Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
7.Tidak Selevel


__ADS_3

"Angel, mau kemana lagi kamu?" tanya Tuan Anggara saat melihat putrinya keluar lagi, padahal semalam Angel baru pulang pukul 4 dini hari.


"Gak usah urusin hidup aku pah, aku bisa ngatur sendiri" jawab Angel tanpa menatap sang Ayah yang menatapnya dengan tajam.


"Kau akan pergi ke kantor si brengsek itu bukan?" Tuan Anggara tidak habis pikir karena putrinya masih saja mengharapkan Helmi yang jelas jelas tidak berniat menikahinya.


Cih


"Kamu tau bukan Helmi sudah menikah? untuk apa terus terusan mencarinya?" ya, sejak kemarin Angel terus terusan mencari keberadaan Helmi, ia sudah mendatangi tempat tempat yang sering Helmi datangi termasuk Club Club malam, hotel, bahkan apartemen yang dulu sering mereka datangi. Namun di sana dia tidak menemukan Helmi bahkan saat menekan sandi apartemennya tidak ada yang berubah dari satu tahun yang lalu.


"Yah aku tahu, tidak masalah bagiku sudah menikah atau pun Helmi yang penting dia hanya mencintaiku, aku yakin itu" ujar Angel percaya jika Helmi masih mencintainya.


"Mencintaimu? bahkan dunia tahu, seorang Helmi yang tidak ingin terikat dengan satu wanita tapi kali ini dia benar benar mengikatkan dirinya dengan hak yang sakral, bukankah itu cinta yang sesungguhnya?" tanya Tuan Anggara lagi,


"Menikahi si wanita kampungan itu bukan berarti Helmi mencintainya, dia hanya terpaksa karena itu adalah permintaan Omanya" jawab Angel lalu berlalu dari sana tanpa mau mendengarkan ucapan papahnya lagi.


"Sudah pah," ucap Arini menenangkan suaminya yang emosinya kembali naik pitam,


"Sudah bagaimana mah? lihatlah putrimu itu, ayah sungguh malu mempunyai anak seperti Angel" gerutu Tuan Anggara


"Pah, Angel itu putri kita meskipun dia sulit diatur, percayalah dia akan berubah pada waktunya kita hanya perlu berdoa saja, pah" ucap Arini tersenyum hangat pada suaminya yang langsung membuat amarah sang suami meluap begitu saja.


Entah dari siapa sifat Angel yang susah di atur, padahal kedua orang tuanya berbudi pekerti luhur, bahkan mereka tidak pernah mencontohkan hal hal buruk, sifat Angel sungguh berbalik dengan sifat kedua orang tuanya.


*


*


*


"David, periksa jadwalku selanjutnya apa? kalo tidak ada pesankan aku satu wanita untuk siang ini" titahnya tanpa mengalihkan tatapannya dari berkas yang sedang ia tanda tangani.


"Mengapa anda ingin memesan di jam segini Tuan?" tanya David Davidson sekretaris sekaligus asisten pribadinya.


"Carikan saja tidak usah banyak bertanya" ucap Helmi menatap tajam asistennya yang berani bertanya mengenai keinginan nya.


"Baik Tuan saya akan pesankan sekarang" ucap David lalu pamit undur diri.

__ADS_1


"Helmi ada bukan?" tanya seorang wanita saat David baru saja keluar dari ruangan atasannya.


"Ya ada" jawab David datar, ia hanya menatap jengah dengan wanita yang kini sudah masuk kedalam ruangan Helmi. Jelas ia tahu siapa wanita itu, dia adalah kekasih Helmi yang hilang kabar setahun yang lalu, sebenarnya dia tau dimana wanita atasannya di sembunyikan hanya saja ia lebih memilih bungkam atas perintah Oma Diana. Oma Diana tidak menyukai Angel karena sikap Angel yang sombong akan rakyat biasa.


"Sayang,,," teriak Angel antusias saat melihat kekasihnya kini berada tepat di depan matanya.


"Honey,,," Helmi terkejut saat wanita yang dirindukan nya kini kembali datang kepadanya, tanpa membuang waktu ia langsung memeluk erat kekasihnya seolah takut kekasihnya akan pergi lagi.


"I Miss You Honey" ucap Helmi menghujani wajah Angel dengan kecupan bertubi tubi terutama di daerah bibir seksi milik Angel.


"Kau merindukan aku yang seperti ini atau di atas ranjang?" tanya Angel tak tahu malu.


"Keduanya Honey" ucap Helmi lalu menelisik wajah Angel yang selalu terngiang-ngiang di otaknya,


"Kau tampak sangat cantik" puji Helmi lalu mendorong tubuh Angel ke dinding dengan sangat profesional nya Helmi mencum*Bu Angel dengan bringas, dia menuntun Angel menuju ke sofa dan mendudukkannya di pahanya.


Helmi terus terusan mencum*Bu kekasihnya yang sudah sangat lama ia rindukan, dia berjanji tidak akan melepaskan Angel saat ini


"In Here?" tanya Angel dengan tersenyum menggoda di bibirnya, lalu membuka seluruh kancing bajunya saat Helmi hanya menatapnya dengan tatapan bergairah sepeti biasanya.


