
"Mass,," panggil Ali lagi lagi saat Helmi malah tetap diam setelah naik ke atas ranjang.
"Gak usah malu, ngakak ihh" ucap Ali diiringi tawa dan pukulan ke lengan sang suami.
"Kepergok sama istri sendiri ajah malu, kalo kepergok selingkuh kok gak malu" lanjut Ali menatap dalam wajah pria tepat dihadapannya.
"Siapa yang malu hah?" tanya Helmi mengangkat dagunya dengan ekspresi dingin
"Terus kalo bukan malu kenapa dari tadi diem terus?" tanya Ali sebal dengan lirikan sinis.
"Gue diem tuh lagi mikir, kenapa bisa tangan gue ngerayap ke bagian atas, bingung ajah" ujar Helmi ketus mencoba menetralkan jantungnya yang sebenarnya sedang berdetak dengan cepat.
"Oh gitu, jangan bilang awal badanku merah karena kamu mas," ucap Ali dengan mata melotot tak percaya dan jari telunjuk yang mengarah pada Helmi.
"Kalo Iyah emang kenapa?" tanya Helmi sinis mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Omo," teriak Ali terkejut dengan ungkapan Helmi yang tidak malu mengakui perbuatannya.
"Apa aku begitu menggoda hingga kamu menyentuhku saat aku tidak sadar?" tanya Ali menggoda Helmi dengan alis yang naik turun.
"Cihh! menggoda? apa dari bagian tubuhmu yang menggoda? hah?" tanya balik Helmi dengan sengit.
"Sebenarnya semua yang ada pada tubuhku menggoda, hanya saja kamu gengsi untuk mengakuinya" ucap Ali tersenyum devil dengan kepedean tingkat tinggi.
"Hahahaha" Helmi tertawa mendengar penuturan Ali yang tak masuk akal, padahal Helmi menyembunyikan kegugupannya dan Tremor yang tiba tiba menyerangnya dari awal terpergok oleh sang istri.
"Dasar munafik," ujar Ali mencebik sebal mendengar penuturan Helmi sebenarnya Ali sedikit sakit hati dengan ucapan yang Helmi lontarkan namun sebisa mungkin ia mencoba netral, pertama Ali berpikir mungkin Helmi hanya ingin menghilangkan rasa malunya dengan cara menghinanya habis habisan kedua yah karena Ali sudah terbiasa mendengar omongan pedas yang keluar dari bibir pria angkuh yang saat ini menatap nya tajam
"Satu hal yang perlu kamu ingat, aku bukan gadis lagi. Jadi berhenti memanggilku gadis kumuh" ujar Ali bangkit dari posisinya seraya melayangkan tatapan tajam pada sang suami.
"Tidak apa kumuh, yang penting jadi seleranya level atas" ujar Ali menyindir Helmi sambil melangkah berjalan keluar kamar.
__ADS_1
sialll
*
*
*
Sedangkan di sisi lain Angel sedang berpikir keras mengenai penyebab Helmi yang berubah, pikirannya melayang kemana mana. Angel tahu betul alasan mengapa pria bisa berubah begitu saja, tentu saja Angel tahu karena dia tidak bodoh dan juga sangat berpengalaman dengan resiko percintaan.
"Lihat saja Ali, aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku meski harus melenyapkan mu sekalipun" ucap Angel tersenyum miring dengan tatapan tajam yang menerawang.
Yah, Angel merasa Helmi sudah benar benar berubah teman teman yang biasa keluar masuk Club bersama pun mengatakan jika akhir akhir ini Helmi tak pernah menginjakkan kakinya di tempat laknat yang biasa didatangi mereka.
Helmi pun tidak pernah pulang ke mansionnya dan memilih tinggal entah dimana bersama istrinya, yah Angel menyimpan seseorang untuk memata matai Helmi di mansion yang biasa menjadi tempat tinggal Helmi selain apartemen mereka. Saat ini Angel berusaha keras mencari tempat dimana Helmi tinggal bersama sang istri karena dia selalu gagal memata matai ataupun hanya sekedar mencari informasi.
__ADS_1