciptaannya sendiri.


"Udah pulang Mas?" tanya Ali keluar dari kamar saat mendengar pintu apartemennya terbuka, dia yakin jika suaminya sudah pulang.


"Hmm" Helmi berdehem dengan tatapan yang tak lepas dari Ali, entah perasaaan nya saja atau bukan Helmi melihat jika Ali terlihat sedikit berbeda malam ini.


"Aku siapin air hangat yah mas buat mandinya?" ujar Ali lalu naik ke atas lantai kamar Helmi, Helmi tidak menolak sepeti malam biasanya mungkin karena efek lelah karena kerjaan di kantor yang menumpuk. Ali juga tidak ambil pusing dengan sifat Helmi yang tidak marah marah saat dirinya mengatakan akan menyiapkan air hangat untuknya.


"Mas kalo mau apa apa panggil aku aja di kamar, solanya hari ini aku gak masak apa apa" ucap Ali lagi, mewanti-wanti agar Helmi memanggilnya saat membutuhkan bantuan. "Oh ya mas, kalo kamu mau nuntut hak batin kamu, masuk aja ke kamar aku mau istirahat di kamar lelah abis jalan tadi" lanjutnya panjang lebar tanpa memberi Helmi waktu untuk menjawab.


"Cih! sudah aku bilang aku tidak akan pernah mau menyentuhmu, jadi berhenti menawarkan diri seperti yang dilakukan para j****g. Lagi pula apa yang harus aku sentuh darimu, tubuhmu kerempeng tidak ada tonjolan selain perut buncit mu itu" nyinyir Helmi tanpa perasaan lalu masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Ali duduk termenung di pinggir ranjangnya, mungkin Helmi benar benar tak pernah menganggapnya ada. Ali juga sadar jika dirinya tidak sedikitpun masuk ke dalam kriteria Helmi yang standarnya sangat tinggi.


"Mungkin Helmi masih mencintai Angel, lagipula mereka berpisah bukan karena sudah bosan, melainkan mereka berpisah hanya karena terpaksa" lirihnya lalu merebahkan diri di atas ranjang miliknya, tapi sedetik kemudian Ali bangun kembali duduk tegak dengan penuh semangat di wajahnya. "Bodoh! kenapa aku tidak pernah tampil terbuka sedikitpun di depan suamiku sendiri? pantas saja Mas Helmi selalu menghinaku, apa Mas Helmi mengkode karena malu malu mau?" spekulasi Ali, menerka nerka hal yang sebenarnya diinginkan oleh suaminya.


*


*


*


"Helmi mungkin sudah berubah Mah, karena Angel sedang tidak ada di sini, papahnya mengirimnya ke luar negri" jawab Tuan Nugraha. Oma Diana terlihat menghembuskan nafas lega saat mendengar jika partner se*x cucunya sudah pergi ke luar jauh dari negara yang mereka tinggali.


"Syukurlah Oma jadi lega mendengarnya, Oma hanya berharap Helmi hidup bahagia bersama Ali" ucap Oma Diana tulus dengan tatapan penuh makna meneropong ke depan.

__ADS_1


"Hmm," Veronica masuk sambil berdehem saat mendengar ucapan mertuanya bersyukur dengan kebahagiaan Helmi dan Ali. "Tidak usah mendoakan hal yang mustahil," desis Veronica sinis pada mertuanya.


"Kenapa? apa kamu tidak suka dengan cucu mantuku?" tanya Oma Diana tidak suka saat Veronica bersifat keluar batas pada cucu mantunya.


"Jelas, dia bukan tipe kita. Lagipula putrinya jeng Silva sudah pulang dari Laos, dia adalah wanita idaman para mertua cantik berpendidikan tinggi dari luar negri pula" bangga Nyonya Veronica sengaja agar Oma Diana tak selalu memamerkan Ali yang menurutnya sangat memalukan status sosialnya.


"Lagipula pendidikan di luar negri belum tentu sopan santun, apa lagi di sana pergaulannya bebas Oma tidak yakin jika putri Silva wanita baik baik" ujar Oma Diana tak ingin kalah.


"Oma tuh pilot yah, pikirannya kolot. Lagipula apa di zaman sekarang Virgin atau tidak termasuk hal berbeda?" tanya Veronica naik pitam, ia sungguh tidak ingin mertuanya menghina menantu idamannya.


"Yah jelas Virgin tuh nikmat Masi sempit menjempit, kalo udah bukan Virgin tidak akan senikmat pertama kali" ujarnya.


"Sekarang tuh ud--

__ADS_1


"Berhenti," ucap Tuan Nugraha dengan nada sedikit tinggi. dia tidak bisa terus terusan diam saat istri dan ibu nya bertengkar seperti ini hanya karena putranya. Sedangkan Veronica hanya melengos sebal saat mendapati tatapan tajam dari sang suami, ia buru pergi dari sana sebelum suaminya sadar jika dirinya yang bersalah di sini.


__ADS_2