Dengan rakusnya Helmi memulai aksi bejatnya, Helmi tidak pernah memikirkan lawan mainnya di atas ranjang dia hanya ingin gairahnya terpenuhi tanpa peduli lawannya kuat atau tidak.


Ahhhhh


"Ah Honey, kau memang pintar memuaskan ku" ucap Helmi di sela aktifitas nya dengan mata merem melek menikmati setiap ritme yang di ciptakan kekasihnya.


"Lebih cepat Honey,,," ucapnya lagi dengan tangan yang tidak tinggal diam, dia juga ikut membantu menaik turunkan tubuh kekasihnya.


Ahhhhh


"Faster Hon-- ucapannya menggantung saat suara pintu terbuka,


"Kembalilah, aku tidak membutuhkan mu lagi, kekasihku sudah kembali" ucapnya parau dengan nafas memburu,


Ahhhh ahhhhh


"Dari pagi belum makan, tapi kamu kuat juga yah olahraga di siang bolong gini" Helmi terbengong bengong saat mendengar suara yang pernah dia dengar suara yang terdengar tidak asing di pendengaran nya

__ADS_1


"Ahhh Sialan,,," umpat Angel lalu bangkit dari atas paha Helmi dan memungut pakaian dalamnya lagi.


"Hel, lain kali tidak usah memesan j****g lagi" lanjutnya tanpa memedulikan sekitarnya.


"Ada apa?" tanya Helmi dingin sembari menaikkan resletingnya ke atas.


"Aku hanya mengantar makanan untuk mu mas," ucap Ali dengan senyuman lebar yang tercetak di bibirnya, bahkan David yang melihat reaksi Ali hanya mengernyit bingung, ada yah wanita sepeti Ali masa bodo dengan sekitarnya, padahal jelas-jelas dihadapannya saat ini adalah kenyataan jika pria yang berstatus sebagai suaminya sedang memadu kasih dengan wanita lain apakah Ali tidak sakit hati?


"Lain kali tidak usah kemari, kamu merusak pemandangan saja dengan baju kolotmu" ucap Angel mengambil sebatang rokok, dengan tatapan yang tidak lepas menatap Ali dari atas sampai bawah.


"Kau memang tidak berubah, sok tegar" ucap Angel lagi yang tahu dengan sifat Ali yang pura pura tegar padahal jelas-jelas Angel pernah melihatnya menangis di malam hari saat semua santri sudah tertidur.


"Mas, makanannya di makan yah," ucap Ali menghiraukan ucapan Angel yang menurutnya tidaklah penting.


"Pergilah, kau sangat menggangu aktifitas ku" ucap Helmi dingin tanpa menatap Ali ia malah asik menghirup tokonya dan mengempulkannya dengan asal.


"Aktivitas apa mas? aku pikir kamu tidak melakukan apapun" ucap Ali gamblang seolah tidak melihat apapun.


Cihh


Angel berdecih sebal saat mendengar jawaban Ali yang terdengar tidak melihat apapun.


"Apa kamu tidak lihat tadi aku sedang apa hah?!" tanya Helmi emosi dengan suara meninggi,


"Aku tidak melihat apapun," jawab Ali polos dengan tatapan puppy eyes nya yang mengundang David untuk tertawa namun sebisa mungkin dia menahannya.


"What?!" teriak Angel tak percaya dengan ucapan Angel.


"Yah benar, aku memang tidak melihat apapun" ucapnya lagi masih dengan wajah polosnya.


"Hey bodoh, aku dan kekasih ku sedang bercinta apa kamu tidak melihatnya hahh?!" tanya Angel dengan nada tinggi. "Dia suami mu dan memilih bercinta denganku, apa kamu pikir dia mencintaimu, menyentuhmu saja dia tidak mau apalagi memberikan hidupnya hanya untuk mu bodoh!"


"Apakah aku pantas bertengkar dengan seseorang yang berbeda derajat denganku?" tanya Ali yang membuat semua krang yang berada di sana terkejut dengan pertanyaan ambigu Ali.


"Mas, lain kali kalo mau bercinta dengan seseorang nikahi dia dahulu, setidaknya dia berharga meski hanya dengan Qobiltumu,"


"Aku juga tau, kami tidak ingin menyentuhku, bukankah ambigu jika kamu tidak mengatakan alasan kamu tidak ingin menyentuhku? bisa saja karena kamu kasian aku kesakitan karena gempuran mu kan?" ucap Ali sengaja memanas Manasi Angel yang sudah emosi dengan ucapan Ali.

__ADS_1


Namun dengan entengnya Ali berjalan keluar ruangan, namun dia menghentikan langkahnya lalu berbalik.


"Dan kamu Angel, seseorang yang mencintaimu tidak akan menyentuhmu sebelum menghalalkan mu, kamu ray bukan? tidak ada bedanya kekasihnya dan j****gnya jika tidak ada ikatan sakral dalam hubungan kalian" ucapnya tajam, yang langsung menusuk ke dalam rongga hati Helmi dan Angel.


__ADS_2